Endrizal: Saya Hanya Lakukan Pembinaan


Kamis, 09 Juli 2015 - 19:44:37 WIB

Pembugaran pagi hari itu dipimpin langsung Kadis Pasar dengan adegan pe­manasan, seperti biasa. Na­mun, tak berselang lama Kadis Pasar Padang yang baru saja menjabat sekitar dua minggu itu perintahkan untuk memasang kuda-kuda kepada seluruh petugas.

Secepat itulah ia me­nen­dang kuda-kuda setiap pe­tugas yang sedang berbaris. Sekitar enam orang dari anggota Dinas Pasar menjadi korban, hanya bisa menahan sakit di kakinya. Kemudian sekitar tiga orang dari se­pu­luh personel regu A Satpol PP juga mendapatkan per­la­ku­an yang sama.

Anggota dari Dinas Pa­sar, di antaranya Masrizal, Wahyu, Novriandri, Ru­dia­s­mi, Dani, Ari. Kemudian salah seorang petugas dari Satpol PP, di antaranya ber­nama Tabrani.

Kejadian tersebut banyak saksi mata yang men­yak­sikan kejadian tersebut, mulai dari petugas pasar yang biasa bertugas di daerah Pasar Raya sampai kepada pedagang sekitar yang sudah mulai berjualan pagi itu, namun banyak yang enggan berkomentar yang telah me­reka saksikan.

Salah seorang pedagang menyaksikan kejadian ter­sebut yang enggan di­sebut­kan namanya mengatakan, kejadian sangat kilat tanpa diduga. “Sebelumnya tidak pernah hal ini terjadi, apalagi ada tindak kekerasan fisik seperti itu,” ujar salah se­orang pedagang.

Demikian juga saat Ha­luan datang ke kantor Dinas Pasar, tak satupun ada pe­ga­wai yang mau berkomentar dengan kejadian tersebut. Sedangkan Kepala Dinas yang telah ber­buat sedang tidak berada di kantor se­telah kejadian itu, dengan alasan sedang me­ngikuti rapat muspika.

Danton Satpol PP Kota Padang, Masrul saat ditanyai Ha­luan mengatakan, ia ber­sama rekan yang lain tidak terima dengan kejadian yang menimpa anggotanya. “Ka­lau memang ada latihan atau berolahraga tidak pas waktu­nya, karena seluruh anggota kami sedang berpakaian dinas. Namun pengakuan kepala dinas tersebut cuma mengatakan ingin me­ma­sang kuda-kuda supaya lebih bertenaga dan itu tidak ma­suk akal,” ujarnya.

Dikatakannya, karena tidak senang dengan per­lakuan tersebut sekitar pu­kul 10.00 WIB Masrul de­ngan anggotanya sekitar 30 orang langsung ditarik dari tugas di Pasar Raya dan ingin menyelesaikan per­masalahan ini. Kemudian rombongan Satpol PP men­datangi kantor Dinas Pasar, tetapi kadis dan sekre­taris­nya tidak berada di tempat.

“Kita akan tuntaskan ini sampai beres, apa se­be­nar­nya motif dari perlakuan kepala dinas tersebut,” tambahnya.

Kepala Satpol PP Pa­dang, Firdaus Ilyas saat di­kon­firmasi mengatakan, ia memang mendengar adanya informasi terkait kejadian itu, tapi informasi yang di­da­patkan tidak jelas ke­be­naran­nya. Selain itu, ka­ta­nya, ia tidak mendapatkan laporan dari anggotanya yang diiisukan menjadi kor­ban penendangan tersebut.

“Saya belum bisa mem­berikan keterangan lebih lanjut mengenai informasi itu, karena saya sedang be­ra­da di Jakarta dan belum mendapatkan informasi ya­ng jelas,” ujarnya saat di­hu­bungi Haluan, Kamis (9/7).

Sementara Kepala Di­nas Pasar Kota Padang, Endrizal yang dihubungi secara ter­pisah membantah bahwa informasi tersebut tidak benar. “Tidak benar bahwa saya menendang anggota Satpol PP. Saya hanya me­la­kukan pembinaan terhadap anggota saya dan anggota Satpol PP yang berstatus BKO, alias diperbantukan ke Dinas Pasar di bawah koor­dinasi,” tuturnya.

Dikatakannya, sejak di­lantik menjadi Kepala Dinas Pasar pada 22 Juni, ia me­mi­liki program membina fisik personil Dinas Pasar. Ke­gia­tan itu, ia lakukan seminggu sekali. Namun, pada bulan Ramadan ke­giat­an itu di­lakukan sebulan sekali.

“Pembinaan ini penting dilakukan terhadap petugas Dinas Pasar yang me­ru­pa­kan garda terdepan, karena berhadapan langsung dengan masyarakat jika melakukan penertiban. Oleh karena itu, perlu pembinaan yang ben­tuk­nya latihan fisik. Se­benar­nya, untuk meng­ha­dapi masyarakat, kami tidak mengandalkan fisik, namun dengan tindakan persuasif. Meski dengan cara persuasif, bukan berarti anggota le­mah. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembinaan fisik terhadap mereka,” jelasnya.

Ia menceritakan, ketika itu ia mengumpulkan per­sonil Dinas Pasar sebanyak 12 orang dan empat anggota Satpol PP yang berstatus BKO. Saat awal pembinaan, pihaknya melakukan pe­manasan saat mengawali pembinaan, yakni dengan melihat kekuatan paha per­sonil untuk mengetahui se­berapa jauh kekuatan fisik anggota. Ia mengklaim tidak melakukan tindak ke­ke­rasan dalam pemanasan itu, apalagi sampai menendang anggota.

“Setelah pemanasan se­lesai, saya meninggalkan lokasi dengan suasana yang aman. Lalu, pada siang hari, saya mendapatkan informasi bah­wa saya menendang ang­gota Satpol PP. Itu tidak benar,” sebutnya.

Ke depannya, ia akan ber­koordinasi dengan Sa­tpol PP Padang terkait teknis latihan pembinaan terhadap anggota Satpol PP, karena mungkin tidak sama teknis latihannya dengan personil Dinas Pasar Padang. (h/mg-win/dib)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]