Anjal Ramaikan Jalanan Jelang Lebaran


Rabu, 08 Juli 2015 - 19:05:31 WIB
Anjal Ramaikan Jalanan Jelang Lebaran

Seperti yang dapat kita lihat, mulai dari Jalan Ba­gindo Aziz Chan, sekitaran Pos Indonesia, hingga se­pan­jang Jalan Permindo Pa­sar Raya Padang. Salah satu­nya yang banyak tampak di area blok A, tepatnya di kawasan toko emas, para pengemis banyak menunggu diluar pintu toko tersebut de­ngan menadahkan ember, bah­kan ada diantara mereka yang membawa anak bayi yang masih belum bisa du­duk.

Baca Juga : Di Padang, 42 Kawasan Ini Tak Boleh Menggelar Salat Ied di Masjid dan Lapangan

“Terkadang saya juga jengkel melihatnya, karena mereka memanfaatkan anak kecil supaya orang kasihan dan bahkan mereka tidak segan-segan untuk memaksa meminta pada orang. Yang malas kita, anak-anak yang menarik-narik baju me­min­ta uang lima ribuan atau dua ribuan,” kata salah seorang pengunjung di Toko Emas Sumatera, Rabu (8/7).

Fenomena anak jalanan dan pengemis musiman ini mempunyai tempat-tempat strategis, seperti sekitaran toko emas, lampu merah, toko pakaian dan makanan. Mereka memanfaatkan mo­ment bulan puasa dan Leba­ran untuk meminta-minta pada orang yang sedang berbelanja baju Lebaran dan perhiasan.

Baca Juga : Mantap! Rutan Anak Aia Padang Bagikan Baju Lebaran untuk WBP

Kepala Bidang Pela­ya­nan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Padang, Miral mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordi­nasi dengan pihak Satpol PP untuk melakukan pener­tiban anak  jalanan, pe­ngemis dan gelandangan. Ia mengakui, sejak beberapa pekan lalu hingga saat ini timnya tetap turun ke lapa­ngan untuk melakukan pe­nertiban. Pelaksanaan razia dan penertipan, pihak­nya bergandengan dengan Satpol PP.

“Kita melakukan pener­tiban bukan hanya pada bulan puasa, namun pada hari-hari biasa kita juga tetap melakukan binaan dan pe­nertiban. Kita juga sudah be­berapa kali melakukan pe­latihan dan pembekalan ke­ahlian mesin dan per­beng­kelan untuk anak jala­nan dan pengemis,” ujarnya.

Meskipun sudah dila­kukan pembinaan dan pe­latihan, namun ia melihat anak-anak tersebut masih saja tertarik untuk turun lagi ke jalanan atau ke lampu merah, karena hal itu lebih menjanjikan uang banyak bagi mereka. Untuk itu, ia meminta pada seluruh ma­syarakat untuk tidak mem­berikan sumbangan atau bantuan di jalan, karena akan membuat mereka ketagihan.

Sementara Kepala Sa­tuan Polisi dan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pa­dang, Firdaus Ilyas mengaku sudah melakukan pener­tiban dan terhitung dari awal puasa dan sudah banyak anak jalanan yang ia aman­kan, bahkan dipulangkan ke daerah masing-masing.

“Kita sudah melakukan operasi sejak beberapa hari yang lalu dan setelah kami tanyai dimana asalnya. Maka kami memutuskan untuk mengantarkan mereka ke orangtua mereka,” ujarnya.

Ia berharap, masyarakat juga ikut andil dalam edu­kasi dan memberikan per­hatian pada pada anak jala­nan dan pengemis. Bu­kan dengan cara membe­rikan uang di jalanan, namun ma­sya­rakat dapat menyalurkan bantuannya pada tempat-tempat yang sudah dise­diakan.

“Siapa yang tidak ka­sihan melihat orang me­minta-minta, namun kalau kita tetap memberikan uang pada mereka di jalan. Maka mereka akan ketagihan dan mejadi lahan yang men­janjikan bagi mereka. Selain membahayakan mereka tu­run ke jalan, juga menganggu keter­tiban lalulintas,” pung­kasnya. (h/mg-rin)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]