Penangkaran Benih Kedelai Diserang Ulat


Ahad, 05 Juli 2015 - 19:22:37 WIB
Penangkaran Benih Kedelai Diserang Ulat

Wati mengatakan, seba­gian besar lahan penang­karan sudah tidak bisa lagi diharapkan untuk bisa ber­buah. Sedangkan beberapa lahan yang berada lebih jauh dari pohon-pohon kelapa, masih selamat dari serangan.

Baca Juga : Kesembuhan Pasien Covid-19 di Sumbar Bertambah 126 Orang

“Alhamdulillah, untuk lahan penangkaran yang lebih jauh dari pohon kelapa, memang tidak diserangkan ulat. Mudah-mudahan, yang tidak terserang masih bisa memberikan hasil bagi pe­tani,” ungkapnya.

Penangkaran kedelai di­la­kukan pihak BPTP Su­karami Sumbar bekerja sa­ma dengan Dinas Pertanian Perkebunan Sawahlunto, yang dimulai akhir April lalu itu. Sebelumnya, penang­karan menunjukan hasil, dengan mulai tumbuhnya batang kedelai secara normal.

Baca Juga : Update Penularan Virus Corona di Sumbar, Pasien Positif Bertambah 94 Kasus

Menurut petani, pena­naman kedelai itu mendapat jaminan dari pihak terkait. Mulai dari benih yang dibe­rikan, pupuk, penyuluhan, perawatan, hingga jaminan akan produk yang dihasilkan nantinya.

Lahan pertanian yang di­gu­nakan tersebut merupakan sawah, yang sebelumnya di­tanami padi. Mendapat ta­waran dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Sawahlunto untuk bertanam kedelai, pe­tani setempatpun me­nyetujui.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Perkebunan Sawahlunto, Heni Pur­waningsih sebelumnya me­ngatakan, penanaman ke­delai tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan BPTP Sumbar.

“Kerja sama ini untuk penangkaran benih kedelai. Petani yang ikut, diberikan bibit, pupuk, sedangkan produksi kedelai nantinya juga dijamin harga jualnya. Sebab ditampung langsung,” ujar Heni.

Penanaman kedelai sendiri, akan berlangsung selama 75 hari, diper­kirakan usai lebaran idul fitri 1436 H mendatang, panen kedelai di 15 hektar lahan penangkaran sudah dapat dilakukan.

Petani pun, akan dapat menggunakan lahan ter­sebut dengan melakukan penanaman padi. Pena­na­man kedelai sendiri, dapat menjadi tanaman sela, yang memberikan manfaat dapat mengatasi masalah hama.

Namun naasnya, se­belum kedelai sempat berbuah, sebagian besar kedelai penangkaran sudah terlebih dahulu dilahan ulat. Petani pun harus gigit jari. Panen yang diren­canakan akan dilakukan usai lebaran pun gagal. (h/dil)

BERITA POPULER Index »


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]