Dua Supir Edarkan Sabu di Padang


Ahad, 12 Juli 2015 - 19:05:29 WIB

Sementara ditangan Novar Nedi (37) diamankan sembilan gram sabu seharga Rp12 juta, dua buah timbangan, satu bong, dua buah plastik besar pembungkus, dua buah pirek, serta satu unit mobil Avanza dengan nomor polisi BA 1476 BU.

Penangkapan pertama yakni Fuzi, di mana berawal dari penyelidikan petugas di lapangan terkait peredaran narkoba di wilayah Padang Barat. Kemudiam petugas melakukan pengintaian di sekitar rumah tersangka, Jalan Purus V, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat, sekitar pukul 21.30 WIB

Ketika tersangka berada di lokasi dan dipastikan memiliki narkoba, petugas langsung menangkap tersangka saat tengah berada di depan rumah. Petugas kemudian melakukan penggeledahan dan didapatkan barang bukti sabu.

Tak sampai di situ, petugas pun me­nan­g­kap Novar yang mengedarkan bisnis haram di kawasan Pauh dan Luki. Dalam penang­kapan tersebut, sempat terjadi kejar-kejaran dari Pasar Bandar Buat dan akhirnya tersangka dapat diringkus ketika mobil yang dikendarainya masuk ke gang buntu.

Kemudian petugas melakukan peng­ge­le­dahan di dalam mobilnya dan ditemukan barang bukti  berupa sabu di dalam saku celana dan di dalam dashboard mobil. Petugas pun mengembangkan ke rumah tersangka di Jalan Padang Besi, Kelurahan Padang Besi, Kecamatan Luki, sekitar pukul 23.00 WIB. Di rumah tersangka petugas mengamankan bong, alat hisap sabu, sendok sabu, plastik pembungkus sabu dan sisa sabu yang sudah dikonsumsi.

Padang Kombes Pol Wisnu Andayana melalui Kasat Resnarkoba Kompol Daeng Rahman mengatakan, kedua tersangka tersebut berperan sebagai pengedar nar­koba di Padang dengan wilayah edar yang berbeda.

“Dalam kasus tersebut tidak ada ke­ter­kaitan satu sama lain. Penangkapan ter­sebut dilakukan tim Resnarkoba bersama dengan tim pemberantasan peredaran narkoba,” ujarnya kepada wartawan.

Dikatakannya, tersangka Fauzi yang bekerja sebagai sopir bus jurusan Padang-Lubuk Basung, diduga mendapatkan sabu dari Bukittinggi, sementara tersangka Novar yang juga berprofesi sebagai sopir men­dapat barang haram itu dari Pekanbaru. Barang bukti yang berhasil disita meru­pakan sisa dari sabu yang sudah banyak terjual. Saat ini, mereka masih diperiksa secara itensif untuk mengungkap siapa saja jaringannya.

Sementara keterangan Aliandru (39) mengatakan, dirinya nekad menjual sabu karena uang yang didapatnya dari pekerjaan sopir tidak mencukupi untuk menghidupi lima anaknya. “Saya terpaksa menjual sabu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saya pun baru keluar tiga bulan yang lalu, setelah sebelumnya menjalani hukuman 18 bulan dipenjara dalam kasus yang sama,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, dia men­dapatkan sabu tersebut diantar oleh temannya dari Bukittinggi dan nanti di jual kembali, sementara kalau ganja untuk dipakai sendiri. “Sekali seminggu teman saya antar ke Padang. Terkahir saya beli seharga Rp2,8 juta, kemudian dibagi menjadi kecil dan terjual dengan harga Rp3,7,” ungkapnya. (h/nas)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]