DPRD Bukittinggi Sorot Kasus Tarif Parkir Mencekik


Kamis, 23 Juli 2015 - 19:37:31 WIB

Dijelaskanya, apa yang dikeluhkan dan dihujat oleh masyarakat itu sebentulnya dapat diminimalisasi kalau sejak awal fungsi pengawasan dan penindakan dapat dilak­sanakan secara sungguh-sungguh oleh SKPD terkait.

“Kami mengusulkan un­tuk dibentuk satuan petugas atau satgas parkir, agar bisa lebih fokus membenahi dan me­nyelesaikan segala per­masalahan parkir di Bu­kittinggi, terutama di saat lebaran dan liburan,” tutur M. Nur Idris.

Tarif parkir di Kota Bu­kittinggi sebenarnya telah  diatur dalam Perda Kota Bukittinggi Nomor 4 tahun 2011. Berdasarkan Perda itu, untuk kendaraan roda dua atau sepeda motor tarif parkirnya sebesar Rp1.000, serta Rp2.000 untuk ken­daraan roda empat atau mo­bil. Namun faktanya banyak petugas parkir yang me­mungut lebih dari aturan yang ada. Namun banyak kalangan menilai tarif se­besar itu tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini, sehingga butuh tarif penye­suaian, misalnya Rp5 ribu per mo­bil, agar semua pihak tidak merasa dirugikan.

Namun Wakil Ketua DP­RD Bukittinggi, Tris­mon mengatakan, hingga saat ini DPRD Bukittinggi belum berencana untuk merevisi Perda Parkir Bu­kittinggi. Menurutnya, per­masalahan parkir di Bu­kittinggi akan dibenahi secara bertahap, dengan melibatkan segala kom­ponen masyarakat.

“Untuk apa tarif parkir direvisi. Kalau dinaikan tarifnya, itu sama saja ar­tinya dengan melegalkan aksi petugas parkir nakal. Saya malah mengapresiasi Satpol PP yang telah ber­hasil dan berani menangkap petugas parkir nakal itu,” ujar Trismon.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pari­wisata (Disbudpar) Melvi Abra berjanji akan me­la­kukan koordinasi de­ngan pihak Dishub dan ke­po­lisian, karena masalah par­kir terkait dengan pa­riwisata secara umum.

“Secara khusus, masalah parkir itu adalah ranah Dis­hub dan lantas, bukan ranah dinas pariwisata. Mes­ki de­mikian, kami akan selalu berkoordinasi untuk me­ningkatkan keamanan dan kenyamanan para pe­ngun­jung. Kami juga akan me­ningkatkan SDM yang me­ngelola di tempat pa­ri­wi­sata,” tutur Melvi Abra.

Sebelumnya, Kepala Kan­­tor Satpol PP Kota Bu­kit­tinggi, Syafnir me­nga­takan, hingga saat ini Tim Gabungan telah me­ner­tib­kan 16 petugas parkir nakal yang beroperasi di enam titik di Kota Bu­kit­tinggi, seperti di kawasan Pasar Atas, Pasar Bawah, Simpang Sovia, Ti­kungan Yos Su­darso sam­ping Bank Nagari, Jalan Pemuda, serta jalan lurus di Jalan Ahmad Karim.

“Kami tidak memiliki kewenangan untuk menahan mereka, sehingga semuanya dilepaskan kembali. Meski demikian, prosesnya tetap lanjut dan pada Senin men­datang mereka di­wajibkan ke Mako Satpol PP untuk dibuatkan Berita Acara Pe­meriksaan (BAP). Yang kami sita saat ini ada­lah sejumlah uang hasil usa­ha mereka, serta identitas me­reka masing-masing,” jelas Syafnir.

Syafnir mengatakan, dari keterangan petugas parkir nakal itu, mereka mematok tarif parkir sebesar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per­mobil. Menurut Syafnir, untuk sementara belum di­temukan adanya oknum apa­rat yang membeking pe­tugas parkir nakal itu. (h/wan)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]