Muina Englo: Raih Rahmat dari Berhemat


Senin, 13 Juli 2015 - 19:01:36 WIB
Muina Englo: Raih Rahmat dari Berhemat

Kepada Haluan, akhir pekan kemarin, Pimpinan Ford Padang Muina Englo menyebutkan, ada beberapa perbedaan antara kikir dan hemat.

Baca Juga : MAXstream Rilis Sajadah Panjang, Serial Orisinal Terbaru Spesial Ramadan

Perbedaan itu antara lain: orang yang kikir tidak mengeluarkan hartanya de­ngan dalih bersikap hemat. Orang hemat  berarti meng­atur pendapatan sesuai pe­run­tukannya.

Sebijaknya orang ber-Qanaah yaitu bersikap yang hampir mendekati ekono­mis (hemat). Orang yang bersikap Qanaah adalah orang yang malakah (ber­karakter yang melekat) yang ada dalam diri manusia yang menjadikannya puas dengan hal yang sedikit dan merasa cukup dengan apa yang me­menuhi kebutuhan dan men­­­syukuri apa yang ber­lebih atas hasil perjua­ngan­nya.

Baca Juga : Berikut Tips Aman Minum Kopi saat Bulan Ramadan

“Orang yang berhemat ialah orang yang mampu mengatur  pendapatan un­tuk keperluan secara bi­jaksana.  Pengaruh dari hidup berhemat adalah kete­nangan jiwa dengan apa yang diperolehnya. Jadi, sikap hemat memerlukan qana’ah (ekonomis ) dalam ke­beradaannya, sedangkan qana’ah membutuhkan si­kap hemat dalam prak­tik­nya,” papar Muina.

Manusia diciptakan dan diciptakan pula bersamanya kebutuhan dan berbagai sarana yang akan menopang kebutuhan tersebut. Ma­nusia membutuhkan pangan karena ia ingin hidup. Ia pun butuh pakaian dll karena ingin bermasyarakat.

“Jelasnya, manusia me­merlukan hal-hal primer sebagai sarana kehidupan. Ia memerlukan harta untuk mencapai segala tujuan itu, dan membutuhkan peker­jaan untuk memperoleh uang,’ lanjutnya.

Perbedaan Hemat dan Irit

Lenih jauh Muina me­ngatakan, ada beberapa per­bedaan antara hemat dan irit. Orang hemat berarti orang yang mampu meng­atur pengeluaran sesuai per­untukannya.

Orang hemat biasanya uangnya melebihi cukup sehingga ia mampu me­milah mana kebutuhan pri­oritas dan mana hanyalah kei­ngi­nan (lapar mata dan gengsi)

Irit artinya ia dalam kon­disi yang berkekurangan sehingga dengan agak ter­paksa harus mengurangi pembelian barang – barang termasuk kebutuhan po­kok.

Untuk hidup penuh da­lam rahmat dan berkah dari Allah SWT, manusia harus bekerja keras , tepat dan cerdas untuk menampung rahmat dan berkat Allah. Saat ini, berkat dan rahmat ALLAH tidak datang dalam wujud real misalnya jatuhnya uang dari langit atau tiba-tiba bangun tidur sudah ada uang sebanyak yang dibu­tuhkan seperti kisah – kisah dongeng saat kita masih kecil.

Dari perjuangan – per­juangan meraih rejeki dari Allah itu dan mendapatkan hasil setimpal serta mem­pergunakannya tepat guna, maka hidup manusia akan berbahagia. Mampu ber­hemat (bersyukur) aakan menimbulkan kebahagiaan dan mendatangkan kese­hatan.

Jadi hidup hemat ada­lah hidup yang mensyukuri ber­kat dari Allah, hidup yang penuh rahmat Allah serta penuh  berkat atas hasil berkinerja maximal. (h/atv/*)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]