Kejaksaan Usut Kasus Drainase Payakumbuh


Ahad, 12 Juli 2015 - 19:15:00 WIB
Kejaksaan Usut Kasus Drainase Payakumbuh

Hasbih menjelaskan, pemanggilan terhadap Muswendri yang sudah  pindah tugas ke Pemko Padang semenjak 1 Juli 2014 lalu itu, terkait keterangan terhadap pembangunan drainase Tan Malaka ketika dirinya menjabat Kadis PU Kota Payakumbuh. “Sedikit banyaknya, Muswendri Evites pasti mengetahui adanya rencana  pembangunan drainase sebelum dirinya pindah dinas ke daerah lain. Keterangan dari mantan Kadis PU tersebut juga untuk memperdalam penye­lidikan ini,”tegas Hasbih.

Baca Juga : Prediksi Cuaca di Sumbar Saat Idul Fitri dari BMKG

Mantan kadis PU Kota Paya­kumbuh Muswendri Evites mem­bantah telah dipanggil oleh Kejak­saan Negeri Payakumbuh. “Tidak pernah saya dipanggil kejaksaan. Kan proyek drainase dikerjakan saat saya sudah pindah dinas ke Pemko Padang,”ujar Muswendi yang saat ini menjabat sebagai Kadis PU Padang.

Dalam perjalanan kasusnya, pada awal 2015 lalu, kejaksaan mencurigai pembangunan drai­nase yang dikerjakan oleh CV Dinamo senilai Rp 948.562.000. Pasalnya, pembangunan drainase sepanjang hampir 500 meter yang mestinya bisa sebagai pembua­ngan limpahan air dari jalan raya, malah tidak berfungsi maksimal hingga sering terjadi genangan air di lokasi di sepanjang Jalan Tan Malaka tempat dibangunnya drainase tersebut.

Baca Juga : Mudik Lebaran, Angkutan Umum di Sumbar Periksa Kelaikan

Tak hanya itu, dari fisik ba­ngu­nan  drainse, masih terlihat kasar dan terkesan  belum ram­pung dikerjakan hingga akhirnya masuk dalam penyelidikan kejak­saan. Kejaksaan juga sudah me­manggil PPTK serta sejumlah nama  lainnya di jajaran Dinas PU Kota Payakumbuh.

“Penyelidikan ini, kita laku­kan secara bertahap,”tegas Has­bih. Selain pembangunan draina­se Tan Malaka, kejaksaan juga tengah membidik proyek lainnya yang diduga adanya indikasi korupsi di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. (h/ddg)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]