Liburan Idul Fitri, Wisatawan Merasa Diperas


Rabu, 22 Juli 2015 - 18:25:45 WIB

Salah seorang pengun­jung objek wisata yang me­n­dapatkan kesan diperas itu adalah jurnalis sebuah sta­siun televisi nasional di Padang, Jhon Nedy Kam­bang. Kepada Haluan, ia merasakan mahalnya tarif parkir di Kota Wisata ini, sama dengan keluhan pe­ngunjung lainnya yang da­tang berwisata ke Bu­kittinggi.

“Saya memarkir ken­daraan tak jauh dari The Hill Hotel, dekat Jam Gadang. Bersama keluarga, kami ingin menikmati suasana Lebaran di Kota Bukittinggi. Tapi saat memarkir kendaraan, seorang juru parkir tanpa identitas me­minta uang Rp20 ribu untuk sewa parkir. Ini jelas tak lazim. Saya menolak,” kata John Nedy Kambang.

John menuturkan, saat ia mempertanyakan tarif yang sudah keluar dari aturan yang ditetap­kan itu, juru parkir itu menjawab sambil membelalakkan matanya dan nada suara mengancam. “Tak masalah kalau Bapak tak bayar, tapi jika Bapak tak mau bayar, saya tak jamin keselamatan mobil Bapak,” kata John Nedy Kam­bang menirukan ucapan petugas parkir nakal.

Ia menilai, tarif tak lazim itu merupakan suatu bentuk teror yang harus diusut. Ia juga menilai, jika dipatok tarif sebesar Rp5 ribu per mobil merupakan suatu hal yang wajar saat lebaran, meski tetap diatas tarif Perda. Namun tarif Rp20 ribu menurutnya sudah sangat tidak wajar.

“Waktu itu, saya tak mau ada masalah, lalu membayar parkir sebesar 20 ribu rupiah. Saya jadi heran, kemana walikotanya, masa tidak tahu problem di daerahnya. Masa iya walikota tidak bisa mengendalikan kotanya sendiri. Kami bisa saja mengangkat isu ini ke tingkat nasional jika kami mau,” tegasnya.

Di Padang, di laman face­book-nya, Indra Sakti Nauli mela­porkan soal sindiran soal layanan kepariwisataan di kawasan wisata pantai Air Manih, Padang. Status yang ia sebut sebagai petunjuk itu menggambarkan biaya yang mung­­kin dikeluarkan oleh pe­ngunjung lokasi wisata Batu Malin Kundang itu, mulai dari gerbang masuk, lalu kutipan untuk kelompok masyarakat tertentu, uang parkir, dan biaya lainnya.

Selain itu di Pantai Padang, Eko, pengunjung kawasan ter­sebut juga dikagetkan dengan mahalnya biaya makan di Pantai Padang. “Kami makan batigo, amuah lho kanai Rp500 ribu. Baa tu da,”katanya kepada Haluan.

Bukittinggi akan Ditinggal

Menanggapi kejadian-keja­dian ini, Ikatan agen tour dan perjalanan Indonesia atau Asita (Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies) terus memantau perkembangan kasus ‘tarif parkir mencekik’ di Kota Bukittinggi. Jika tidak ada tinda­kan tegas dari Pemko Bu­kittinggi, Asita Sumbar berjanji akan me­ngeluarkan surat saktinya.

“Kabarnya Pemko Bu­kit­tinggi sudah menangkap 9 petugas parkir yang memungut biaya parkir di luar ketentuan yang telah ditetapkan dalam Perda. Kami akan terus memantau kasus tersebut, serta akan berko­or­dinasi dengan teman-teman di Bukittinggi,” ujar Ketua DPD ASITA Sumbar Ian Hanafiah, Rabu (22/7).

Menurut Ian Hanfiah, tidak terlalu sulit untuk mengatasi kenakalan petugas parkir nakal, jika pemda betul-betul serius untuk mengatasinya. Menu­rut­nya, tarif parkir mencekik di Bukittinggi merupakan problem klasik yang tidak pernah teratasi.

Ia juga memberikan solusi kepada Pemko Bukittinggi untuk membuat plang tarif parkir sesuai perda di banyak lokasi wisata dan tempat parkir, sehingga pengun­jung tau berapa sebenarnya tarif parkir yang harus dibayar.

Namun yang paling penting menurutnya adalah membangun Posko Ketidaknyamanan. Tapi Ian Hanfiah berharap posko itu tidak diisi oleh polisi, dengan alasan banyaknya warga yang malas dan takut jika harus ber­hadapan dengan polisi.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asita, Asnawi Baharmengatakan, pihaknya ma­sih menunggu pernyataan resmi dari Asita Sumbar untuk mener­bitkan peringatan kepada peme­rintah daerah untuk membenahi pariwisata di Kota Bukittinggi, meski diakuinya telah menge­tahui permasalahan tersebut secara umum.

“Saat ini, sekitar 80 persen turis mancanegara dan sekitar 75 persen wisatawan domestik ma­sih dihendel oleh Asita. Jika Pemko Bukittinggi tidak bisa memanajemen permasalahan tarif parkir, macetnya Bukit­tinggi, mahalnya tarif hotel dan maka­nan, maka bisa saja kami tidak merekomendasikan para wisa­tawan untuk menginap di Bu­kittinggi,” tegas Asnawi Bahar.

Ia juga mempertanyakan un­sur legislatif dan yudikatif di Kota Bukittinggi, yang dinilainya hanya diam dan belum membantu ba­nyak dalam mengatasi berbagai permasalahan di Kota Bukit­tinggi.

Tarif parkir di Kota Bukit­tinggi sebenarnya telah  diatur dalam Perda Kota Bukittinggi Nomor 4 tahun 2011. Ber­dasar­kan Perda itu, untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor tarif parkirnya sebesar Rp1.000, serta Rp2.000 untuk kendaraan roda empat atau mobil. Namun fakta­nya banyak petugas parkir yang memungut lebih dari aturan yang ada.

Sebelumnya, banyak pengun­jung Bukittinggi terpekik akibat tarif parkir yang mencekik. Saat lebaran, satu kendaraan roda empat dipatok Rp20 ribu, dan roda dua dipatok Rp5 ribu hingga Rp10 ribu.

Amankan Tukang Parkir

Terkait masalah ini, Kepala Kantor Satpol PP Kota Bukittinggi, Syafnir mengatakan, hingga saat ini Tim Gabungan telah menertibkan 16 petugas parkir nakal yang beroperasi di enam titik di Kota Bukittinggi, seperti di kawasan Pasar Atas, Pasar Bawah, Simpang Sovia, Tikungan Yos Sudarso samping Bank Nagari, Jalan Pemuda, serta jalan lurus di Jalan Ahmad Karim.(h/wan/mat)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 31 Desember 2019 - 21:15:12 WIB

    Tahap II di Masa Liburan, KOARSA Laksanakan Sunatan Massal Gratis di Pagadih

    Tahap II di Masa Liburan, KOARSA Laksanakan Sunatan Massal Gratis di Pagadih AGAM,HARIANHALUAN.COM-Dalam masa liburan anak sekolah ini,  untuk kedua kalinya Konco Arek Sahati (KOARSA) melaksanakan  kegiatan amal berupa Sunatan Massal Gratis.  Kali ini  berlokasi di Nagari Pagadih..
  • Selasa, 19 Juli 2016 - 14:59:53 WIB

    Selama Liburan, Baznas Sijunjung Khitan 170 Anak

    Selama Liburan, Baznas Sijunjung Khitan 170 Anak SIJUNJUNG, HALUAN- Selama liburan sekolah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sijunjung telah memberikan pelayanan khitanan gratis kepada ratusan anak dari keluarga mustahik..
  • Senin, 28 Desember 2015 - 03:17:30 WIB

    Dampak Liburan Akhir Tahun, Bukittinggi Macet

    BUKITTINGGI, HALUAN — Banyaknya wisatawan keluarga yang berkunjung ke Bukittinggi pada libur akhir tahun ini, berdampak pada kepadatan arus lalu lintas di kawasan itu. Kemacetan panjang salah satunya terjadi di kawasan Pada.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]