Dua Nelayan Padang Hilang di Perairan Pisang Gadang


Senin, 13 Juli 2015 - 19:36:18 WIB

Informasi yang diperoleh Ha­luan di lapangan, kedua nelayan itu hilang dalam waktu berbeda. Awal­nya, M. Ali (58) nelayan asal Sebe­rang Panggalangan yang hilang saat melaut di kawasan perairan Pisang Gadang arah Sibonta.

Diperkirakan M. Ali hilang akibat perahunya dihantam badai, sedangkan rekannya bernama Anam (45) hilang saat berusaha mencari Ali di kawasan tersebut.

Penuturan beberapa saksi mata, M. Ali pergi menjala ikan menggu­nakan perahu miliknya pada Ming­gu (12/7) malam, tapi kor­ban tak kembali hingga pagi hari. Baru pada siang hari (13/7), seorang nelayan lain melihat perahu korban dalam keadaan kosong dan tengah terombang-ambing sekitar satu mil dari Pulau Pisang.

Hal itu dikabarkan ketika sampai di muara. Mendengar kabar itu, Anam yang merupakan rekan korban mencoba melaku­kan pencarian sekitar pukul 16.00 WIB. Namun hingga berita ini diturunkan M. Ali dan Anam yang mencarinya belum kunjung kem­bali ke tepian.

“Basarnas beserta pihak ter­kait dari Padang Baywatch, Re­lawan Peduli Bencana, Polsek Padang Barat, dan rekan-rekan nelayan tengah melakukan pen­carian ke lokasi temuan perahu,” ucap Juanda Sodo.

Juanda mengaku telah mela­kukan koordinasi dengan nelayan sebagai saksi yang melihat dan relawan dari Mentawai Fast dalam melakukan pencarian. Akan te­tapi, pencarian yang dilakukan belum membuahkan hasil karena cuaca buruk. Direncanakan pen­carian akan dilanjutkan hari ini.

“Kita akan lakukan persiapan sebelum kembali melakukan pencarian. Kita tentukan dulu pola pencarian yang akan diterap­kan, menyiapkan peralatan pen­carian. Untuk menentukan titik-titik koordinat yang menjadi kemungkinan keberadaan kor­ban. Sekitar pukul 06.00 WIB besok (pagi ini, red) pencarian akan kita lanjutkan,” imbuhnya.

Dedi Henidal selaku Kepala BPBD-PK Kota Padang ketika dihubungi juga mengkon­fir­ma­sikan bahwa pencarian terhadap dua nelayan yang hilang di seki­taran Pulau Pisang akan dilan­jutkan hari ini. “Cuaca sedang tidak memungkinkan untuk me­ne­ruskan pencarian. Besok akan dilanjutkan,” ucapnya.

Ia menambahkan, hujan deras yang mulai mengguyur sebagian besar wilayah Sumbar setelah musim kemarau terjadi sebulan belakangan hendaknya menjadi pertimbangan bagi para nelayan saat melaut, guna meminimalkan terja­dinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Hujan mulai turun lagi de­ngan intensitas cukup tinggi dan bahkan disertai badai. Diha­rapkan nelayan berhati-hati da­lam memutuskan untuk melaut atau tidak. Jika cuaca tidak me­mungkinkan, tahan dulu aktivitas melautnya,” tutupnya.

Sementara itu, tanggal 26 Juni 2015 lalu, seorang nelayan Air Bangis Kecamatan Sungai Be­remas, Kabupaten Pasaman Ba­rat, Sardan (27) ditemukan sudah meninggal setelah lima hari hi­lang di Pulau Ular, sekitar lima jam perjalanan dengan perahu mesin dari Air Bangis.

Sebelumnya korban hilang ketika melaut sejak Minggu (21/6) bersama teman-temannya menggu­nakan Kapal Kuala Intan Empat. Saat itu korban berada di atas kapal dan sewaktu rekan korban bangun tidur korban sudah tidak ada lagi di atas kapal. (h/mg-isq)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]