Selamat Datang Perantau Minang


Jumat, 10 Juli 2015 - 19:12:46 WIB
Selamat Datang Perantau Minang

Momentum mudik leba­ran, tidak hanya dilakoni mereka yang berhasil “men­jinakkan” ibukota, lalu pu­lang dengan mobil keren dan membawa uang banyak. Pe­rantau yang hidup pas-pasan sekalipun, juga punya ke­inginan dan rutin melakukan hal yang sama. Membanting tulang mengumpulkan uang selama setahun. Kemudian pulang kampung menikmati liburan bersama keluarga.

Baca Juga : Iedul Fithri: Geliat Ekonomi, Momentum Keluar Resesi

Masyarakat di kampung juga demikian, tak terkira senangnya hati ketika dun­sanak pulang kampung. Ru­mah dibersihkan, bila perlu dicat supaya indah. Kue Le­baran aneka rasa juga m­e­nanti. Cerita dan tawa pun me­ngalir seiring angin bertiup.

Untuk tahun ini, Biro Adm. Pembangunan dan Ker­jasama Rantau Set­da­prov Sumbar, memprediksi jika jumlah perantau yang pulang ke Sumbar ber­ku­rang dari tahun lalu. Diper­kirakan hanya sekitar 800.000 pe­rantau yang akan me­man­faatkan momentum lebaran untuk pulang kam­pung.

Baca Juga : Pembangunan dan Keadilan bagi Padagang Kaki Lima

Kepala Biro Adm. Pem­bangunan dan Kerjasama Rantau Setdaprov Sumbar, Muhammad Yani di­dam­pingi Kepala Bagian Ker­jasama Rantau, Fahyu Ye­ retti mengatakan, dibanding tahun lalu jumlah perantau yang pulang kampung tahun ini berkurang. Jika sebe­lumnya, perantau pulang kampung mencapai 900.000 sampai 1 juta orang, tahun ini diperkirakan hanya seki­tar 800.000.

Hal ini kata Yani, dipe­nga­­ruhi oleh lesunya ek­o­nomi perantau, karena me­reka harus mengeluarkan biaya banyak untuk pulang kampung, biaya pendidikan, dan biaya untuk lebaran. Se­mentara perekonomian me­reka tidak mendukung. “Kita perkirakan yang nan­tinya pulang diperkirakan hanya yang sudah me­ngalo­kasikan anggarannya dari jauh-jauh hari,” ucap M.Yani.

Khusus untuk perantau yang pulang basamo, ujar M. Yani, saat ini belum banyak yang melaporkan pada Pemprov Sumbar. Dari sebanyak 77 badan koor­dinasi (Bako) peratau, baru dua organisasi yang mela­porkan akan pulang kam­pung, yakni, perantau dari Kinali, Pasaman Barat se­banyak 600 orang kemu­dian Tanjung Raya, Agam se­banyak 500 orang.

“Kita perkirakan hingga H-3 lebaran, masih akan ada perantau yang akan me­laporkan untuk pulang kam­pung,” ungkapnya.

Sementara untuk me­nyambut kedatangan peran­tau, tahun ini Pemprov Sum­bar juga tidak me­nye­leng­garakan iven khusus. Ka­rena pada umumnya, peran­tau akan mengadakan ke­giatan di kampung dan na­gari asal masing-masing. “Iven yang diadakan Pem­prov Sumbar memang tidak ada, tapi di Kantor Pen­g­hubung ada kegiatan itu,” ujarnya.

Biro Pembangunan dan Kerjasama Rantau dalam men­jalin kerja sama pe­ran­tau khusus untuk mengajak perantau untuk berinvestasi di kampung. Termasuk un­tuk menyalurkan dana za­kat, infak dan sadakah. Data Pemprov Sumbar, sekarang ada sebanyak 77 Bako Pe­rantau dan 71 Ikatan Ke­luarga Minang (IKM) se Indonesia.

Sudah menjadi ke­bia­saan, jika saat pulang, pa­ra perantau akan membawa rupiah yang melimpah. Uang yang ‘ditebar’ di kam­pung halaman itu, tentu diharapkan akan mampu menggerakkan berbagai sek­tor, khususnya sektor eko­nomi. Perputaran uang se­tiap lebaran, diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah hingga mencapai triliunan rupiah.

Dari sejumlah sumber, perantau Minang diketahui tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Di setiap pro­vinsi itu, masing-masing terbentuk paguyuban. Tidak hanya tingkat provinsi, tapi juga terbentuk paguyuban hingga ke tingkat kabupaten/kota dan ke­camatan. Pa­guyuban ter­besar berada di Jawa Timur dan Jawa Barat. Selamat d­a­tang perantau Minang, kam­pung halaman menunggu kedatanganmu. (ryan syair)


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]