SOAL PREMANISME DI KAWASAN WISATA

PADANG, HALUAN — Ce­rita soal perilaku buruk di sejumlah tempat wisata di Sumbar mendapat respon dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Ba­­­p­­penas), Adrinof Cha­niago.  Bahkan, dalam sebuah kesempatan, ia pernah men­dapati langsung perilaku buruk itu di sebuah objek wisata di Padang.

Hal itu disampaikan Ad­ri­­nof, menyusul banyak­nya wisatawan yang me­nge­luh­kan pelayanan dan prila­ku masyarakat disekitar daerah wisata pada lebaran 1436 H kemarin. "> SOAL PREMANISME DI KAWASAN WISATA

PADANG, HALUAN — Ce­rita soal perilaku buruk di sejumlah tempat wisata di Sumbar mendapat respon dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Ba­­­p­­penas), Adrinof Cha­niago.  Bahkan, dalam sebuah kesempatan, ia pernah men­dapati langsung perilaku buruk itu di sebuah objek wisata di Padang.

Hal itu disampaikan Ad­ri­­nof, menyusul banyak­nya wisatawan yang me­nge­luh­kan pelayanan dan prila­ku masyarakat disekitar daerah wisata pada lebaran 1436 H kemarin. " /> SOAL PREMANISME DI KAWASAN WISATA

PADANG, HALUAN — Ce­rita soal perilaku buruk di sejumlah tempat wisata di Sumbar mendapat respon dari Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Ba­­­p­­penas), Adrinof Cha­niago.  Bahkan, dalam sebuah kesempatan, ia pernah men­dapati langsung perilaku buruk itu di sebuah objek wisata di Padang.

Hal itu disampaikan Ad­ri­­nof, menyusul banyak­nya wisatawan yang me­nge­luh­kan pelayanan dan prila­ku masyarakat disekitar daerah wisata pada lebaran 1436 H kemarin. " />

Adrinof: Respon Pejabat Pemko Menjengkelkan


Kamis, 23 Juli 2015 - 20:08:22 WIB

Kepada wartawan di Pa­dang melalui pesan sing­kat­nya, Adrinof mengaku diri­nya pernah menyoroti secara khusus prilaku pemalakan di te­m­­pat-tempat wisata di Su­m­bar. Hasilnya cu­­­­kup me­nge­jutkan, bahwa masalah pe­ma­lakan dan pre­ma­nisme di Su­m­bar me­ru­pa­kan hal serius.

“Pre­ma­nis­me merupakan hal yang serius dan perlu antisipasi. Namun masih ada saja pe­jabat yang mengingkarinya,” ujar Adrinof.

Adrinof sendiri pernah membuat tiga grup untuk berkunjung diam-diam ke kawasan wisata di Padang, tepatnya Pantai Air Manis, di Padang. Tiga grup ini mendapati adanya fakta pe­mungutan uang ala preman. “Itu dibuktikan oleh tiga grup yang sa­ya kirim. Namun, respon dari pe­ja­bat Pemko P­a­da­ng me­njeng­kel­kan, malahan saya dituduh men­je­bak mereka,” je­las­nya dalam pe­san singkatnya.

Sikap Pemko Padang waktu itu ujar Adrinof, se­olah tidak bisa membedakan antara menjebak dengan membuktikan adanya pe­ma­lakan ala preman di dae­rah wisata yang ada di Kota Padang.

Adrinof berharap ke­jadi­an-kejadian pemalakan ter­sebut harus dijadikan mo­mentum membasmi penyakit mental yang bisa membuat citra orang Minang buruk di mata orang lain.

“Dampaknya tidak hanya mematikan wisata Sumbar, na­mun juga dapat merugikan pere­konomian Sumbar secara umum dari sektor wisata,”ulasnya.

Secara tegas, ia mengecam aksi premanisme di objek-objek wisata Sumbar tersebut yang belakangan jadi sorotan media terbitan Padang dan nasional. Pria kelahiran Padang ini me­minta Pemerintah daerah di­minta segera ambil langkah tegas mengatasi premanisme di daerah wisata ini.

Dikatakan Adrinof, hal ini sudah sampaikan pada Gubernur dan pejabat di Sumbar bahwa membangun infrastruktur itu masalah kecil namun mem­bang­un mental masyarakat lebih sulit.

“Ke depan hal ini memang harus diatasi karena sangat me­rugi­kan wisatawan dan daerah tentunya,” sebutnya melalui pesan singkat, Kamis (23/7).

Potensi wisata Sumbar kata Adrinof cukup besar, bisa me­nam­bah pendapatan domestik regional bruto (PDRB) lebih dari Rp1 triliun/tahun. (h/mg-isr)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]