Polisi Amankan 5 Ton Mita


Selasa, 07 Juli 2015 - 19:16:05 WIB

Dari informasi yang di­him­pun Haluan, peng­gre­bekan lokasi penimbunan minyak tanah illegal terse­but, sudah menjadi target dari Satreskrim Polres Padang Panjang sejak beberapa wak­tu lalu. Apalagi, petugas sudah curiga dengan se­ringnya mobil tangki lalu lalang di lokasi yang berde­katan dengan kantor Polres Padang Panjang tersebut.

“Kita sudah lama mela­kukan pengintaian, tetapi baru hari ini kita bisa menang­kap tangan proses pengisian BBM ke drum dari mobil tangki. Saat ini pemiliknya “NM” serta sopir mobil tang­ki tersebut sudah kita aman­kan untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Kasat Reskrim Polres Padangpanjang Iptu Rainly Labolaang didampingi Kanit Lidik Bripka Azan Fuji­yanto, ketika ditemui di Polres Padangpanjang.

Disampaikan Rainly, dari hasil penggrebekan yang dilakukan oleh personilnya, ditemukan 19 drum yang masing-masingnya berisi sekitar 220 liter minyak tanah dan mobil tangki yang berisi sekitar 5 ton minyak tanah. Untuk jumlah minyak yang berada di dalam mobil tangki, pihaknya masih belum mengetahui pasti dan baru berdasarkan keterangan dari sang sopir.

“Modus operasinya juga su­lit terpantau, dimana BBM ber­subsidi yang harusnya di­dis­tribusikan di Tanahdatar di­b­awa ke Padangpanjang dan disalin ke dalam drum. Waktu dan jumlah minyak tanah yang diselewengkan tersebut juga tidak bisa diten­tukan, apalagi waktu “ken­cingnya” juga sulit dide­teksi,” ungkap Rainly.

Ditambahkan Azan Fuji­yanto, dari keterangan yang berhasil dikumpulkan dari pemilik gudang tersebut, proses penimbunan minyak tanah tersebut sudah ber­lang­sung sejak tiga bulan belakangan. Dimana, dalam satu kali penyalinan ke drum, bisa sampai dua drum.

“Untuk distribusinya sen­di­ri, kita masih mendalami dan mengumpulkan kete­rang­an dari sejumlah pihak. Termasuk pihak Pertamina sendiri, karena kita ingin mengecek keaslian surat DO dan CV yang akan  menerima distribusi minyak tanah terse­but. Apalagi, proses penim­bunan BBM ini sudah ber­lang­sung dalam waktu yang lama, sementara di Padang Panjang sendiri tidak dibo­lehkan adanya pendistri­busian minyak tanah,” sebut Azan Fujiyanto.

Dari informasi di la­pang­an, minyak tanah yang akan didistribusikan untuk kawa­san Tanahdatar tersebut, sebelum sampai di lokasi pendistribusian lebih dahulu dibongkar di Padangpanjang dengan jumlah tiap pem­bongkaran bervariatif. Pihak pemilik gudang tersebut juga mendistribusikannya ke se­juml­ah rumah makan dan industri rumah tangga yang ada di Padangpanjang.

“Kita masih mengkaji wi­layah pendistribusiannya, jika memang sesuai dengan infor­masi yang ada. Kita juga akan memanggil pihak kon­sumen minyak tanah illegal tersebut. Apalagi, industri rumah tang­ga dan tempat usaha tidak boleh meng­gunakan minyak tanah ber­sub­sidi,” ungkap Azan Fu­jiyanto.

Untuk pengembangan kasus tersebut, pemilik gu­dang dan sopir mobil tangki berikut 19 drum yang berisi minyak tanah dan satu unit mobil tangki, telah ditahan di Polres Padangpanjang. Ter­sang­ka penimbunan Minyak Tanah tersebut akan dijerat dengan Pasal 53 Tentang Pe­nyalahgunaan Pe­nyim­panan dan Pasal 53 tentang Izin Angkutan undang-un­dang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas. (h/mg-pis)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]