Hercules Jatuh Karena 1 Mesin Mati


Selasa, 07 Juli 2015 - 19:18:39 WIB

Menurutnya, karena kematian salah satu mesin pesawat, Kapten Sandy selaku pilot pun harus mengambil tindakan menambah kecepatan terbang. Nahas, saat hendak melakukan manuver un­tuk terbang kembali ke Lapangan Udara Suwondo, Hercules yang dikendalikan oleh Sandy justru menabrak sebuah antena radio se­tinggi 150 kaki.

“Nah, Hercules kan sudah terbang rendah, ter­nyata di sana ada antena radio yang tingginya lebih dari 105 feet. Akhirnya, Hercules berbelok kemudian menabrak kubah mas­jid. Setelah itu baru menabrak ruko dan jatuh,” ujar Agus di Mabes TNI, Selasa (7/7).

Pada kesempatan yang sama, Agus juga membantah kabar burung yang mengatakan adanya kelebihan muatan (overload) yang dibawa Hercules C-130 A-1310 saat mengalami kecelakaan di Medan akhir Juni lalu.

“Oh tidak ada overload. Ma­na ada penerbangan boleh over­load. Tidak benar itu,” ujar Agus.

Dalam melakukan investasi terkait musibah kecelakaan Her­cules di Medan, TNI AU tidak melibatkan satu pun penyelidik dari luar prajurit. Menurut Agus, TNI AU telah memiliki ahli dalam bidang penyelidikan kece­lakaan Hercules selama ini.

Pada Senin (29/6) lalu, pesa­wat Hercules yang mengalami kecelakaan berangkat dari Lanud Abdurahman Saleh, Malang, menuju Lanud Adisucipto di Semarang sekitar pukul 09.00 WIB. Pesawat akhirnya terbang ke Lanud Halim Perdana­ku­sumah.

Pada hari kedua, Selasa (30/6), pesawat berangkat dari Lanud Halim untuk menuju Lanud Roesmin Nurjadin di Pekanbaru, lalu dilanjut ke Lanud Dumai sebelum tiba di Lanud Suwondo. Saat berangkat menuju Lanud Tanjung Pinang, Hercules itu jatuh setelah 20 menit lepas landas.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Madya Dwi Badar­manto mengatakan jika jumlah pe­num­pang pada pesawat Hercules yang mengalami kecelakaan mencapai jumlah 101 penumpang dan 12 awak pesawat prajurit TNI AU.

Namun, Kepala Bidang Hu­mas Kepolisian Daerah Sumatera Utara AKBP Helfi Assegaf me­lalui pernyataan yang diterima CNN Indonesia menyatakan sudah ada total 114 jenazah yang berhasil diidentifikasi dari 146 kantong jenazah yang diterima tim. Dengan demikian, masih ada 32 jenazah lagi yang belum diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Sumut. (cnn)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]