Pedagang Seragam Sekolah Minta Pemko Ambil Tindakan


Ahad, 05 Juli 2015 - 19:32:57 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Terkait kebijakan ter­sebut juga membuat ke­si­bukan baru bagi guru di se­kolah. Hal ini harus segera diselesaikan dan disikapi oleh Mahyeldi sebagai Wali­kota Padang, supaya pihak pe­dagang tidak merasa di­rugi­kan,” ujarnya, Minggu (5/7).

Dikatakan Irwan, sejak sepekan pihaknya men­yam­pai­kan aspirasi ke anggota dewan Kota Padang, namun realisasi dan itikad baik dari Pemko Padang sendiri ma­sih belum ada respon. Ia menegaskan, jika tidak ada tidakan dalam waktu dekat, maka pihak pedagang bisa saja mengadakan gebrakan yang besar nantinya.

“Andaikata pemko tidak juga merespon jeritan para pedagang, yang salah satu program unggulan Mahyeldi melahirkan 1.000 wira­usa­ha, artinya dengan adanya kebijakan sepihak tentu pro­gram katanya pro rakyat tidak sesuai, ini sangat men­za­limi rakyat dan tidak se­suai dengan ucapan beliau,” jelasnya.

Menurutnya, pembuatan desain, motif dan pesanan basiba sendiri bukan dari warga Padang, namun per­mintaan khusus dari oknum yang mempunyai ke­penting­an, “Para pedagang sampai saat ini masih sepi, mereka resah. Stok pakaian yang mereka miliki mau di­kema­kan? Siapa nanti yang akan membayar semua kerugian para pedagang,” ulasnya.

Sementara menurut M­a­i­ly, ketua pedagang pasar mengatakan, bagi para pe­dagang tidak masalah jika pemko membuat kebijakan tersebut, namun perlu kajian yang mendalam dan terlebih dahulu duduk bersama de­ngan para pedagang, jadi tidak seenaknya membuat suatu kebijakan.

Seandainya peraturan ini disoliasikan satu tahun se­belumnya dan disampaikan kepada pedagang, kemudian seluruh warna dan pem­buatan basiba diserahkan ke pedagang dan konveksi pa­sar, tentunya hal tersebut tidak menjadi persoalan bagi pedagang.

“Diharapkan ke Pemko Padang untuk segera me­narik kebijakan yang telah melukai hati dan mem­bu­nuh usaha para pedagang, serta memberikan sanksi yang tegas bahkan kapan perlu menon jobkan ok­num-oknum sekolah baik kepala sekolah maupun guru yang bermain,” pu­ngkas Maily.

Sebelumnya Kepala Di­nas Pendidikan Kota Pa­dang, Habibul Fuadi me­nya­­takan, pihaknya akan me­nin­j­au ulang kebijakan tersebut, kalau banyak masyarakat yang merasa dirugikan. (h/mg-rin)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 02 Januari 2019 - 10:55:59 WIB

    Pedagang Terompet Rugi Besar

    Pedagang Terompet Rugi Besar PADANG, HARIANHALUAN.COM – Tidak adanya euforia tahun baru di Padang dikeluhkan sejumlah pedagang terompet yang mengaku rugi dan nyaris tidak ada jual beli selama malam pergantian tahun kemarin, Senin (1/1). Para pedagang r.
  • Senin, 22 Januari 2018 - 02:32:34 WIB

    Pedagang IPPI Tuntut Ganti Rugi

    Pedagang IPPI Tuntut Ganti Rugi PADANG,HALUAN—Persatuan Pedagang Pertokoan Komplek IPPI (P3K IPPI) Pasar Raya Padang, akan menuntut Pemko Padang dalam hal ini Walikota dan Dinas Perdagangan..
  • Rabu, 17 Januari 2018 - 11:40:05 WIB

    Fasiltas Mulai Rusak, Taman Kuliner Sisakan 3 Pedagang

    Fasiltas Mulai Rusak, Taman Kuliner Sisakan 3 Pedagang PADANG, HARIANHALUAN.COM—Kondisi Taman Kuliner disamping Balaikota lama di Jalan Sandang Pangan semakin tidak terawat. Hal ini menyebabkan pembeli semakin sepi, dan juga ditinggal pedagang..
  • Rabu, 20 Desember 2017 - 01:42:37 WIB

    500 pedagang Dipindahkan ke Gedung Inpres

    500 pedagang Dipindahkan ke Gedung Inpres PADANG, HALUAN - Sekitar 500 pedagang yang tersebar di Pasar Raya Padang sejak Minggu-Senin (17-18/12) mulai dipindahkan ke gedung inpres II, III dan IV. .
  • Rabu, 13 Desember 2017 - 09:46:43 WIB

    48 Pedagang Ikan di Padang Mulai Dipindahkan

    48 Pedagang Ikan di Padang Mulai Dipindahkan PADANG, HARIANHALUAN.COM - Puluhan pedagang ikan kering yang berada di Pasar Raya Padang mulai dipindahkan ke Inpres III lantai 2, Selasa (12/12) siang..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM