Angin Puting Beliung Landa Danau Kembar


Rabu, 22 Juli 2015 - 18:29:02 WIB

Tak lama berselang, tepatnya jam 16.30,terjadi pusaran air  dengan diameter  15 meter di tengah danau tak jauh dari Air Rarak Utara. “Pusaran air itu makin lama makin membesar dan membuat permukaan air danau seperti mendidih,”kata Suhendri.

Anggota DPRD Kabupaten Solok dua periode ini me­ngata­kan, pusaran air berdiameter 15 meter itu kemudian membubung menembus awan seperti anak panah. Pusaran air yang mem­bumbung ke awan ini sempat menjadi tontonan menarik bagi masyarakat sekitar Danau Diba­wah  selama dua puluh menit. Namun setelah itu suasana me­nye­nangkan itu berubah menjadi teror yang  menakutkan,karena pusaran angin putting beliung itu mulai bergerak menuju daratan. “Pusaran angin itu tiba tiba bergerak menuju Jorong  Air Rarak Utara. Disini,angin itu mulai menebarkan bencana, satu buah rumah,dimana  seluruh atapnya diterbangkan angin,”ujar Suhendri.

Selain itu, angin juga merusak tanaman sayur  milik warga di Jorong Air Rarak Utara dan Air Tawar Selatan,Nagari Kampung Batu Dalam, Kecamatan Danau Kembar Kabupaten Solok. Dika­takan Sektertaris Fraksi Golkar ini, angin puting beliung tidak hanya menerbangkan atap rumah warga di Air Rarak Utara, me­lain­kan juga sebuah rumah di Jorong Air Tawar Selatan.

Di Jorong  Air Rarak Utara hingga Jorong Air Tawar Selatan, setidak tidaknya 4 Ha tanaman sayur siap panen seperti tomat, cabe dan bawang hancur beran­takan diterjang angin yang me­lintas kawasan itu.

Melihat kerusakan tersebut, masyarakat semakin panik. Mere­ka berlarian ke Masjid Darus­salam, Jorong Air Rarak Utara untuk mencari perlindungan. Di tengah kepanikan itu, salah se­orang tetua nagari minta salah seorang warga untuk melak­sana­kan azan. “Eri (31), salah seorang warga mengambil inisiatif untuk mengumandangkan azan.Setelah azan selesai, perlahan angin pu­tting beliung bergerak menuju Air Tawar Utara dan kemudian masuk kembali ke tengah Danau Dibawah dan kemudian perlahan lahan menghilang,”tukas Suhendri.

Dalam peristiwa serupa di Limapuluh Kota, bencana yang terjadi tiga hari pasca lebaran di Kecamatan Payakumbuh dan Kecamatan Guguak tersebut, telah merusak puluhan rumah warga setempat. “Sebanyak 43 bangunan warga rusak akibat puting beliung tersebut. Dan 6 diantaranya rusak parah. Saat ini petugas kita masih berada di lokasi bencana untuk mem­ber­sih­kan puing sisa terjangan angin puting beliung ,”ujar Nasriyanto Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Li­ma­puluh Kota.

Dengan terjadinya bencana angin puting beliung di Nagari Koto Tangah Simalanggang, Na­gari Koto Baru Simalanggang dan Nagari Simalanggang pada Keca­matan Payakumbuh serta Nagari Kubang di Kecamatan Guguak tersebut setidaknya turut menam­bah data bencana puting beliung BPBD Kabupaten Limapuluh Kota.

Nasriyanto mengungkapkan, selama 2015 ini, sudah 4 kali bencana angin puting beliung melanda Kabupaten Limapuluh Kota. Yakni pada 15 Maret yang terjadi Nagari Mungo, Nagari Andaleh dan Nagari Sungai Ka­muyang pada Kecamatan Luak. Akibatnya, 135 bangunan baik fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah dan rumah warga rusak diterjang angin berkece­patan tinggi tersebut.

Kemudian, pada 2 Juni ben­cana angin puting beliung juga memporak-porandakan dua na­gari di Kecamatan Situjuah Limo Na­gari, yakni Nagari Situjuah Banda Dalam dan Nagari Situjuah Batua. Selain merusak belasan rumah warga, puluhan pohon besar turut tumbang akibat puting beliung.

Pada bulan yang sama, persis­nya 30 Juni angin puting beliung kembali menerjang Kabupaten Limapuluh Kota. Di saat buka puasa, warga di Nagari Pilubang, Kecamatan Harau kejutkan de­ngan hujan batu es disertai petir hingga terjadinya angin puting beliuang. Dua unit rumah warga setempat rusak parah setelah dihantam pohon kelapa yang tumbang akibat terjang angin.

Dan terakhir pada 20 Juli di Nagari Koto Tangah Sima­lang­gang, Nagari Koto Baru Sima­langgang dan Nagari Sima­lang­gang pada Kecamatan Paya­kum­buh serta  Nagari Kubang di Kecamatan Guguak yang meru­sak 43 rumah warga serta me­numbangkan pohon-pohon besar.

Diperkirakannya, dalam be­berapa waktu kedepan, bencana angin puting beliung masih me­nghantui warga Kabupaten Lima­puluh Kota. Hal tersebut berda­sarkan Kabupaten Limapuluh Kota salah satu daerah pa­ling rawan terhadap bencana puting beliung. Dari 13 kecamatan, 7 di antaranya merupakan kawa­san pemetaan terhadap bencana pu­ting beliung tersebut. Yakni Kecamatan Mungka, Kecamatan Guguak, Kecamatan Harau, Keca­matan Payakumbuh, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kecamatan Luak dan Kecamatan Akabiluru.

”Dari tahun ke tahun, ke 7 kecamatan tersebut merupakan langganan dari bencana angin puting beliung. Kalau kita hitung, sudah ratusan bangunan yang dirusak oleh angin berkecepatan tinggi tersebut,”ujarnya lagi.

Untuk antisipasi terhadap bencana angin puting beliung, terutama terhadap kerusakan secara material dan korban jiwa, jauh-jauh hari BPBD sendiri sudah berupaya melakukan pen­ce­gahan bencana.. (h/eri/ddg)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]