Dolar Menguat, Eksportir Komoditas Bisa Manfaatkan Peluang


Jumat, 24 Juli 2015 - 19:42:26 WIB
Reporter : Tim Redaksi

"Sumbar orientasi eks­pornya cukup baik. Seperti sawit, karet, casiavera, ceng­keh, cokelat dan lain seba­gainya. Jika eksportir komo­ditas itu terus ditingkatkan saat Dolar melambung se­perti sekarang, tentu akan menjadi keuntungan ter­sendiri bagi si pengusaha, dan keuntungan itu juga sangat mungkin sampai ke sektor ekonomi menengah ke bawah," ungkapnya pada Haluan pada Jumat (24/7).

Yulhendri menilai, jika harga komoditas bagus di pasar internasional di saat dolar me­nguat, para pengusaha dapat meraih keuntungan yang lebih baik. Keuntungan itu juga akan dirasakan hingga level petani penghasil komoditas tersebut. "Dampaknya kalau petani me­miliki keuangan yang baik, tentu daya belinya juga lebih baik. Sehingga sektor usaha lain juga mendapat keuntungan yang lebih baik," jelasnya lagi.

Namun di sisi lain, Yulhendri tidak menafikan bahwa dengan menguatnya dolar juga akan me­nim­bulkan dampak buruk terha­dap sektor usaha lain, ter­lebih untuk usaha-usaha yang juga mengandalkan bahan pendukung yang hanya bisa didapatkan de­ngan cara mengimpornya dari luar.

"Beberapa sektor industri yang mengandalkan bahan pen­dukung impor dalam pro­duk­sinya akan merasakan dampak kurang baik karena menguatnya dolar. Contoh pada industri semen, dimana bahan perekat dan beberapa bahan pendukung lain­nya masih diimpor, tentunya harga bahan-bahan tersebut ikut naik karena efek dolar menguat. Hal serupa juga diprediksi terjadi pada beberapa bibit pertanian dan perternakan yang masih perlu diimpor. Belum lagi jasa angkutan barang atau ekspedisi yang ta­rifnya pasti ikut naik karena dolar," ungkapnya lagi.

Ia menyimpulkan, menguat­nya dolar dapat berdampak baik pasa satu sisi tapi juga buruk di sisi lainnya. Untuk mengan­tisipasinya, selepas musim leba­ran diharapkan beberapa sektor yang mengandalkan eksportir langsung tancap gas.

Pantauan Haluan pada Jumat (24/7) di kawasan Pasar Gadang yang menjadi sentral penjualan hasil bumi di Kota Padang, terlihat jejeran toko usaha dagang (UD) hasil bumi di kawasan tersebut sedikit lengang diban­ding hari biasa.

Madi, pemilik UD Hasil Bu­mi Budi Luhur mengatakan, menguatnya dolar akan mengun­tungkan bagi usaha hasil bumi. Karena harga pasar internasional akan cenderung naik karena dolar menguat. Sehingga transaksi ekspor hasil bumi yang meng­gunakan mata uang dolar akan menghasilkan keuntungan yang lebih bagus.

"Saat ini karena masih suasana lebaran, harga hasil bumi di pasar ekspor belum dapat diketahui. Karena sebagian besar hasil bumi yang dihasilkan Sumbar tujuan ekspornya ke negara-negara yang penduduk Islamnya cukup do­minan, sehingga masih dalam suasana Idul Fitri. Seperti Bang­ladesh, India dan Maroko," kata Madi.

Dengan kenyataan itu, lanjut­nya, pengusaha komoditas ekspor hasil bumi di Sumbar dan juga di sebagian besar wilayah Indonesia harus menahan dulu melakukan ekspor hingga sepekan ke depan.

"Soal kaitan dengan menguat­nya dolar, saya pikir itu jadi keuntungan bagi pengusaha dan petani hasil bumi saat ini. Justru yang menahan sekarang adalah belum diketahuinya harga pasar terbaru dan belum dilakukannya ekspor besar-besaran karena masih lebaran," tutupnya.

Andi, pimpinan gudang di salah satu UD Hasil Bumi merin­cikan harga lokal beberapa komo­ditas ekspor saat ini. Harga dasar pinang Rp18 ribu, Cokelat Rp30 ribu, Kopi Rp22 ribu, Garda­munggu Rp40-42 ribu, Gambir olahan Rp40-45 ribudan cengkeh Rp90-100 ribu. (h/mg-isq)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 30 Maret 2015 - 19:21:29 WIB

    Dolar Melambung, Eksportir Tak Untung

    PASAR KOMODITAS LESU

    Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar seharusnya menjadi berkah bagi pedagang komoditi ekspor. Namun, ini tidak dialami pedagang komoditas ekspor hasil bumi di Padang. Sebali.

  • Jumat, 13 Maret 2015 - 19:19:58 WIB

    Modal 5 Bank Nasional Dihantam Penguatan Dolar

    JAKARTA, HALUAN — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah hingga level Rp15.000 per dolar AS akan menghantam permodalan lima bank. Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan OJK .

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM