Mengurai Kemacetan Lebaran


Selasa, 14 Juli 2015 - 19:31:39 WIB
Mengurai Kemacetan Lebaran

Penyebab kemacetan, karena ramainya kendaraan bermotor di jalan raya, terutama mobil pribadi. Jumlah mobil di Sumatera Barat langsung melonjak drastis, karena banyak perantau yang pulang kampung membawa mobil pribadi. Jumlah mobil pribadi yang dibawa masuk ke wilayah Sumatera Barat saat lebaran mencapai ribuan unit.

Baca Juga : Sri Mulyani Sebut Pemakaian Konsumsi Listrik Tumbuh 3,3 Persen

Mobil pribadi itu secara bersamaan memasuki jalan raya Sumatera Barat, terutama pada jalur yang tadi, Padang-Bukittinggi, Bukittinggi-Payakumbuh, Padang-Solok dan Padang Painan. Tujuannya untuk berlebaran ke rumah sanak-saudara dan ada juga yang pergi bersantai ke objek-objek wisata. Akibat daya tampung tak sesuai lagi jumlah kendaraan yang masuk ke jalan raya terjadilah kemacetan parah.

Tapi, sesungguhnya kemacetan parah tak hanya disumbangkan jumlah mobil yang banyak saja, tapi juga pola pikir dan tingkat kesadaran masyarakat mematuhi peraturan berlalu lintas. Saat terjadi kemacetan, masih banyak pengemudi yang saling berpacu mengambil jalur kanan. Akibatnya, kendaraan dari arah berlawanan tidak bisa lewat. Alhasil kondisi menyebabkan kemacetan parah. Kadang jarang pula pengemudi yang mau mengalah. Pertengkaran pun kerap terjadi.

Baca Juga : Pemerintah Putuskan WNI dari India Boleh Masuk Indonesia dengan Prokes Ketat, Karantina 14 Hari

Di samping itu banyak pula warga yang memar­kirkan mobil di bahu jalan Raya. Padahal jalan raya itu sempit dan sudah diberi rambu-rambu lalulintas dilarang parkir, namun tetap saja dilanggar. Kerusakan mobil alias mogok di tengah-tengah perjalanan juga ikut me­nyebabkan kemacetan. Kerusakan bisa disebabkan, karena sebelumnya kelaikan jalan mobil tidak diperiksa. Ada juga yang disebabkan karena pengemudi tidak terampil dan juga akibat kecelakaan di jalan raya.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sudah berupaya mencarikan solusi untuk mengurai kemacetan di jalur-jalur yang tadi. Di antaranya, dengan membuka jalur Sicincin-Malalak dengan target bisa mengurai kepadatan kendaraan  di jalur Lembah Anai. Namun masih banyak pengemudi yang enggan lewat di jalur ini dengan berbagai alasan, selain sepi ada pula karena takut longsor.

Baca Juga : MAKI: Apa Urusan Wakil Ketua DPR Kenalkan Penyidik KPK ke Walkot Tanjungbalai?

Sedangkan kemacetan di jalur Padang-Solok diurai dengan memperbaiki jalan di jalur tersebut. Sejak dua tahun belakangan jalan Sitinjau Lauik sudah selesai dikerjakan perbaikannya. Karenanya, kemacetan tidak lagi sering terjadi pada jalur ini. Mudah-mudahan saja di Hari Raya Idul Fitri tahun ini, kemacetan tidak terjadi lagi di jalur tersebut.

Dari uraian di atas, dapat juga disimpulkan bahwa faktor pengendara sangat tinggi perannya dalam menyumbangkan kemacetan. Karena itulah, diperlukan sekali kesadaran pengendara dalam mematuhi aturan berlalu lintas. Polisi yang bertugas juga perlu menindak tegas pengemudi yang karena ulahnya menyebabkan kemacetan panjang. Tilang saja pengendara dan kendaraan yang melanggar aturan berlalulintas. **

Baca Juga : Tak Segera Reshuffle Kabinet, PKS: Tunjukkan Jokowi Lemah

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]