Mantan Ketua STAIN Bukittinggi Disambut Dosen dan Mahasiswa


Kamis, 09 Juli 2015 - 19:57:17 WIB

Dari depan, baju kaos itu bergambarkan Ismail Novel, sementara dari belakang bertuliskan, Tanpamu Kami Tak Akan Pernah Ada’. De­ngan penuh rasa haru ber­campur gembira, Ismail Novel langsung memakai baju kaos tersebut.

“Saya sangat terharu, karena dukungan kawan-kawan di kampus begitu juga di masyarakat tidak pernah menurun. Artinya, seperti apa mereka dulu mendukung saya, dan ternyata sampai sekarang mereka tetap mendukung. Saya juga merasa senang, karena bisa kembali berkumpul dengan ke­luarga dan civitas akademika di kampus,” ujar Ismail Novel.

Jika sebagian besar orang menganggap petaka jika masuk penjara, namun bagi Ismail Novel ini adalah peristiwa biasa yang bisa saja menimpa semua orang.

Bahkan Ia sama sekali tidak merasa dihukum, dan tidak me­rasa terhukum, serta menganggap kejadian itu semacam ujian yang harus dilewatinya.

“Intinya, tinggal saja bagai­mana kita menyikapi. Dan saya Alhamdulillah bisa menjalani dengan baik dan saya juga ber­syukur bisa kembali dengan sehat. Keluarga juga sangat kuat untuk melakukan ujian ini. Buk­tinya tidak ada sekolah yang terganggu, dan anak-anak tetap berprestasi di sekolah,” ujar Ismail Novel.

Ismail mengatakan, selama menjalani masa tahanan di Lapas Klas IIA Bukittinggi, dirinya lebih banyak menghabiskan wak­tu dengan membaca buku, menu­lis refleksi, serta menambah hafalan ayat-ayat Alquran. Kini setelah bebas dari jeruji besi, Ismail berencana untuk kembali ke bidang akademik.

“Karena saya belum jadi guru besar atau profesor, mungkin akan kembali ke bidang akade­mik, seperti menulis, mengajar dan meneliti. Semenjak STAIN Bukittinggi berubah status men­jadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, tentu saja banyak kemajuan. Apalagi peru­bahan status menjadi IAIN ini memiliki kewenangan untuk mengembangkan jurusan dan program studi baru,” jelas Ismail.

Ismail juga mengaku lega, karena bagian perjuangan yang dia lakukan bersama kawan-kawan sebelum menjalani masa pidana, akhirnya membuahkan hasil. Meski diakui dirinya tidak bisa berbuat banyak, namun berkat kemauan keras kawan-kawannya itulah yang menu­rutnya mampu membuat STAIN berubah menjadi IAIN.

Meski baru bebas, namun Ismail Novel pada Jumat (10/7) pagi ini diagendakan akan mengi­kuti silaturahmi dengan maha­siswa dan para dosen di Masjid Kampus IAIN Bukittinggi. Bah­kan Ismail Novel telah ditunjuk untuk menjadi khatib saat salat Idul Fitri di Masjid Jamik Cing­karing Banuhampu Agam.

Sebelumnya Ismail Novel divo­nis bebas dari Pengadilan Tipikor Padang pada 16 Mei 2012 atas kasus dugaan korupsi pengalihan Daftar Isian Penggunaan Ang­garan (DIPA) dan Rencana Kerja Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKS-KL) tahun 2007-2010. Namun tidak terima dengan vonis tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU)  kemudian me­ngaju­kan kasasi ke MA pada 8 Juni 2012.

Ternyata MA memvonis bahwa Ketua STAIN Bukittinggi terbukti secara bersama-sama melakukan perbuatan korupsi, dengan mem­vonis Ismail hukuman penjara selama dua tahun dan denda Rp100 juta. (h/wan)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]