Calon Mulai Berpikir Ulang


Kamis, 09 Juli 2015 - 19:55:22 WIB

Salah satu calon kepala daerah dari unsur legislatif itu adalah calon Bupati Pa­sa­man Barat, Zulkenedi Said . Ia menyatakan dengan tegas akan mengundurkan diri untuk maju pada Pilkada Desember 2015 mendatang.

“Jika diinstruksikan Par­tai Golkar, saya siap maju dan siap mundur (dari de­wan). Tidak gamang sedikit­pun,” katanya, Kamis (9/7).

Zulkenedi berasalan, niatnya maju menjadi menjadi bupati, tidak hanya muncul dari ke­inginan sendiri, namun juga dari keinginan masyarakat. Sejak awal ia sudah mencoba beberapa cara untuk menjadi bupati. Seperti maju melalui jalur independen, namun tidak berhasil karena ada kekurangan persyaratan. Kemu­dian, ia juga mendaftarkan diri ke beberapa partai di Pasbar. Tujuan­nya, selain mencari koalisi, juga berjaga-jaga jika nanti Golkar tidak memberi kejelasan tentang pencalonannya.

Tak hanya itu, keoptimisan Zulkenedi juga dilandaskan kepa­da dukungan Bupati Pasbar saat ini Baharuddin.

“Baharuddin juga telah mem­berikan dukungan kepada saya,” terang anggota DPRD Sumbar empat periode ini.

Sikap tegas lainnya juga datang dari Solok Selatan. Calon bupati dan wakil bupati setempat yang akan berpasangan di Pilkada 9 Desember 2015 mendatang itu, Khairunnas dan Edi Susanto mengaku bersedia mundur dari kursinya di DPRD Solok Selatan.

“Karena itu keputusan MK yang merupakan aturan, saya bersedia mundur dari jabatan saya saat karena saya tetap ingin maju sebagai bakal calon wakil bupati Solsel. Ini adalah pilihan politik saya. Kadang, untuk meraih keme­nangan, harus ada yang dikorban­kan,” ujar Edi Susanto saat dihu­bungi Haluan, Kamis (9/7).

Sementara itu, Khairunas mengatakan, jika memang demi­kian aturannya, ia bersedia mun­dur dari jabatannya. “Demi niat untuk mengabdi kepada masya­rakat, saya bersedia mundur sebagai ketua DPRD.” Katanya saat dihubugi secara terpisah.

Menurutnya, ia ingin menjadi bupati karena pengabdian terha­dap masyarakat lebih banyak dilakukan apabila menjadi kepala daerah. Sementara menjadi ketua DPRD, menurutnya, banyak juga pengabdian kepada masyarakat, namun tidak sebanyak pengab­dian menjadi kepala daerah.

Senada dengan Khairunnas dan Edi Susanto, di Kabupaten Solok, calon bupati/wakil bupati, Agus Syahdeman dan Hendri Dunant memastikan siap menja­lankan aturan MK tersebut

“Saya sangat siap maju sebagai bupati Solok, apalagi kalau nanti yang maju cuma dua pasang (head to head). Saya siap bertarung melawan incumbent,” tegasnya menjawab Haluan via selulernya, Kamis (9/7).

Kalaupun nanti tidak terpilih menjadi Bupati Solok, sementara dirinya telah mundur dari kursi dewan,  Agus mengaku siap. Karena menurutnya, untuk men­capai sebuah keberhasilan di­butuhkan sebuah pengorbanan.

Hal senada juga diungkapkan oleh ketua DPC PDIP Kab Solok, Hendri Dunant. “Sebagai kader kita siap, mundur selangkah untuk maju seribu langkah,” katanya sembari tertawa.

Menunggu

Berbeda dengan Agus Syah­deman, dan Hendri Dunant,  Ketua DPC Gerindra Kabupaten Solok Septrismen Sutan Putiah, lebih memilih mengamankan kursinya sebagai Wakil Ketua DPRD Kab. Solok. Kendati demi­kian pihak­nya tetap akan meng­komu­nika­sikan dengan pengurus DPC, DPD dan DPP Gerindra terkait langkah yang akan diambil.

“Semuanya tergantung kepa­da partai, apakah akan mengusung kader atau mengusung kandidat lain,” jelasnya.

Sikap menanti juga diakui calon kepala daerah di kabupaten lainnya, seperti di Kabupaten Agam. Ketua Komisi I, DPRD Agam, Feri Adrianto, yang diga­dang-dagang maju pada Pilkada Agam, mengaku, terlebih dahulu akan menelaah peluang kembali.

Menurutnya, putusan MK tersebut merupakan sebuah tan­tangan bagi siapa saja yang bakal maju. “ Dengan keluarnya putusan tersebut, tentunya kita harus mengkur, dan kembali berfikir ulang,” jelasnya.

Di Tanah Datar, Ketua DPRD Tanah Datar, Zuldafri Dharma. Zuldafri yang merupakan kan­didat balon Bupati Tanah Datar dari Partai Golkar, juga belum bisa memastikan apakah bakal tetap maju sebagai bupati atau memilih bertahan memimpin DPRD Tanah Datar empat tahun ke depan.

Kendati demikian, Zuldafri Darma cendrung bakal tetap maju sebagai calon bupati yang akan digelar lima bulan lagi pada 9 Desember mendatang. “Ini kan keputusannya baru. Kami di internal partai akan melakukan kajian dan musyawarah. Saya tidak akan menetapkan pilihan ini sen­diri, tetapi harus melalui musya­warah terlebih dahulu, saya juga melihat instruksi dari DPP Golkar dari pusat,” sebut Zuldafri.

Sementara itu, calon kepala daerah di Bukittinggi yang berasal dari kalangan legislative, juga memilih menunggu perkem­ba­ngan. Saat ini ada tiga legislator yang mencalonkan diri sebagai calon Walikota Bukittinggi perio­de 2015-2020. Mereka adalah Ismunandi Sofyan dari Partai Gerindra yang merupakan ang­gota DPRD Sumbar, serta Fauzan Haviz dari PAN dan Rismaidi dari PPP yang sama-sama anggota DPRD Kota Bukittinggi.

Jika sebelumnya ketiga legis­lator ini gencar mensosiali­sasikan diri ke masyarakat, namun dengan putusan MK itu membuat mereka harus berpikir panjang untuk meneruskan maju atau memilih mundur. Ismunandi Sofyan mi­salnya, lebih memilih menunggu kebija­kan dan keputusan dari DPP Partai Gerindra.

“Saya belum mendapatkan rekomendasi dari DPP apakah terus maju atau mundur. Saya kan hanya diperintah partai, jadi kalau kata DPP saya tetap maju, maka saya akan maju,” jelas Ismunandi Sofyan, yang juga sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bu­kittinggi.

Pernyataan senada juga diung­kapkan Fauzan Haviz, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PAN Bukittinggi. Dengan terbit­nya pu­tusan MK itu, Fauzan juga memilih menunggu keputusan dari partai, apakah dirinya direko­mendasikan untuk maju atau mundur.

“Kita lihat perkembangan partai nantinya seperti apa, baru saya bisa memastikan maju atau mundur. Keputusan MK ini mem­buat masyarakat tidak memiliki banyak pilihan calon, karena calon dari DPRD pasti akan berpikir panjang untuk maju, sebab resikonya tinggi, jika tidak terpilih sebagai kepala daerah, maka tidak bisa lagi jadi anggota DPRD. Itu yang berat bagi seo­rang calon dari anggota dewan,” tutur Fauzan Haviz.

Mundur

Berbeda dengan Ismunandi Sofyan dan Fauzan Haviz, calon walikota Rismaidi lebih memilih mundur, karena tidak mau me­ngambil resiko yang lebih berat.

“Keputusan MK harus kita hormati bersama. Dengan keluar­nya putusan MK itu, saya lebih memilih untuk mengundurkan diri sebagai calon kepala daerah.  (h/mg-len/ndi/dib/yat/fma/wan)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 November 2019 - 20:06:30 WIB

    Sidang Alot, Buchari Bachter dan Dady Fatria juga Mundur dari Calon Ketum Kadin Padang

    Sidang Alot, Buchari Bachter dan Dady Fatria juga Mundur dari Calon Ketum Kadin Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Setelah sebelumnya dua calon mundur, penjaringan calon Ketua Umum Kadin Kota Padang akhirnya menyisakan tiga nama. Namun, setelah sidang yang alot, dua calon lagi yakni, Buchari Bachter dan Dady Fa.
  • Kamis, 21 November 2019 - 17:50:16 WIB

    Dua Calon Mundur dari Bursa Ketum Kadin Padang

    Dua Calon Mundur dari Bursa Ketum Kadin Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Dua orang bakal calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Padang mundur dari pencalonan saat digelar Musyawarah Kota (Muskot) Kadin Padang di Hotel Mercure, Kamis (21/11) sore..
  • Selasa, 19 November 2019 - 23:45:45 WIB

    Kadin Padang Segera Gelar Muskota, Lima Nama Calon Ketua Mengapung

    Kadin Padang Segera Gelar Muskota, Lima Nama Calon Ketua Mengapung PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Padang menggelar Musyawarah Kota (Muskota) di ball room Mercure Hotel, Kamis, 21 November 2019 mendatang. Hal itu dikatakan Ketua Karteker, Sam Salam dida.
  • Senin, 14 Agustus 2017 - 17:42:10 WIB

    Baliho dan Poster Bacalon Kepala Daerah Tak Sesuai Perda, Walikota Padang: Sat Pol PP Sudah Tahu Tugasnya

    Baliho dan Poster Bacalon Kepala Daerah Tak Sesuai Perda, Walikota Padang: Sat Pol PP Sudah Tahu Tugasnya PADANG, HARIANHALUAN.COM—Wali Kota Padang, Mahyeldi, akhirnya angkat bicara tentang baliho dan poster bakal calon kepala daerah Kota Bengkuang ini yang mulai muncuil sejak beberapa waktu belakangan. Menurutnya, hal seperti .
  • Kamis, 22 Desember 2016 - 01:08:18 WIB
    JELANG KONFERPROV PWI SUMBAR

    Tiga Calon Mulai Bergerilya

    PADANG, HALUAN – Tiga kandidat Ketua PWI Sumbar periode 2016-2021 mulai ber­gerilya mencari dukungan suara jelang Kon­frensi Provinsi (Konferprov) Persatuan War­tawan Indonesia (PWI) Sumbar yang akan diselenggarakan Seni.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]