82 Kg Ganja Diselimuti Sajadah


Selasa, 07 Juli 2015 - 19:20:25 WIB

Keempat pelaku asal Aceh tersebut yakni Laibi (52), Mulyadi Nur (29) serta  dua orang wanita Ernita (26) dan Nova Mauliza (34). “Laibi dan Nova merupakan pasangan suami istri. Mul­yadi dan Ernita merupakan sepupu dan nekat membawa bocah untuk bisnis haram ini,”ujar AKBP Yuliani.

Bocah yang masih ber­umur 1 tahun tersebut, meru­pakan anak dari Ernita yang  diperalat pelaku untuk mengelabui petugas supaya tidak curiga atas aksi mereka  selama perjalanan dari Aceh ke Sumbar.

Kepala Satreskrim Narkoba Polres Payakumbuh AKP Ru­ssirwan mengungkapkan krono­logis penangkapan 82 ganja ter­sebut. Awalnya, Satresnarkoba mendapatkan informasi, puluhan kilogram ganja tengah memasuki wilayah hukum Sumbar melalui jalur darat yang dibawa oleh 4 orang pelaku dengan menum­pang bus.

Untuk menggagalkan bere­darnya barang haram tersebut, petugas langsung disebar di se­jumlah titik . “Ciri-ciri bus yang ditumpangi dan juga cirri-ciri pelaku sudah kita kantongi. Petugas turut kita sebar untuk menggagalkan beredarnya ba­rang haram tersebut,”kata Rus­sirwan.

Saat bus yang ditumpangi pelaku melaju memasuki batas kota, polisi berpakaian preman yang sudah siaga langsung mem­buntuti bus trayek Medan-Pa­dang. Persisnya di simpang Em­pat Napar, Kelurahan Napar, Kecamatan Payakumbuh Utara keempat pelaku turun dari bus. Pelaku juga menurunkan 4 tas koper dan 4 kotak boks besar dari bagasi bus. Ketika keempat pelaku berjalan untuk mencari tumpangan lain, saat itu pelaku langsung dibekuk petugas. Pe­laku sempat mengelak, tetapi ketika isi  salah satu koper diperiksa petugas, ternyata dite­mukan ganja kering yang di­selimuti dengan kain sajadah.

”Satu persatu tas koper kita periksa, ternyata isinya ganja semua. Paling parahnya, ganja diselimuti dengan sajadah dan mukenah oleh pelaku. Saat dihi­tung, didapati 82 paket besar ganja kering,”tegas  Russiwan.

Usai penangkapan, keempat pelaku  digiring petugas ke Mapolres Payakumbuh. Kepada petugas, pelaku mengakui hanya sebagai kurir dan baru pertama kalinya nekat untuk berbisnis narkoba demi menyambut leba­ran.  Untuk membawa ganja dari Aceh, mereka dibayar Rp 200 ribu oleh pemilik barang yang sedang di Aceh.

”Ini yang pertama kalinya pak. Kami disuruh dan dibayar oleh bos di Aceh Rp200 ribu per paketnya pak. Rencananya, ganja diantar ke seseorang di Sumbar ini,”kata tersangka Mul kepada penyidik. Untuk memuluskan perjalanan, mereka turut pindah-pindah bus dari Aceh hingga Sumbar.

”Uang hasil bawa ganja ini, rencananya untuk bayar anak masuk pesantren pak. Sisanya untuk beli baju lebaran anak-anak  nantinya pak,”kata pelaku Nova yang tengah hamil 6 bulan kepada penyidik Polres Payakumbuh.

”Ini yang kesekian kalinya peredaran narkoba yang berhasil dibekuk Polres Payakumbuh de­ngan skala besar. Artinya daerah kita secara tidak langsung telah menjadi target pemasaran barang haram ini. Ke depannya, kita harap partisipasi masyarakat dalam memberantas narkoba ini,”pinta Kapolres AKBP Yuliani.

Dari data Haluan, setidaknya ada  tangkapan besar terhadap narkoba terutama ganja asal Aceh dan narkotika lainnya di wilayah Payakumbuh dan Kabupaten Li­ma­puluh Kota semenjak 3 tahun terakhir ini.

Di antaranya, April 2012 ba­rang bukti ganja  10 kg,  Jul  2012 dengan barang bukti ganja  70 kg, September 2012 dengan barang bukti ganja sebanyak 26 kg.

Kemudian Mei 2013 dengan barang  bukti ganja seberat 27 kg. September 2013 dengan barang bukti ganja seberat 15 kg, De­sember 2013 dengan barang bukti ganja seberat 5 kg. Mei 2014 dengan barang bukti ganja seba­nyak 25 kg.

November 2014 dengan ba­rang bukti 4 kilogram ganja. April 2015 dengan barang bukti 0,5 kilogram sabu dan Juli ini dengan barang bukti 82 kilogram ganja sekaligus tangkapan paling besar Polres Payakumbuh. (h/ddg)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]