Sekolah Negeri Diminta Tidak Egois


Jumat, 24 Juli 2015 - 17:04:38 WIB
Sekolah Negeri Diminta Tidak Egois

Dengan banjirnya pen­daftar di sekolah negeri, sekolah swasta hanya men­dapat kuota kelebihan dari sekolah negeri. Kelangkaan siswa pun sering dijumpai karena terasa tak diminati.

Baca Juga : Iedul Fithri: Geliat Ekonomi, Momentum Keluar Resesi

Melihat fenomena ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar (Disdikbud) Sumbar, Syam­­sulrizal meminta agar seko­lah negeri tidak ber­tindak egois. Sekolah negeri dimin­ta untuk ikut mem­per­hati­kan keberadaan se­kolah swasta.

“Sekolah negeri itu ideal­nya memiliki 32 siswa per kelasnya. Jangan ada sekolah negeri yang me­maksakan hingga 41 atau 47 dalam satu rombel. Karena secara tidak langsung ini mematikan sekolah swasta,” jelasnya kepada­ Halu­an­ melalui sambungan telepon, Jumat (24/7).

Baca Juga : Pembangunan dan Keadilan bagi Padagang Kaki Lima

Ditambahkannya, untuk per­bandingan penerimaan sis­wa di sekolah swasta de­ngan sekolah negeri memang cu­k­up mencolok setiap ta­hun­­nya. Dimana sekolah ne­geri lebih mendominasi da­lam penerimaan siswa baru.

“Kita berharap adanya pemerataan dimana se­kolah negeri tidak boleh mene­rima siswa melebihi kuota yang ada dan bahkan sampai membuat dua shift jam bela­jar karena kele­bihan sis­wa,” ujarnya.

Sementar itu, untuk ban­tuan yang diberikan peme­rintah melalui Disdikbud kepada sekolah swasta, itu tidak ada. Hanya saja ideal­nya bantuan untuk sekolah swasta ini memang harus ada. “Kalau kita dari pro­vinsi tidak ada bantuan un­tuk sekolah swasta, yang memberikan bantuan itu merupakan kewenangan da­ri­ kabupaten/kota dimana sekolah swasta itu ber­diri,” pungkasnya.

Syamsulrizal kembali menegaskan, untuk me­nga­tasi kelangkaan siswa di sekolah swasta ini, perlu adanya pemerataan siswa di sekolah-sekolah negeri. “Kita berharap sekolah ne­geri jangan egois,” tutup­nya. (h/mg-isr)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]