Perancis Tertarik Bangunan KWBT Mandeh


Selasa, 07 Juli 2015 - 19:06:24 WIB

“Pihak investor melalui duta besarnya sudah me­nyampaikan hal itu kepada Pemkab Pessel. Ke­lan­ju­tannya, pada Rabu (8/7) mendatang, lewat fasilitasi duta besarnya akan ada per­temuan Pemkab dan in­vestor membahas pem­ba­ngunan kereta gantung ter­sebut. Kami menunggu kon­firmasi dari mereka,” kata­nya.

Disebutkan Nasrul Abit, ada sejumlah pulau yang masuk pada perencanaan pembangunan kereta gan­tung, namun pihak investor perlu lakukan penilaian kondisi geografis dan ke­tinggian pulau serta anca­man cuaca lainnya terhadap kereta gantung tersebut.

Bupati Pessel Nasrul Abit mengatakan, kerata gantung merupakan fasilitas penting yang dapat digu­nakan pengunjung untuk melihat laut mandeh di zona khusus dari ketinggian. Se­be­lumnya, titik utama ke­reta gantung yang ditawarkan adalah di Panorma I. dari sini pulau terdekat ada di bagian utara. Namun masih ada peluang untuk meng­hu­bung­kan Puncak Mandeh I ke Pulau Sironjong yang berada dihadapan Pan­orama I.

Disebutkan Nasrul Abit, untuk kelanjutan lokasi ke­re­ta gantung menunggu ka­jian dari tenaga ahli. pem­bangunan kereta gantung perlu kajian khusus teru­tama terkait keamanan ke­reta dan penumpang kelak. “Kita berada di kawasan pantai, tentu perlu mem­perhitungkan arah angin yang masuk kekawasan te­luk, dan ini hanya bisa di­ketahui oleh yang ah­li,” katanya.

Selanjutnya menurut Nas­­­­rul Abit, pulau - pulau strategis di KBWT Mandeh juga segera di bangun der­maga mini. Ada sekitar enam pulau yang bakal men­jadi tujuan pelancong dan butuh segera  dermaga kecil. Der­maga kecil itu bakal di­bangun dengan dana APBD Pessel.

KWBT Mandeh siap di­ja­dikan sebagai Tol Laut Su­matera Barat (Sumbar). Ke­menterian Perencanaan Pem­­­ba­ngunan Nasional (PPN/Bappenas) dukung langkah tersebut. Untuk rea­lisasi Tol Laut Sumbar itu, Pemkab Pessel gandeng peru­sahaan angkutan kapal, PT. Pelindo dan menarik inves­tasi sebesar mungkin. Tol Laut Sumbar yang diran­cang Pemkab Pessel meru­pakan bentuk ke­seriusan daerah ini me­nyokong kon­sep Tol Laut pemerintah pusat.

“Sumbar sudah ­se­­­­pa­tut­nya memiliki Tol Laut untuk mempermudah akses kawasan yang selama ini memang mengandalkan jalur. Misalnya Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pe­sisir Selatan, Kota Padang, Pariaman hingga Pasaman Barat,” katanya.

Pesisir Selatan menurut Nasrul Abit pertama kali mencoba merintis Tol Laut menghubungkan Padang-KWBT Mandeh Pessel-Ka­bu­paten Kepulauan Men­tawai. Jalur ini diyakini kedepan padat dilewati ka­pal baik untuk kepentingan mengankut barang dan ang­kutan penumpang.

‘Kami sudah bicarakan konsep Tol Laut Sumbar dengan sejumlah pe­ru­sa­haan angkutan laut. Rata-rata mereka sangat setuju dengan rencana Tol Laut Sumbar tersebut. Salah satu pe­ngu­saha perusahaan kapal ang­kut yang sudah setuju adalah MV. Mentawai Eks­pres yang sudah be­roperasi me­ngang­kut pe­numpang Padang-Ke­pulau­an Men­tawai,” katanya.

Dikatakannya, seiring dengan pembangunan Ka­wasan Wisata Bahari Ter­padu (KBWT) Mandeh, ma­ka Tol Laut Sumbar akan memiliki peran penting dalam memobilisasi pe­numpang. Jalur Padang - KWBT Mandeh akan me­makan waktu tempuh yang singkat dan menyenangkan bagi penumpang atau pelancong.

“Bila menggunakan ka­pal cepat sejelas MV. Men­tawai Ekspress, maka waktu tempuh diperkirakan hanya sekitar sepuluh menit Pa­dang-KWBT Man­deh. Ini tentu lebih menarik bagi wisatawan asing. Apalagi KWBT Mandeh berada ti­dak jauh dari pusat ekonomi dunia. Dari Singapura ke BIM hanya butuh waktu satu jam,” katanya. (h/har)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]