7 Ton Susu Kadaluarsa Akan Diedarkan di Sumbar


Ahad, 12 Juli 2015 - 19:14:30 WIB
7 Ton Susu Kadaluarsa Akan Diedarkan di Sumbar

Terungkapnya aksi penjualan susu kadaluarsa itu dilakukan Ming­gu  (12/7) kemarin. Bersama barang bukti, petugas juga mengamankan empat orang tersangka. Mereka adalah Rn (32) sales salah satu perusahaan susu, Yn (39) sebagai pembeli serta Ap (40) dan Fd (36) sebagai sopir.

Baca Juga : Sumatera Adventure Bisa Menjadi Lokomotif Ekonomi Baru 

“Saat ini, kita masih mengem­bangkan kasusnya,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kom­pol Hariwiyawan Harun, Minggu siang kemarin.

Dikatakan, penggerebekan susu kadaluarsa itu bermula dari infor­masi masyarakat, yang menye­butkan adanya aktivitas penjualan susu yang sudah kadaluarsa. Akt­i­vitas itu dilakukan para tesangka di Jalan Tengku Bey II, Kecamatan Bukit Raya.

Baca Juga : Bagian dari Sport Tourisme, Sandiaga Uno Dukung Pelaksanaan Tour de Singkarak Digelar Tahun Ini

Berdasarkan informasi itu, ren­cana penggerebekan pun disusun. Benar saja, di lokasi tersebut, tim Opsnal Polresta Pekanbaru menga­mankan sekitar 700 kilogram susu kadaluarsa. Tak berhenti sampai di situ, pengembangan pun dilakukan. Hasilnya, dari rumah salah seorang tersangka, petugas kembali menyita susu kadaluarsa seberat 6,3 ton.

Sehingga total susu kadaluarsa yang diamankan mencapai 7 ton.

Dijual ke Sumbar

Ditambahkan Hariwiyawan Harun, susu-susu kadaluarsa tersebut rencananya akan dijual ke Bukittinggi dan Payakumbah, Sumatera Barat.

“Dari pengakuan tersangka, susu kadaluarsa ini akan di­edar­kan ke Bukittinggi dan Paya­kumbuh. Di sana, susu ini akan dijual lagi dengan kemasan ber­beda, sehingga masyarakat yang membeli di sana tidak tahu kalau itu susu kadaluarsa,’’ terangnya.

Masih menurut pengakuan tersangka, sebelum diamankan petugas Polresta Pekanbaru, para tersangka telah menjual susu kadaluarsa tersebut sebanyak 2 ton. ‘’Jadi dari perusahaan pabrik susu itu, sales ini mengambil sebanyak 9 ton,’’ paparnya.

Sesuai aturan, susu yang sudah kadaluarsa itu seharusnya dimus­nahkan. Entah mengapa, para pelaku bisa mengambilnya dan kemudian menjualnya lagi. “Kita akan terus lakukan pengem­bangan,” tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kepolisian Bukittinggi dan Payakumbuh. Ini untuk anti­sipasi, sekaligus mengungkap kemungkinan telah dijualnya susu kadaluarsa di sana. Sedangkan untuk yang di sini akan ditangani Polresta Pekanbaru,” ujarnya lagi.

Mengagetkan

Sementara itu, Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Drs Aries Syarif Hidayat MM mengakui,  pengungkapan  kasus susu kada­luarsa ini cukup mengagetkan. Apalagi, hal ini sangat besar dampaknya terhadap masyarakat yang akan mengonsumsinya.

‘’Susu-susu ini, seharusnya dimusnakan perusahaan terkait dengan pengawasan. Dengan terungkapnya aksi itu, mem­butkikan adanya kelalaian dari perusahaan tersebut. Untuk itu kami akan melakukan penyeli­dikan lebih mendalam terkait peredaran susu kadaluarsa ini, dari mana asalnya dan akan di­edar­kan ke mana saja,’’ terangnya.

Ditambahkan Hari, terhadap keempat tersangka dikenakan UU tentang Perlindungan Konsumen dan Pangan dengan ancaman penjara maksimal 5 lima tahun dan  pasal 204  KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Lebih jauh Harri menyebut­kan susu-susu ini sangat berbaha­ya untuk kesehatan, karena me­mang sudah tidak layak untuk dikonsumsi. “‘Ini peringatan bagi perusahaan lainnya, jangan ada lagi yang menjual produk kada­luarsa,’’ ingatnya. (nom)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]