Wabup Minta Masyarakat Kendalikan Diri


Kamis, 23 Juli 2015 - 19:12:58 WIB

Ia mengimbau masya­rakat, terlepas dari senang atau tidak kepada Zainal, untuk tidak menyegel kantor walinagari atau menghalangi Zainal dalam bertugas se­bagai walinagari aktif, hing­ga masa jabatannya habis. Menurutnya, jika ma­sya­rakat menyegel kantor wa­linagari karena tidak senang dengan Zainal, hal itu me­rugikan masyarakat karena kantor walinagari adalah milik masyarakat. Selain itu, penyegelan tersebut meng­hambat pelayanan peme­rintah nagari Alam Pauhduo terhadap masyarakat yang berurusan ke sana.

Sementara itu, Wakil Bupati Solsel, Abdul Rah­man mengimbau masya­rakat untuk mengendalikan diri, agar persoalan Pilwana tidak menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

“Pemda telah mem­ben­tuk tim investigasi untuk menangani persoalan Pil­wana Alam Pauhduo. Tim investigasi sudah turun ke lapangan sejak beberapa minggu yang lalu. Hingga saat ini, tim masih bekerja dan hampir selesai. Untuk itu, masyarakat sebaiknya menunggu hasil investivasi tim tersebut,” ujar Rahman.

Sementara itu, Wali­na­gari Alam Pauhduo, Zainal mengatakan, penyegelan itu terjadi pada Rabu (22/7) pagi. Pagi itu, ia masuk kantor pada jam 8.10 WIB. Di kantor itu terdapat se­orang pegawai kantor wa­linagari Alam Pauhduo. Kemudian, pada pukul 9.00, camat Pauhduo mendatangi kantor tersebut untuk mela­kukan inspeksi mendadak terkait kehadiran pegawai kantor walinagari pada hari pertama masuk kerja. Sete­lah camat pergi, kantor ter­sebut didatangi oleh kurang lebih 20 orang masyarakat pada pukul 9.30. Salah se­orang di antara masyarakat tersebut meminta Zainal keluar kantor karena pe­menang Pilwana Alam Pa­uh­duo periode 2015-2021 belum ditetapkan. Zainal kemudian keluar kantor dan mengatakan kepada ma­syarakat tersebut bahwa ia masih berhak masuk kantor karena masa jabatannya baru habis pada 11 Agustus. Se­telah itu, ia meninggalkan kantor menggunakan mobil.

“Setelah saya pergi, kan­tor disegel masyarakat, se­hingga pelayanan terganggu sekitar dua jam. Setelah ada kesepakatan antara tokoh masyakarakat, tokoh pe­muda setempat dengan bin­ta­ra pembinaan dan ke­amanan ketertiban ma­sya­rakat dan bintara pembina desa, segel dibuka sekitar pukul 11.00,” terang Zainal.

Ia menambahkan, per­soalan itu berakhir saat camat memberikan arahan, yakni dengan surat ke­se­pakatan agar tidak ada lagi penyegelan kantor wali na­gari. Surat kesepakatan itu ditandatangani oleh camat, Babinsa, Babinkamtibmas Polri, tokoh masyarakat, ninik mamak, tokoh pe­muda, dan kepala jorong setempat.

Informasi yang di­him­pun Haluan, penyegelan ter­sebut dilatarbelakangi oleh informasi yang beredar di masyarakat bahwa masa ja­batan Zainal sudah habis, sehingga digantikan oleh pejabat sementara. Karena terprovokasi oleh kabar ter­sebut, sekelompok ma­sya­rakat mempersoalkan tin­dakan Zainal yang masih ma­suk kantor padahal masa ja­batannya sudah habis. (h/dib)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]