Negosiasi Antarparpol di Singapura


Ahad, 12 Juli 2015 - 19:16:07 WIB

Dalam pertemuan itu, tampak juga dua kandidat gubernur, Mulyadi dan Fau­zi Bahar ikut serta dalam pertemuan.  “Kami hanya membangun silaturahmi. Kebetulan tempatnya di Singapura,”sebut Wakil Ke­tua DPW Nasdem Sumbar, Yosmeri Yusuf.

Dari informasi yang dite­rima Haluan, pentolan partai yang hadir di pertemuan itu levelnya ada di tingkat ketua, mulai dari Marlis dari Ha­nura, Alex Indra Lukman dari PDIP, Josrizal Zain dari Demokrat serta Febby Dt Bangso Nan Putiah dari PKB Sumbar, dan Yosmeri sen­diri, termasuk anggota DPD RI, Jeffri Geovani.

“Kami memang men­dorong pertarungan pada Pilgub Sumbar nanti hanya dua pasang, belajar dari Pil­kada Kota Padang yang ca­lonnya banyak. Untuk meng­hadapi petahana, caranya ya seperti ini, head to head.,” sebut Yosmeri lagi.

Selain itu, kata Yosmeri, se­cara kekuatan politik ini menjadi karpet merah bagi gubernur baru untuk menentukan arah kebija­kan pembangunan. Dengan ko­mu­nikasi yang baik dengan seba­gian besar anggota parlemen di daerah, maka program pemerin­tah sangat dipastikan akan men­dapat dukungan secara politik.

“Kalau parlemen sudah di­kuasai, tentu akan memudahkan bagi eksekutif menyiapkan dan melaksanakan program pem­bangunan. Pemetaan calon dan pendukungnya, hendaknya juga bisa jadi pertimbangan  bagi pemilih menentukan si­kap,”sebutnya.

Dari sisi pembinaan kader partai, Yosmeri berpandangan sosok yang akan diusung nanti jelas-jelas merupakan bersumber dari partai. Mungkin, saat inilah jadi pembuktian proses lahirnya kader-kader partai sejak 15 tahun lalu, bisa diandalkan untuk pem­bangunan daerah.

Hanya saja, ia mengelak jika sudah ada kesepakatan soal calon yang akan diusung partai-partai tadi. “Belum ada itu. Cuma arah­nya untuk calon gubernur me­mang mengarah ke pak Mul­yadi,”katanya.

Senada dengan Yosmeri, di Jakarta, Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Syarief Hasan menegaskan pihaknya tetap mengusung Mulyadi sebagai calon Gubernur Sumbar.

“Partai Demokrat tetap men­ca­lonkan Mulyadi,” tegas Wakil Ketua Umum DPP Partai Demo­krat Syarief Hasan menjawab pertanyaan Haluan, di Jakarta, Sabtu (11/7).

Konsekuensi dari pencalonan tersebut, Mulyadi yang untuk priode kedua menjadi anggota DPR dari daerah pemilihan Sum­bar harus mundur menjadi ang­gota DPR setelah dirinya dite­tapkan sebagai calon gubernur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Ya harus mundur jadi ang­gota DPR. Kita harus mematuhi putusan MK itu karena sifatnya final dan mengikat. Pak Mulyadi juga menyatakan siap untuk mun­dur,” kata mantan Menteri Ko­perasi dan UKM itu.

Ketika ditanya peluang Mul­yadi menang dalam mempere­butkan kursi orang nomor 1 di Sumbar itu, Syarief Hasan opti­mis Mulyadi bisa mengalahkan calon incumbent Irwan Prayitno.

Memang syarief Hasan me­ngakui bahwa saat ini eletabilitas Mulyadi berada di bawah Irwan Prayitno. “Memang berada di bawah Irwan, cuma beda tipis dan masih ada waktu untuk men­dongkrak Mulyadi,” katanya.

Kemudian ketika ditanya ca­lon wakil gubernur yang akan dipa­sangkan dengan Mulyadi, DPP Demokrat menyerahkan kepada Mulyadi. “Diserahkan kepada Mulyadi untuk memilih dan me­nentukan wakilnya,” katanya.

Sejauh ini, yang santer dise­but-sebut yang akan mendam­pingi Mulyadi adalah mantan Walikota Padang Fauzi Bahar. Kemudian juga ada nama Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadigue.

Kendati demikian perkem­bangan politik terkait pasangan calon gubernur diperkirakan masih dinamis. Dua pekan waktu tersisa jelang pendaftaran, peru­bahan komposisi seperti yang diperkirakan di atas masih sangat mungkin terjadi.

Fauzi Bahar yang dikabarkan sudah mendapat dukungan dari Nasdem, bisa saja menggunakan kapal itu untuk maju sebagai calon gubernur karena kemung­kinan untuk meraup dukungan PAN masih terbuka. Sebelumnya, dukungan dari PAN yang nota­bene adalah partai tempat Fauzi bernaung dikabarkan sempat tarik menarik terkait putusan calon dari partai berlambang matahari tersebut tersebut. Selain itu, sikap Mulyadi kata sumber Haluan lainnya, diperkirakan masih menunggu hasil survei terakhir yang kabarnya akan dirilis pasca Idul Fitri ini.

Sementara itu Irwan Prayitno yang diusung PKS dan Gerindra hingga kini juga belum dapat dipastikan siapa pendampingnya. Dari proses politik yang tengah dibangun, Irwan Prayitno diincar beberapa calon untuk mendam­pinginya sebagai wakil gubernur, yakni Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit dan Ketua DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim.

Namun demikian, Nasrul Abit tidak termasuk nama yang direkomendasikan untuk cawa­gub oleh Gerindra. Untuk  cawa­gub ini Gerindra meloloskan nama Walikota Solok Syamsu Rahim, Hendra Irwan Rahim, Zulkifli Jailani dan Syafruddin Putra Dt Sunggono.

Dukung Shadiq

Namun demikian, Partai Gol­kar dilanda konflik internal ma­sih punya waktu untuk mengu­sung calon sendiri. Dewan Pimpi­nan Daerah (DPD) Golkar Kota Padang bakal mencalonkan Shadiq Pasadigue sebagai calon gubernur menggantikan Hendra Irwan Rahim jika Ketua DPRD Sumbar itu memilih bertahan di Dewan.

Ketua DPD Golkar Kota Pa­dang Wahyu Iramana Putra yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Padang Minggu (12/7) me­nga­takan, dipilihnya, Shadiq Pasadigue karena ia mampu me­mimpin Kabupaten Tanah Datar hingga dua periode, kemudian berada pada posisi di tengah antara dua kubu Partai Golkar yang mengalami gejolak beberapa waktu lalu serta memiliki penga­laman dalam birokrasi.

Sedangkan, untuk wakil gu­ber­nurnya DPD Golkar Kota Padang memantapkan menca­lonkan Syamsu Rahim.  “Dihar­apkan, kedua pasang calon gubernur dan wakil gubernur bakal terwujud,” katanya.

Selama ini,  dalam Pasal 7 huruf s dan d Undang-undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota (UU Pilkada) anggota DPR, DPD dan DPRD yang mencalonkan diri sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah tidak perlu mundur. Mereka hanya dipersyaratkan memberi­tahukan kepada pimpinan.

Namun, syarat itu tak berlaku  dengan adanya keputusan MK.  Mereka diharuskan mundur dari jabatannya sejak jadi calon kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Shadiq sendiri yang dihubungi terpisah mengaku tetap optimis kendati namanya hilang dari peredaran calon yang akan saling berhadapan. “Kami masih solid dengan pak MK (Muslim Kasim). Jadi, ke­mung­kinan calon yang dua pasang itu masih kepa­gian,” katanya. (h/sam/ade/mat)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]