Ambarwati: Pencairan Dana Sudah Sesuai Prosedur


Senin, 13 Juli 2015 - 19:15:23 WIB

“Pencairan dana untuk pihak rekanan dilakukan sesuai prosedur yang ada. Uang yang dicairkan sesuai dengan nilai pekerjaan yang telah dikerjakan oleh pihak reka­nan,” sebut Ambarwati dihadapan majelis hakim yang diketuai dike­tuai Badrun Zaini, beranggotakan hakim Mahyudin, dan Emria Fi­triani.

Tahun 2012 itu, lanjut Am­barwati, ada 3 kali pembayaran tagihan untuk pihak rekanan oleh pihak RSSN. “Terakhir, pencairan dana tahun 2012 tersebut dilakukan pada tanggal 17 Desember 2012,” bebernya lagi.

Dari total anggaran dalam kegia­tan pengadaan Cathlab RSSN tahun anggaran 2012 yakni sebesar Rp17 miliar, setidaknya ada empat item kegiatan yang harus dilakukan oleh pihak rekanan, yakni untuk penga­daan unit Cathlab, pengadaan UPS, pelapisan ruangan serta paket ins­talasi. “Dari keempat item tersebut, tiga item belum bisa terlaksanan seperti pengadaan UPS, pekerjaan ruangan serta instalasi,” lanjut Ambarwati.

Kendati demikian, lanjut Ambar­wati, ada beberapa item pekerjaan yang belum tuntas. Untuk itu, pihak RSSN telah menganggarkan lagi dana sebesar Rp512 juta yang untuk penyelesaian instalasi dan pelapisan ruangan.

Dilain pihak, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Surya Dinata Cs mempertanyakan lagi mengenai uji fungsi alat Cathlab di RSSN Bukit­tinggi ini. Lagi-lagi, dihadapan persidangan, Ambarwati yang saat kasus ini bergulir menjabat sebagai PPK belanja modal mengatakan kalau alat Cathlab ini sudah ber­fungsi dan pernah dicoba oleh pihak Siemens selaku distributor.

Keterangan terdakwa Amba­r­wati ini dibenarkan oleh dua terdak­wa lainnya, yakni Mawardi, penyedia barang/jasa pekerjaan Pengadaan Cathlab RSSN tahun anggaran 2012 dan Dani Setiawan, selaku ketua Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP).

Didampingi oleh Kuasa Hukum-nya Fauzi Novaldi Cs, H. Mawardi dengan tegas membantah kalau dirinya terlah meminta pencairan dana 100 persen dimuka sebelum pekerjaan tuntas. “Saya mengajukan pencairan dana setelah pekerjaan tuntas. Dan pencairannyapun dibagi atas tiga termen,” pungkasnya.

Usai mendengarkan keterangan dari terdawka Ambarwati, majelis hakim kemudian menunda sidang hingga hari Selasa, 28 Juli 2015 dengan agenda keterangan dua terdakwa lainnya.

Sebagaimana diketahui, pada hari Jumat lalu, majelis hakim sempat melakukan sidang ditempat atau sidang di RSSN Bukittinggi untuk mengetahui dan menyaksikan sendiri alat Cathlab yang menjadi permasalahan dalam kasus ini. Dalam sidang ditempat tersebut juga diketahui ternyata, Cathlab ini memang bisa bekerja dengan baik. Hal ini bertentangan dengan dak­waan JPU Surya Dinata Cs sebelum­nya, yang mengatakan bahwa alat Cathlab ini tidak berfungsi dengan baik.

Dugaan korupsi itu terkait alat kesehatan (Alkes) catchlab di Ru­mah Sakit Stroke Nasional (RSSN) Kota Bukittinggi pada 2012 ini, memiliki anggaran sebesar Rp16,8 miliar, tahun anggaran 2011. Dalam kasus itu negara diperkirakan telah mengalami kerugian keuangan itu negara telah dirugikan sekitar Rp14 miliar, karena pengadaan tersebut logikanya dinilai total loss. Hal itu dikarenakan barang alkes catchlab yang diadakan tersebut fisiknya ada, namun sejak barang diadakan tidak dapat difungsikan. Dalam dakwaan jaksa disebutkan, hal yang me­ngakibatkan tidak berfungsinya alat itu karena spesifikasi ruangan, yang menyebabkan salah satu bagian dari alat cacthlab tidak dapat berfungsi karena menyentuh lantai.

Perbuatan ketiga terdakwa telah menyebabkan kerugian negara sebe­sar Rp15,5 miliar. Perbuatan ter­dak­wa diatur dan diancam dengan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf a dan b ayat (2) dan ayat (3) UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 jo psal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atau melanggar pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf a dan b ayat (2) dan (3) UU RI nomor 31 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi yang telah diubah dan ditambah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 jo psal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (h/hel)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]