Obama Segera Tutup Penjara Guantanamo


Kamis, 23 Juli 2015 - 19:28:32 WIB

Juru bicara Gedung Pu­tih Josh Earnest, Rabu, me­ngatakan bahwa pemerintah AS berharap tidak terjadi korsleting dengan kubu opo­sisi Partai Republik di Kong­res yang selalu ngotot meng­ganjal penutupan Gitmo (nama julukan Guanta­na­mo).

Kubu Republiken se­nantiasa mengganjal pemin­dahan ptersangka teroris asing yang ditahan di Pang­kalan AL AS di teluk Guan­tanamo, Kuba, ke penjara AS. Selain itu pemerintah mendapat tentangan dari Pentagon untuk memu­lang­kan para tersangka teroris ke negara mereka karena me­reka dianggap sebagai an­caman potensial terhadap keamanan (dunia).

Di Penjara Gitmo kabar­nya kerap terjadi ke­se­we­nang-wenangan termasuk merendam tahanan di air selama berlangsung in­te­rogasi, dan Gedung Putih bilang kabar ini diembuskan sebagai alat propaganda oleh kelompok-kelompok pengganas untuk merekrut pendukungnya demi me­nyerang AS.

Gitmo dimanfaatkan un­tuk menahan gerombolan Al-Qaeda dan Taliban se­telah serangan 11 September 2001 terhadap gedung pen­cakar langit WTC di New York.

Ada dua tahanan yang dipulangkan ke negara me­reka atau dipindahkan ke negara ketiga pada tahun ini, sehingga jumlah pesakitan turun dari 127 menjadi 116 orang. Washington meme­rintahkan sebanyak 69 tawa­nan berkebangsaan Yaman untuk dipulangkan ke nega­ranya yang kini dilanda kekacauan.

Koran The New York Times melaporkan Rabu (22/7) bahwa Gedung Putih khawatir Pemtagon me­ngu­lur-ulur waktu pemindahan pesakitan teroris asing ini.

Penasihat keamanan na­sional Gedung Putih Susan Rice pekan lalu bertemu dengan Menteri Pertahanan Ash Carter. Rice menye­rahkan memo kepada Men­han carter yang menyatakan carter punya waktu 30 hari untuk memutuskan berapa jumlah pesakitan asing yang bakal ditransfer. Anmun carter tak mau terpatok tanggal pentransferan pesa­kitan asing itu. (h/inl)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 25 September 2015 - 18:54:51 WIB

    Obama dan Putin Akan Bertemu di PBB

    NEW YORK, HALUAN — Pre­siden AS Barack Obama dan Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan mengadakan per­temuan pertama dalam setahun terakhir, Senin (28/9).

    Pertemuan kedua pe­mim­pin dunia.

  • Ahad, 22 Maret 2015 - 19:20:04 WIB

    Persulit Perdamaian Israel-Palestina, Obama Kritik Netanyahu

    WASHINGTON DC, —  Di masa kampanye, Benjamin Netanyahu menyatakan dia tidak akan mengakui Palestina sebagai sebuah negara. Kini ketika Netanyahu sudah terpilih sebagai perdana menteri Israel, janji kampanyenya itu dian.

  • Selasa, 03 Maret 2015 - 19:13:35 WIB

    Obama dan Netanyahu Adu Mulut

    WASHINGTON, HALUAN — Presiden AS Barrack Obama dan PM Israel Benjamin Neta­nyahu, Senin (2/3), terlibat adu mulut soal program nuklir Iran. Saat pidato di Kongres, Netanyahu mengatatakan ke­se­pakata .

  • Jumat, 13 Februari 2015 - 19:50:46 WIB

    Obama Akan Bunuh Para Pemimpin ISIS

    WASHINGTON, HALUAN — Presiden Barack Obama menyatakan akan mengirimkan pasukan khusus Amerika Serikat untuk membunuh para pemimpin ISIS di tengah permintaannya kepada Kongres untuk  mengizinkan operasi militer darat gun.

  • Jumat, 13 Februari 2015 - 19:49:57 WIB

    Tiga Mahasiswa Muslim Ditembak, Presiden Turki Kritik Obama

    NORTH CAROLINA, HA­LU­AN — Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengkritik Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang diam soal pembunuhan tiga mahasiswa muslim di North Carolina. Erdogan mendesak Obama.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]