Alquran Era Rasulullah Ditemukan di Birmingham


Kamis, 23 Juli 2015 - 19:27:02 WIB

Naskah tersimpan bersama ko­leksi buku dan dokumen asal Timur Tengah lainnya, tanpa diidentifikasi sebagai salah satu fragmen Alquran tertua di dunia.

Ketika seorang peneliti PhD melihat lebih dekat pada halaman-halamannya, diputuskan untuk melakukan tes radiokarbon. Ha­silnya amat mengejutkan.

Susan Worall, direktur koleksi khusus Universitas Birmingham, mengatakan peneliti tidak berpikir naskah ini begitu tua.

“Mencari tahu bahwa kami me­miliki salah satu fragmen Alquran tertua di seluruh dunia adalah sangat fantastis,” ujar Worrall.

Tes yang dilakukan Accelator Unit Universitas Oxford, menun­jukan fragmen — yang ditulis di atas kulit domba — adalah teks tertua yang masih bertahan.

Tes ini menunjukkan proba­bilitas lebih 95 persen. Artinya, perkamen itu berasal dari tahun 568 dan 645.

“Naskah ini bisa membawa kita kembali ke periode awal berdirinya Islam,” kata David Thomas, guru besar agama Kristen dan Islam.

“Menurut tradisi Muslim, Ra­sulullah Muhammad menerima wahyu yang membentuk kitab suci antara tahun 610 dan 532,” lanjut Thomas.

Menurut Thomas, orang yang menulis Alquran dengan baik pasti kenal sangat dekat dengan Ra­sulullah, mengetahui pemikirannya, dan mampu mencatat semua wahyu yang diucapkan.

Beberapa bagian Alquran ditulis pada perkamen, bagu, daun korma, dan tulang belikat unta. Versi akhir dikumpulkan dalam bentuk buku, dan selesai tahun 650.

Bagian Alquran yang ditulis pada perkamen diberi tanggal dan tahun setelah Rasulullah meninggal.

“Bagian-bagian ini harus dalam bentuk yang sangat dekat dengan bentul Alquran yang kita baca saat ini,” demikian Profesor Thomas.

Ia juga mendukung gagasan bahwa teks telah mengalami peru­bahan, dan itu dapat dilacak dan diungkap.

Naskah yang ditulis dalam Hijazi Script, bentuk awal tulisan Arab, adalah salah satu fragmen tertua Alquran.

Dr Waley mengatakan dua folio — dalam huruf Hijazi yang indah dan menarik — hampir pasti berasal dari masa tiga khalifah pertama.

Tiga khalifah pertama me­mim­pin komunitas Muslim antara kira-kira 632 dan 656.

Utsman bin Affan, khalifah ketiga, memperbanyak Al-Quran dan mendistribusikannya.

“Komunitas Muslim saat itu tidak cukup kaya untuk menimbun kulit binatang selama sekian puluh tahun, dan menghasilkan mushaf lengkap. Diperlukan banyak kulit bintang untuk menyalin Alquran,” kata Dr Waley.

Dr Waley menunjukan naskah yang ditemukan oleh Universitas Birmingham adalah warisan ber­harga yang selamat dari salinan masa awal.

“Dalam hal apa pun, script Hijazi ini mengejutkan. Ini tentu berita suka cita bagi umat Islam,” de­mikian Dr Waley.

Naskah itu adalah bagian dari Koleksi Mingana, tertimbun di antara 3.000 dokumen Timur Te­ngah yang dikumpulkan Alphonse Mingana — seorang pastor Chaldean yang lahir dekat Mosul — tahun 1920.

Mingana melakukan perjalanan ke Timur Tengah dengan sponsor Edward Cadbury, dinasti pembuat cokelat, untuk mengumpulkan naskah kuno.

Komunitas Muslim di Birming­ham menyatakan kegembiraan luar biasa atas temuan itu. Saat naskah dipamerkan di depan publik, Mu­hammad Afzal — ketua Birming­ham Central Mosque — sedemikian lama menatapnya dan tak sadar air matanya meleleh.

“Saya yakin siapa pun yang melihat naskah awal ini akan penuh emosi,” ujarnya. Prof Thomas mengatakan Mus­lim Birmingham kini patut bangga bahwa mereka memiliki harta tak ternilai. (h/inl)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]