DPD PPP Agam Ajukan Pemecatan Nofrizal Anas


Senin, 13 Juli 2015 - 19:16:32 WIB

Syafril Huda me­nam­bahkan, pengajuan PAW Nofrizal Anas ini karena bersangkutan telah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tang­ga (AD/ART) partai. Yaitu, tidak pernah ikut aktif da­lam kegiatan partai. Kea­daan ini sendiri sudah ber­langsung sejak lama, bahkan sebelum proses pencalegan dimulai. Nofrizal Anas juga sudah mendapatkan surat peringatan  (SP) 1, SP 2, SP 3 dan pemberhentian. Na­mun, Nofrizal Anas menya­takan akan berubah dan sudah membuat surat per­nyataan akan terlibat aktif dalam kegiatan partai ketika duduk sebagai dewan.

“Sayangnya, hingga seka­rang ia masih tidak berubah. Bahkan ketika masih men­jabat sebagai Sekretaris DPC PPP Agam, kami harus men­datangi rumah beliau untuk minta tanda tangan, seharusnya beliaulah yang datang ke kantor,” ucap Syafril Huda.  Tidak hanya itu, me­nurutnya Nofrizal Anas se­bagai Ketua Fraksi PPP di DPRD Agam tidak me­nye­rahkan uang iuran fraksi ke keuangan partai. Hal ini berakibat pada terham­bat­nya jalannya roda organisasi partai.

Saat ini, jabatan Nofrizal Anas juga telah digantikan oleh Husni Thamrin. Dan untuk penggantian posisi Nofrizal Anas di dewan, masih dalam proses. Jika nanti, Nofrizal Anas diPAW-kan, maka pemilik suara terbanyak kedua dibawah Nofrizal akan mengambil alih, yaitu Dahyondri Dt Basa. Nofrizal sendiri ber­asal dari daerah pemilihan Agam enam meli­puti Keca­matan Tanjung Raya dan Matur.

Terpisah, Nofrizal Anas ketika dihubungi Haluan membantah apa yang disam­paikan Syafril Huda. Bah­kan, ia menantang Syafril Huda untuk membuktikan AD ART mana yang ia lang­gar. Ia sendiri merasa telah banyak berkorban untuk partai. “Sa­ya justru merasa he­ran, ke­napa bendahara partai yang datang hanya sekali-kali dan tidak aktif mengurus partai, ke­napa tidak diber­hentikan. La­lu, kenapa saya yang ikut me­­ngu­rus partai diber­hen­tikan. Ada apa ini,” sanggah Nofrizal.

Terkiat uang iuran fraksi yang tidak disetor ke reke­ning partai, Nofrizal mem­benarkan hal tersebut. Ini merupakan perintah dari DPW, baik itu dari kubu Yulfadri Nurdin dan Martias Tanjung yang meminta uang tersebut tidak disetor dulu ke rekening partai. Hal ini dikarenakan ada ke­kha­wa­tiran dana tersebut bisa disalahgunakan.

“Kami bersama seluruh anggota fraksi juga sudah berembuk dan sepakat me­na­han dana tersebut. Yang jelas dana tersebut sudah dipotong dari gaji kami setiap bulan, tidak kami pakai kok. Hanya tidak disetorkan ke rekening part­ai sesuai perintah DPW,” ucap Nofrizal.

Nofrizal sendiri me­nga­takan, jika kondisi ini terus berlanjut dan nama baiknya terus dicemarkan ia siap menempuh upaya hukum untuk menyelesaikan per­soalan ini. Termasuk jalur partai, agar hak politiknya tidak dihilangkan begitu saja. Ia menganggap apa yang terjadi saat ini hanya karena like and dislike, bukan kare­na kinerja di partai.  Nofrizal juga mempertanyakan posisi Syafril Huda yang me­nga­jukan pemberhentian diri­nya. (h/eni)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]