Loloskan Partai Berkonflik, KPU Dinilai Inkonsisten


Senin, 13 Juli 2015 - 19:22:16 WIB
Loloskan Partai Berkonflik, KPU Dinilai Inkonsisten

Ia menyayangkan sikap KPU tersebut yang me­ngi­kuti kesepakatan namun berlawanan dengan undang-undang. Menurutnya, mes­kipun dalam kesepakatan parpol harus menyertakan rekomendasi dari DPP, na­mun rekomendasi dari DPP tersebut haruslah sifatnya tunggal bukan bukan jamak.

Baca Juga : Partai Golkar Satu Suara Usung Airlangga Hartarto Jadi Capres

“Sikap KPU ini sangat tidak konsisten dengan pen­dirian KPU sebelumnya. KPU terlihat ingin menjadi penengah partai-partai yang terbelah, sesuatu yang se­sungguhnya bukan tugas fungsi KPU,” kata Titi.

Akibat hal tersebut kata Titi justru merugikan calon pasangan yang akan me­ngaju­kan pencalonan karena calon yang akan diusung partai yang mengalami dua­lisme harus melalui me­kanisme berulang dari dua kepengurusan ber­beda un­tuk mendapatkan re­ko­men­sasi pencalonan.

Baca Juga : Perkuat Infrastruktur Digitalisasi Partai, Anis Matta Resmikan Gelora Media Centre

Sebelumnya, dalam ra­pat konsultasi antara KPU, pim­pinan DPR, fraksi, Komisi II DPR, Bawaslu, dan Ke­men­dagri, pada Kamis (9/7), disepakati bahwa Partai Golkar dan PPP yang me­mi­liki kepengurusan ganda bisa mengikuti pilkada serentak pada Desember 2015 dengan syarat calon peserta pilkada harus diusulkan bersama-sama oleh pengurus ganda dalam dokumen terpisah, agar dapat diterima oleh KPU.

Sementara aturan KPU sebelumnya, disebutkan pe­ngu­rus yang berhak me­nga­jukan calon adalah yang telah disahkan Ke­men­kum­ham. Namun adapun terjadi seng­keta kepengurusan, ma­ka yang digunakan adalah kepu­tusan pengadilan yang ber­ke­kuatan hukum tetap. (h/rol)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]