Libur Lebaran, 100 Ribu Pengunjung Padati Bukittinggi


Rabu, 22 Juli 2015 - 18:11:53 WIB

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bukittinggi Melvi Abra, dari lima hari pasca le­baran tersebut, Dinas Ke­budayaan dan Pariwisata Kota Bukittinggi meraih pemasukkan sebesar Rp satu miliar. Ia memperkirakan pemasukan ini bisa men­capai Rp dua miliar sampai dengan akhir Juli 2015 ini.

“Hari lebaran pertama hingga hari lebaran ke lima pengunjung yang datang ke Bukittinggi membludak, hal tersebut sesuai dengan pre­diksi kita sebelumnya. Mu­dah-mudahan pemasukkan Rp dua miliar dari objek wisata bisa tercapai hingga akhir bulan ini,” kata Melvi via telepon selular kepada Haluan, Rabu (22/7).

Melvi menjelaskan, ob­jek wisata Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan atau Kebun Binatang, Ben­teng For De Kock, Panorama Lo­bang Jepang paling ba­nyak dikunjungi oleh pe­ngun­jung. Akibatnya sejum­lah taman di dalam objek wi­sata itu banyak yang rusak dan menurutnya perlu di­per­baiki kembali setelah lebaran.

Disamping itu tam­bah­nya, masalah perparkiran di sekitar objek wisata perlu dibenahi karena biaya parkir yang terlalu mahal sangat menganggu kenyamanan pengunjung. Hal itu akan menjadi perhatian dari ins­titu­sinya ke depan.

“Mulai hari ini (red, kemaren) kunjungan wisata ke Bukittinggi sudah mulai menurun karena masa li­buran sudah habis namun demikian pengunjung tetap akan ramai sampai dengan akhir bulan ini,” tutur Mevi.

Terpisah salah seorang pengunjung, Endi dari Pe­kanbaru mengatakan, ia da­tang ke Bukittinggi bersama ke­luarga dan anak-anaknya untuk mengunjungi Taman Marga Satwa atau lebih di­kenal de­ngan Kebun Bi­na­tang.

“Anak-anak ingin melihat koleksi bintang yang ada di kebun binatang, sebab selama ini mereka hanya melihat dari televisi saja. Anak saya yang besar ini ingin mencoba me­nunggangi gajah,” ungkapnya.

Arus Balik Bukittinggi Masih Padat

Sementara, arus balik yang melintasi Kota Bu­kit­tinggi masih terlihat padat merayap, Rabu (22/7). Meski demikian, volume kendaraan yang melintasi Kota Bukit­tinggi jauh lebih menurun dibanding yang terjadi pada Selasa (21/7) lalu.

“Kalau saya mem­pre­dik­si, puncak arus baliknya justru terjadi pada Selasa (21/7), karena saat itu banyak se­kali kendaraan yang masuk dan keluar Bukittinggi. Volume kendaraan pada Rabu (22/7) justru lebih menurun dras­tis, sekitar 50 persen,” ujar Kasat Lantas Polres Bukit­tinggi AKP Rio Sigal Hasi­buan, Rabu (22/7).

Menurut Rio Sigal Ha­si­buan, volume ken­daraan yang paling padat sepanjang Rabu (22/7) terjadi me­ngarah ke luar Kota Bu­kittinggi, seperti di jalan Bukittinggi-Payakumbuh, serta Bukittinggi-Padang. Sementara untuk arus seba­liknya, boleh dikatakan lan­car, aman dan ter­ken­dali.

Kasat Lantas mem­pre­diksi, pengunjung yang saat ini masih memadati Kota Bukittinggi berasal dari warga Kota Bukittinggi dan sekitarnya, sehingga diya­kini tidak akan berdampak besar pada arus balik pada hari Kamis ini.

Terkait kejadian kece­lakaan lalu lintas (laka lan­tas), Kasat Lantas me­nga­takan, sepanjang operasi ketupat yang dimulai tanggal 10 Juli 2015 hingga 22 Juli 2015 kemarin, telah terjadi empat kasus laka lantas di kawasan hukum Polres Bu­kit­tinggi.

“Dari empat kasus laka lantas itu, tidak ada korban jiwa, sementara korban luka berat satu orang dan luka ringan tiga orang,” jelas Rio Sigal Hasibuan. (h/ril/wan)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]