Petani Tewas Terbakar


Jumat, 24 Juli 2015 - 19:39:37 WIB

"Diduga korban tewas karena kekurangan oksigen akibat terje­bak asap tebal setelah member­sih­kan lahan dengan cara diba­kar," ungkap Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo.

Namun, jelasnya, dari ke­terangan yang diberikan pihak keluarga, korban diketahui juga mengidap penyakit diabetes se­hingga mudah lelah. Saat ini, jasad korban telah dikembalikan kepa­da pihak keluarga. Hal itu setelah pihak keluarga menolak dila­kukan otopsi terhadap jasad Jurnalis.

51 Titik Api

Hingga Jumat kemarin, Ba­dan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pe­kan­baru memantau, di Riau terpantau ada sebanyak 79 titik panas di Riau. Dari jumlah itu, 51 diantaranya adalah titik api.

Menurut Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin, titik panas tersebut terpantau melalui satelit Terra Aqua. Titik-titik panas tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota di Riau.

Menurutnya, 10 kabupaten/kota yang terdeteksi ada titik panasnya adalah Bengkalis se­banyak 31 titik panas, Pelalawan 12, Rokan Hilir 9, Indragiri Hilir 6, Rokan Hulu 5, serta Indragiri Hulu dan Siak masing-masing 4 titik. Selanjutnya Kuantan Si­ngingi dan Kampar masing-ma­sing 3 titik serta Dumai sebanyak 2 titik.

"Dari 79 titik panas yang terpantau satelite Terra Aqua pada hari ini, 51 di antaranya merupakan titik api dengan ting­kat kepercayaan di atas 70 persen," terangnya.

Titik api itu ada di Bangkalis (21 titik api), Rokan Hilir (7 titik api), Pelalawan (6 titik api), Inhil (6 titik api), Rohul (4 titik api), Siak (3 titik api. Sementara Du­mai, Kampar Inhu dan Kuansing masing-masing ada 1 titik api. (h/ant/rtc/sis)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 30 April 2016 - 02:01:29 WIB
    Walang Sangit Mewabah

    Petani Kurang Gabah

    NATUNA, HALUAN—Petani Kecamatan Bunguran Tenga, Natuna kecewa karena hasil panen gabah mereka berkurang hingga setengah dari pendapatan biasa. Pasalnya, walang sangit tiba-tiba mewabah dan menggangu tanaman padi mereka..
  • Senin, 11 April 2016 - 04:06:20 WIB
    Merasa ‘Disandera’

    Petani Ancam Laporkan Kapolres Kampar ke Presiden

    PEKANBARU, HALUAN — Keluarga petani yang dituduh mencuri sawit atas laporan PT Sekar Bumi Alam Lestari m­eng­ancam akan laporkan Ka­polres Kampar dan Kasat Res­krim Polres Kampar ke Pre­siden Joko Widodo..
  • Rabu, 20 Januari 2016 - 04:55:03 WIB
    66 Sekolah di Kampar Terpaksa Diliburkan

    Banjir, Petani Keramba Rugi Miliaran Rupiah

    Banjir, Petani Keramba Rugi Miliaran Rupiah BANGKINANG, HALUAN — Banjir yang melanda Kabupaten Kampar sejak pekan lalu, tidak hanya merendam rumah dan menghanyutkan keramba warga. Gedung sekolah pun menjadi korban. Alhasil, sebanyak 66 sekolah di tujuh kecamatan di K.
  • Kamis, 20 Agustus 2015 - 17:43:17 WIB

    Harga Sawit Terendah, Petani Makin Menderita

    PEKANBARU, HALUAN — Petani sawit di Riau menderita akibat harga komiditas sawit memasuki harga terendah dalam sepuluh tahun terakhir. Apalagi, mayoritas pe­tani Riau menggantungkan hidup mereka kepada kedua komoditas pe.

  • Ahad, 05 April 2015 - 18:37:48 WIB

    Masyarakat Mulai Tinggalkan Profesi Petani

    RTUT RIAU TERUS MENURUN

    PEKANBARU, HALUAN — Jumlah Rumah Tangga Usaha Tani di Provinsi Riau mengalami penurunan mencapai 1,75 persen per­tahun. Penurunan jum­lah ini sebahagian besar berasal da.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]