Penangkaran Benih Kedelai Diserang Ulat


Ahad, 05 Juli 2015 - 19:22:37 WIB

Wati mengatakan, seba­gian besar lahan penang­karan sudah tidak bisa lagi diharapkan untuk bisa ber­buah. Sedangkan beberapa lahan yang berada lebih jauh dari pohon-pohon kelapa, masih selamat dari serangan.

“Alhamdulillah, untuk lahan penangkaran yang lebih jauh dari pohon kelapa, memang tidak diserangkan ulat. Mudah-mudahan, yang tidak terserang masih bisa memberikan hasil bagi pe­tani,” ungkapnya.

Penangkaran kedelai di­la­kukan pihak BPTP Su­karami Sumbar bekerja sa­ma dengan Dinas Pertanian Perkebunan Sawahlunto, yang dimulai akhir April lalu itu. Sebelumnya, penang­karan menunjukan hasil, dengan mulai tumbuhnya batang kedelai secara normal.

Menurut petani, pena­naman kedelai itu mendapat jaminan dari pihak terkait. Mulai dari benih yang dibe­rikan, pupuk, penyuluhan, perawatan, hingga jaminan akan produk yang dihasilkan nantinya.

Lahan pertanian yang di­gu­nakan tersebut merupakan sawah, yang sebelumnya di­tanami padi. Mendapat ta­waran dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Sawahlunto untuk bertanam kedelai, pe­tani setempatpun me­nyetujui.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Perkebunan Sawahlunto, Heni Pur­waningsih sebelumnya me­ngatakan, penanaman ke­delai tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan BPTP Sumbar.

“Kerja sama ini untuk penangkaran benih kedelai. Petani yang ikut, diberikan bibit, pupuk, sedangkan produksi kedelai nantinya juga dijamin harga jualnya. Sebab ditampung langsung,” ujar Heni.

Penanaman kedelai sendiri, akan berlangsung selama 75 hari, diper­kirakan usai lebaran idul fitri 1436 H mendatang, panen kedelai di 15 hektar lahan penangkaran sudah dapat dilakukan.

Petani pun, akan dapat menggunakan lahan ter­sebut dengan melakukan penanaman padi. Pena­na­man kedelai sendiri, dapat menjadi tanaman sela, yang memberikan manfaat dapat mengatasi masalah hama.

Namun naasnya, se­belum kedelai sempat berbuah, sebagian besar kedelai penangkaran sudah terlebih dahulu dilahan ulat. Petani pun harus gigit jari. Panen yang diren­canakan akan dilakukan usai lebaran pun gagal. (h/dil)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 11 Juli 2019 - 17:38:09 WIB

    Kejari Pariaman Gelar Baksos di Penangkaran Penyu

    Kejari Pariaman Gelar Baksos di Penangkaran Penyu PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Kejaksan Negeri (Kejari) Pariaman melakukan bakti sosial di Penangkaran Penyu di Desa Apar Kota Pariaman dalam rangka memperingatan Hari Bakti Adhyaksa 2019 di Kota Pariaman, Kamis (11/7)..
  • Senin, 10 Juni 2019 - 16:42:07 WIB

    Penangkaran Penyu Ampiang Parak Bakal Miliki Dermaga Mini

    Penangkaran Penyu Ampiang Parak  Bakal Miliki Dermaga Mini PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Ketua Laskar Turtle Camp (LTC) Ampiang Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Haridman menyebutkan, 2019 ini pihaknya bakal membangun dermaga mini guna mempermudah akses pengunjung keti.
  • Senin, 10 Juni 2019 - 14:19:08 WIB

    Tahun ini, Penangkaran Penyu Ampiang Parak Miliki Dermaga Mini

    Tahun ini, Penangkaran Penyu Ampiang Parak Miliki Dermaga Mini PAINAN, HARIANHALUAN.COM-Ketua Laskar Turtle Camp (LTC) Ampiang Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Haridman menyebutkan, 2019 ini pihaknya bakal membangun dermaga mini guna mempermudah akses pengunjung ketika.
  • Selasa, 14 Juni 2016 - 16:19:02 WIB

    Penangkaran Penyu Rakyat Selamat dari Amukan Gelombang Pasang

    Penangkaran Penyu Rakyat Selamat dari Amukan Gelombang Pasang PAINAN, HALUAN- Penangkaran penyu rakyat selamat dari amukan gelombang air pasang di Amping Parak, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan. Aktivitas penangkaran tetap dapat berlangsung meski lima belas hari terakhir gela.
  • Sabtu, 16 April 2016 - 04:55:56 WIB

    Penangkaran Penyu Pariaman Butuh Dokter

    Penangkaran Penyu Pariaman Butuh Dokter PA­­RIAMAN, HALUAN — Se­jum­lah persoalan masih menyelimuti konservasi penangkaran penyu kota Pariaman yang terletak di Desa Apar. Diantara persoalan tersebut menyangkut kekurangan tenaga hingga masalah kebutuhan dokt.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]