P2WN Belum Tetapkan Pemenang


Ahad, 12 Juli 2015 - 18:54:31 WIB
P2WN Belum Tetapkan Pemenang

Namun demikian, kata Armas, P2WN dan Bamus belum menentukan siapa pemenang Pilwana tersebut karena pihaknya menerima la­poran bahwa Zainal didu­ga bermain politik uang un­tuk memengaruhi pe­milih.

Baca Juga : Selama Larangan Mudik, Sebanyak 300 Kendaraan Disuruh Putar Balik di Sumbar

“Berdasarkan laporan yang kami terima, ada empat orang masyarakat yang di­beri uang oleh Zainal, 7 hari sebelum hari pemilihan. Empat orang itu mengaku diberi uang masing-masing Rp200 ribu. Kemudian, ka­mi menghadirkan pemberi dan penerima uang ini pada sidang Badan Musyawarah (Bamus) nagari. Empat orang itu memberikan ke­terangan yang disumpah di bawah Al-quran, bahwa me­reka memang diberi uang oleh Zainal. Zainal pun mengakui ia memberikan uang tersebut kepada mere­ka. Jadi, sesuai Peraturan Bupati Nomor 25 Tentang Pemilihan Bamus dan Wa­linagari Pasal 51, calon walinagari tidak dibenarkan memberikan uang kepada pemilih untuk mengajak pemilih memilih calon ber­sangkutan. Sementara itu, para calon walinagari mem­buat surat pernyataan kepa­da P2WN yang ditan­da­tangani di atas materai 6.000, bahwa apabila ada calon yang melanggar pasal tersebut dan terbukti dengan dua barang bukti, yang ber­sang­kutan bersedia tidak dilantik. Surat pernyataan ini dibikin pada April, saat penetapan nomor urut,” tutur Armas saat dihubungi Haluan, Minggu (12/7).

Ia menambahkan, de­ngan kasus tersebut, pi­haknya belum menentukan siapa pemenang Pilwana Alam Pauhduo. Pihaknya telah menyerahkan kasus tersebut kepada bupati pada 10 hari yang lalu. Saat ini, pihaknya menunggu tim kabupatenuntuk menelusuri kasus tersebut.

Baca Juga : Dibangun dalam Waktu Sangat Singkat, Masjid Ihsan Sungai Patai Sudah Dibuka

Sementara itu, Zainal Abidin yang dihubungi seca­ra terpisah menyebutkan, ia m­engaku memberi uang ke­pada pemuda yang juga me­rupakan pemilih. Uang itu, katanya, adalah bantuan yang diminta oleh pemuda pada akhir April, untuk membeli bola. Saat diminta, Zainal belum memberikan uang itu karena sedang tidak punya uang. Lalu, pada 15 Mei, saat ia sudah punya uang, ia memberikan uang sebesar Rp300 ribu kepada pemuda untuk membeli bola. Saat memberikan uang itu, pemuda sedang bermain bola di lapangan Pekonina. Setelah memberikan uang, ia menyampaikan kepada pe­mu­da bahwa pemuda ja­ngan melupakan dirinya besok saat hari pemilihan. Ketika itu pula, ia menyebutkan nomor urutnya.

“Orang meminta sum­bangan, ya diberi. Bahwa setelah memberikan sum­bangan saya mengatakan kepada pemuda agar jangan lupa kepada saya pada hair pemilihan, itu hal yang biasa. Yang jelas, saya tidak me­ngajak dan meminta mereka untuk memilih saya karena saya tahu itu tidak dibo­lehkan menurut aturan,” sanggah Zainal.

Terkait uang sebanyak Rp200 ribu yang ia berikan untuk empat orang ma­sya­rakat untuk memilihnya, Zainal membantah hal itu. Ia hanya memberikan sum­bangan yang diminta oleh pemuda untuk membeli bola kaki.

Kasus tentang pem­be­rian uang kepada pemilih tersebut, menurut Zainal, adalah kasus yang dibuat-buat untuk menggagalkan dirinya sebagai pemenang Pilwana Alam Pauhduo pe­riode 2016-2021. Ia melihat ada kejanggalan dari kasus terse­but. Ia mem­per­ta­nya­kan, kenapa P2WN dan Ba­mus tidak menentukan pe­menang, sehari setelah Pil­wana digelar. Padahal me­nurut aturannya demikian.

Ia juga menyesali, me­ngapa Pengawas Pi­l­wana tidak menegurnya se­belum hari pemilihan, jika benar dirinya diduga melakukan poltik uang. Se­mentara itu, menurut aturan, apabila ada pelang­garan dalam proses Pilwana seperti pemberian uang ke­pada pemilih, se­harusnya dilaporkan paling lama 3 ha­risetelah kejadian. Sementara kasus tersebut dilaporkan seminggu setelah kejadian.

“Mengapa masalah po­litik uang ini dimunculkan sehari setelah pemilihan usai? Ini kan ada permainan politik untuk menjatuhkan saya,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Solsel, Abdul Rah­man mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim un­tuk memverifikasi dan me­ngin­vestigasi kasus tersebut seminggu yang lalu. Dalam waktu dekat, tim gabungan tersebut akan mengeluarkan hasilnya.

Kepala Bagian Peme­rintahan Nagari Sekretariat Pemkab Solsel, Basrial me­nga­­takan, untuk me­nye­le­saikan sengketa Pil­wana Alah Pauhduo, kedua belah pihak sebaiknya mengacu kepada Peraturan Bupati Nomor 25 Tentang Pemi­lihan Bamus dan Wali­na­gari, dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2004 Tentang Pe­milihan Kepada Desa.

“Apabila nanti tim kabu­paten yang terdiri dari pe­merintah kecamatan, Bagian Pe­me­rintahan Nagari, Ba­gian Hukum, Kes­bang­pol­lin­mas, Inspektorat, dan Polsek, sudah mengeluarkan hasil investigasi sengketa tersebut, kedua belah pihak harus menerima kepu­tusan­nya,” jelasnya. (h/dib)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]