Jasa Penukaran Uang Baru Tidak Haram


Kamis, 09 Juli 2015 - 19:42:25 WIB
Jasa Penukaran Uang Baru Tidak Haram

Keberadaan jasa tukar uang jalanan ini, kata Japeri, pada dasarnya sangat membantu bagi umat Islam yang memiliki ke­pedulian kepada sesama, di­sebabkan tidak perlu ber­susah pa­yah melakukan an­trean ke­tika ingin me­la­ku­kan pe­nu­karan uang meng­hadapi Le­ba­ran men­da­tang.

Baca Juga : Bekas Atom Center Padang Disulap jadi Penampungan Anak Yatim

Dikatakannya, keberadaan jasa pe­nukaran “uang ja­lanan” selain me­nambah semarak bu­­lan suci Ra­madan dan Idul Fi­tri men­datang, juga men­da­tangkan peng­hasilan bagi pa­ra pelaku jasa pe­nukar uang.

Selain itu, ma­sya­rakat yang memanfaatkan jasa penukaran uang jalanan itu merasa ikhlas untuk mem­berikan keun­tu­ngan kepada mereka. Hal ini, menurut Jape­ri, juga bentuk kepedulian para dermawan terhadap pelaku jasa penukaran uang.

Baca Juga : Curah Hujan Tinggi, Perumda AM Kota Padang Imbau Warga Gunakan Air Seperlunya

“Mereka para penyedia jasa penukaran uang baru tersebut ibaratkan berdagang, sehingga selama tidak merugikan pihak lain, ya tidak apa-apa. Tetapi hal yang mesti diwaspadai adalah oknum yang tidak bertanggung jawab dalam penyebaran uang palsu,” lanjut Japeri.

Sementara berkaitan dengan pelaksanaan zakat fitrah, Japeri mengimbau supaya pengum­pulan dan pendistribusian zakat fitrah disegerakan, meski batas akhir zakat fitrah adalah khutbah Ied. Hal ini diungkapkannya supaya zakat fitrah yang telah ditunaikan oleh umat Islam, bisa digunakan juga oleh “pene­rimanya” dalam upaya mewu­judkan kebersamaan dalam menghadapi Lebaran.

“Diharapkan masyarakat mampu membayarkan zakat mini­mal enam hari jelang Leba­ran, sehingga mereka yang ber­hak menerima dapat mem­per­gunakan untuk kebutuhan mere­ka menyambut leba­ran,”tu­tupnya. (h/mg-jef)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]