Kaligis Kadukan KPK ke Bareskrim


Kamis, 23 Juli 2015 - 20:03:13 WIB
Kaligis Kadukan KPK ke Bareskrim

Dikutip dari merdeka.com Afrian menambahkan, terkait praperadilan, dengan dasar tidak semestinya ada pemanggilan, penangkapan, penahanan, dan penetapan status tersangka. Mengenai laporan ke Bareskrim Polri, dengan dasar telah terjadi dugaan tindak pidana perampasan kemerdekaan orang.

Baca Juga : Partai Golkar Satu Suara Usung Airlangga Hartarto Jadi Capres

“Yang ketiga, ke Komnas HAM, Pak Kaligis menyetujui laporan dengan dasar dugaan pelanggaran hak asasi manusia,” katanya.

Namun, mengenai waktu pelaporan tersebut, Afrian enggan mengatakan lebih lanjut. “Nanti ada lah waktunya,” singkatnya.

Baca Juga : Perkuat Infrastruktur Digitalisasi Partai, Anis Matta Resmikan Gelora Media Centre

Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan pengacara kondang Otto Cornelis Kaligis sebagai tersangka kasus dugaan suap terhadap hakim di Pengadilan Tata Usaha Negara Medan. Sprindik untuk OC Kaligis juga telah diterbitkan.

“Memang kami mendapat laporan dari tim bahwa memang sudah diterbitkan sprindik (Surat Perintah Penyidikan) dan OCK ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap tiga Hakim TUN Medan,” kata Pe­laksana Tugas Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji, saat di­ko­nfirmasi, Selasa (14/7).

Keterlibatan OC Kaligis be­rawal dari KPK yang melakukan operasi tangkap tangan di Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/7). Dalam operasi itu, tim satgas menangkap tiga hakim, satu panitera dan seorang pengacara.

Mereka adalah, Ketua Pe­nga­dilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Tripeni Irianto Putro (TIP), hakim Amir Fauzi (AF), hakim Darmawan Ginting (DG) dan seorang panitera Syamsir Yusfan (SF) dan seorang pe­nga­cara M Yagari Bhastara Guntur (Geri Baskara) yang disebut-sebut berasal dari lawfirm OC Kaligis. Kelimanya resmi di­tetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap Bansos dan Bantuan Daerah Bawahan (BDB) tahun anggaran 2012 dan 2013.

Larang ke KPK

Sementara itu, pengacara Gatot Pujo Nugroho, Razman Arief Nasution melarang klien­nya me­menuhi panggilan KPK yang akan melakukan pemeriksa­an lanjutan terhadap Gubernur Sumatera Utara itu, pada Jumat (24/7).

“Nggak akan datang  dan saya tidak akan mengizinkan klien saya datang dengan tidak di­panggil secara resmi. Kita pake prosedurlah,” kata Razman di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (23/7).

Razman menyebut, dirinya tak mendapat pemberitahuan dari Gatot soal pemeriksaan lanjutan besok. Padahal, KPK sudah menegaskan bahwa pe­meriksaan Gatot pada Rabu (22/7) kemarin belum selesai.

“Ini kan bukan serikat tolong menolong. Ini kan lembaga yang kuat, maksud saya saudara Pri­harsa ini sebagai PR komunikator dari pihak KPK pakai aturan dong. Bagaimana mungkin itu sudah disampaikan penyidik kepada Gatot untuk diperiksa lagi. Kekuatan hukumnya mana, panggil dong dengan surat tertulis agar bisa jadi pegangan kami dan bisa kami balas,” tegas Razman yang dilansir detikcom.

Padahal, saat pemeriksaan pada Rabu kemarin, penyidik sudah menyampaikan kepada Gatot bahwa pemeriksaan akan dilanjutkan pada hari Jumat. Penyidik mempertimbangkan keadaan Gatot yang sudah men­jalani pemeriksaan selama 11 jam, sehingga pemeriksaan lebih baik dilanjutkan di hari yang lain.

KPK membenarkan pihaknya tak mengirimkan surat panggilan untuk Gatot. Saat itu, Gatot juga sudah sepakat agar pemeriksaan dilanjutkan di lain hari karena sudah merasa letih. “Begini, itu tergantung dari komunikasi yang dibangun. Tapi ini kan pejabat publik. Ke­mudian idealnya itu harus pakai surat. Itu dalam keadaan normal,” tutur Razman. (h/net)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]