BPR Carano Nagari Dilikuidasi


Jumat, 10 Juli 2015 - 20:02:05 WIB
BPR Carano Nagari Dilikuidasi

Dikatakan M. Ilham lagi, untuk 2015 saja berarti su­dah dua BPR Sumbar dibu­barkan sehingga jumlahnya tinggal 100 BPR. Dari 100 BPR tersebut, dua BPR diantaranya saat ini juga masuk dalam daftar Dalam Pengawasan Khusus/DPK” OJK.

Baca Juga : Begitu Fasih, David Beckham Ucapkan Selamat Idul Fitri untuk Warga Indonesia

“Ya mudah-mudahan dua BPR lainnya yang juga masuk daftar “DPK” tidak berakhir dengan likuidasi,” ujar M. Ilham yang juga bersama Direktur Perizinan Perbankan Departemen Pe­ri­zinan dan Informasi Per­bankan OJK Pusat Ahmad Berlian.

Ditambahkan M.Ilham, sebelum dilakukan penca­butan izin usaha, sejak 17 November  2014 lalu BPR tersebut telah masuk dalam pengawasan OJK dengan status “Dalam Pengawasan Khusus/DPK”.

Baca Juga : Hasil Tinjauan IPPPR, Harusnya Bencana Pandemi Covid-19 Bisa Dicegah, tetapi...

Sesuai ketentuan ber­laku maka BPR dimak­sud  diberikan kesempatan sela­ma 180 hari untuk mela­kukan upaya penyehatan yang nyata. Sayang­nya hing­­ga batas waktu yang diten­tukan, BPR tersebut tak menunjukkan perbai­kan.

Pemenuhan modal mi­ni­mum/CAR sebesar 4 persen dan rata-rata Cash Ratio dalam 6 bulan tera­khir minimum sebesar 3 persen sebagai in­dikator kesehatan bank, tidak mam­­pu dipenuhi BPR tersebut.

“Sehingga akhirnya BPR Carano Nagari tersebut harus dilikuidasi,” ujar M. Ilham dalam kesempatan yang juga dihadiri juga Pengawas Bank Se­nior/Wakil Kepala OJK Sum­bar Bob Haspian tersebut.

Dengan pencabutan izin usaha PT BPR Carano Na­gari, selanjutnya LPS akan menjalankan fungsi penja­minan dan proses likui­dasi sesuai UU No. 24 Tahun 2004 Tentang LPS seba­gai­mana diubah UU No.7 Tahun 2009.

“OJK mengimbau kepa­da nasabah BPR yang ber­sangkutan untuk tetap te­nang dan tidak terpancing atau terpro­vokasi melaku­kan hal-hal yang dapat meng­­hambat pro­ses pelaksanaan penjaminan dan likuidasi oleh LPS,” im­bau M.  Ilham lebih jauh.

Mencegah banyaknya BPR yang dilikuidasi, M. Ilham mengharapkan BPR memperbaiki pengelolaan dan manajemen bank. Selain itu OJK juga tengah mem­buat aturan baru terkait permo­dalan inti BPR. Pa­dang misal­nya menjadi Rp6 Miliar dan kabupaten/kota Rp4 Miliar.

BPR Sumbar Terbanyak Kedua Dilikuidasi

Sementara itu Direktur Group LPS Ferdinan D. Pur­ba mengatakan LPS akan melakukan rekonsiliasi dan verifikasi atas data sim­panan dan informasi lainnya untuk menetapkan sim­pa­nan yang layak dan tak layak bayar paling lama 90 hari kerja sejak pencabutan izin usaha.

“Berdasarkan data kami per 31 April 2015, jumlah nasabah di BPR Carano Nagari  aset sebanyak Rp3,1 Miliar, kredit Rp1,53 Miliar dan simpanan nasabah/dana pihak ketiga diperkirakan Rp3,3 Miliar. Semua sim­panan nasabah akan kita selesaikan dalam waktu 90 hari,” kata Ferdinan

Dalam rangka likuidasi BPR tersebut, LPS meng­ambil alih wewenang peme­gang saham termasuk RUPS. Dian­taranya mem­bubarkan badan hukum bank, membentuk tim likui­dasi, menetapkan status “Bank dalam Likuidasi” serta menon-aktifkan direk­si dan dewan komisaris.

Dikatakannya lagi, dari sebanyak 12 BPR Sumbar yang telah dilikuidasi, seba­nyak 6 BPR sudah ditun­taskan prosesnya oleh LPS, sedang­kan 5 lainnya masih dalam proses (diluar penye­lesaian dana nasabah). LPS menargetkan akhir tahun 2015 ini, penyelesaian terha­dap 3 BPR yang masih da­lam proses bisa ditun­taskan.

Ditambahkannya, BPR Carano Nagari secara nasional menjadi bank yang ke-65 (64 diantaranya BPR dan 1 bank umum) yang dilikuidasi LPS sejak operasionalnya LPS pada 2005 lalu.

Sementara itu jumlah simpanan nasabah secara nasional yang sudah diba­yarkan sekitar Rp742 Miliar.

“Secara peringkat, Sum­bar terbanyak ke-2 BPR nya yang dilikuidasi.Peringkat pertama Jabar sebanyak 19 BPR, lalu kedua Sumbar. Namun jumlah BPR gagal yang dilikuidasi itu masih belum seberapa persen­tase­nya dibandingkan jumlah BPR di tanah air saat ini yang jumlahnya sekitar 1.800 BPR,” ungkap Fer­dinan. (h/ita)

BERITA POPULER Index »


Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]