Ulama Bersuara, Indonesia Tak Perlu Ikut Legalkan Perkawinan Sejenis


Jumat, 10 Juli 2015 - 20:09:54 WIB

Karena itu, Ketua Umum Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu itu mengimbau masyarakat In­donesia, khususnya umat Buddha, untuk berlaku se­suai dharma dan kewajaran serta seirama dengan hukum alam untuk mencapai ke­sejahteraan hidup.

Suhadi mengatakan ho­mo­seksualitas dan perka­winan sejenis merupakan tindakan yang tidak wajar dan bertentangan dengan hukum alam. Ajaran Bud­dha sangat menjunjung ke­wajaran dan hukum alam sehingga menolak perka­winan sejenis.

“Memang larangan pe­rilaku homoseksual tidak tercantum dalam sastra-sastra Buddha. Namun, hu­kum agama Buddha berda­sarkan kepada kewajaran dan hukum alam,” tutur Wakil Ketua Widyasabha Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) itu.

Isu homoseksualitas me­ngemuka setelah Amerika Serikat melegalkan perka­winan sesama jenis di selu­ruh negara bagian. Pelegalan itu dianggap sebagai ke­menangan oleh kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dan para pendukungnya.

Salah satu bentuk euforia terhadap pelegalan itu ada­lah pemasangan warna-war­ni pelangi pada foto profil media sosial dan tanda pagar #Lo­vesWin. Euforia serupa juga dilakukan sebagian pengguna media sosial di Indonesia.

Kalangan agamawan di In­do­nesia menolak pe­lega­lan tersebut dan menilai bahwa keputusan pemerin­tah Amerika Serikat terse­but lebih disebabkan faktor politis.

Pemerintah yang ber­kuasa saat ini, Presiden Barrack Obama, berasal dari Partai Demokrat yang dinilai lebih liberal dan sejak semula mendukung kelom­pok LGBT.

Dalam kam­panye, Oba­ma juga menya­takan akan melegalkan per­kawinan sejenis.

Sikap Partai Demokrat itu bertolak belakang de­ngan Partai Republik yang lebih konservatif dan dinilai menjunjung norma. Partai Republik, yang banyak men­­­dapat dukungan kelom­pok Kristen, menolak per­kawinan sejenis.

Perbedaan sikap kedua partai itu juga ditunjukkan dalam isu aborsi.

Partai Demokrat ber­sikap “pro-choice” de­ngan mendukung diper­boleh­kan­nya aborsi, sedangkan Partai Republik bersikap “pro-life” dengan menolak aborsi tanpa alasan medis yang bisa dite­rima. (h/ans)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 03 Mei 2019 - 00:55:24 WIB

    KPU Tolak Rekomendasi Itjimak Ulama III Diskualifikasi Jokowi

    KPU Tolak Rekomendasi Itjimak Ulama III Diskualifikasi Jokowi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan menegaskan pihaknya tak akan tunduk kepada pihak manapun saat menjalankan tugas pada Pemilu 2019. Termasuk Ijtimak Ulama dan Tokoh III yang.
  • Jumat, 26 April 2019 - 12:56:18 WIB

    Evaluasi Pilpres 2019, PA 212 Akan Gelar Ijtima Ulama Ketiga

    Evaluasi Pilpres 2019, PA 212 Akan Gelar Ijtima Ulama Ketiga JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengatakan akan ada ijtima ulama ke-3 untuk mengevaluasi pemilihan presiden atau Pilpres 2019..
  • Selasa, 29 Januari 2019 - 13:41:28 WIB

    Rakornas PBB Dukung Jokowi-Ma’ruf, Caleg di Sumbar Tetap Ijtimak Ulama

    Rakornas PBB Dukung Jokowi-Ma’ruf, Caleg di Sumbar Tetap Ijtimak Ulama PADANG, HARIANHALUAN.COM – Hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Bulan Bintang (PBB) sepakat menyatakan dukungan kepada Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres-Cawapres) 01 Jokowi-Ma’ruf, pada Pemil.
  • Senin, 17 September 2018 - 08:33:28 WIB
    SERUKAN POLITIK IDENTITAS

    Itjtimak Ulama II Dukung Prabowo-Sandi

    Itjtimak Ulama II Dukung Prabowo-Sandi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Dewan Pembina Alumni 212 Rizieq Shihab menggelorakan politik identitas di acara Ijtima Ulama II yang digelar di Jakarta, Minggu (16/9). Rizieq yang sedang berada di Arab Saudi menyampaikan hal te.
  • Ahad, 05 Agustus 2018 - 06:46:42 WIB

    Din Syamsuddin: UAS Ulama Berpengetahuan Luas dan Punya Integritas

    Din Syamsuddin: UAS  Ulama Berpengetahuan Luas dan Punya Integritas JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Ketua Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mendukung seorang ulama menjadi calon wakil presiden (cawapres) dalam Pilpres 2019, termasuk ustadz Abdul Somad (UAS)..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]