Realistis, Mulyadi Pilih Mundur


Jumat, 24 Juli 2015 - 19:44:10 WIB

“Saya coba realistis. Jika pertarungan pada Pilkada gubernur nanti lebih dari dua pasang, saya pikir sulit untuk menghentikan domi­nasi pe­ta­hana. Tapi kalo perkem­bangan memung­kinkan dua pasang dan saya ada disitu, saya siap untuk berta­rung, ”kata Mulyadi saat dihubungi Haluan mela­lui phonsell-nya, tadi malam.

Dengan demikian, kom­posisi poros Singapura yang sebelumnya menyandingkan Mulyadi-Fauzi Bahar layu sebelum berkembang. Ka­bar­nya, deal baru terbentuk antara Fauzi Bahar-Syamsu Rahim yang diperkirakan akan menjadi kuda hitam dalam pertarungan merebut simpati rakyat ini.

“Belum ada kesepakatan antara Mulyadi dan Fauzi. Jadi, sangat naïf jika disebut pasangan ini bubar karena memang belum bersatu. Karenanya, jika ada kese­pakatan antara Fauzi Bahar-Syamsu Rahim, saya kira itu wajar dan tidak ada istilah cerai dengan Mulyadi,”kata Ketua DPW PKB Sumbar, Febby Dt Bangso yang dihu­bungi Haluan, tadi malam.

Febby sendiri meru­pa­kan salah satu pentolan partai di Sumbar yang ikut hadir dalam pertemuan di Singapura untuk menjajaki penyatuan calon Mul­yadi-Fauzi. Selain Febby, pada pertemuan itu ada Ketua PDIP Sumbar, Alex Indra Lukman, Ketua Hanura, Marlis, Ketua Demokrat Sumbar Josrizal Zain serta senator Jeffry Geovanni.

Alex sendiri yang dimintai tanggapannya soal pasangan Mul­yadi-Fauzi juga berkilah sudah ada ketetapan dukungan partainya pada pasangan itu. Menurutnya, sesuai dengan komitmen awal, PDIP komit untuk mendukung calon yang siap bertarung secara head to head dengan petahana.

“Kami belum menentukan calon (gubernur) dan surat reko­mendasi juga belum ditanda­tangani Ibu Mega. Intinya, kami ingin menang dan jalannya mela­lui pertarungan dua pasang calon, ”kata Alex pula.

Kemungkinan Mulyadi tak bertarung ini juga diperkuat oleh statemen singkat Shadiq yang menolak ketika namanya digan­dingkan dengan Mulyadi. “Ah, belum-belum,”kata Bupati Tanah Datar itu yang mengaku tengah berada di Jakarta untuk mema­tangkan pencalonannya.

Besar kemungkinan, pasangan Muslim Kasim-Shadiq Pasadigue (MK-SP) akan jadi bertarung. Hal ini diperkuat pernyataan Ketua DPD Golkar Sumbar versi Agung Laksono, Yan Hiksas yang menye­but nama Muslim Kasim akan diusung partainya.

Sayang, ketika hal ini dikon­firmasi kepada Muslim Kasim, yang bersangkutan belum bisa dihubungi karena masih menga­dakan pertemuan.

Soal duet baru Fauzi Bahar-Syamsu Rahim, kedua tokoh ini mengaku siap untuk maju ke Pilkada. Bupati Solok Syamsu Rahim mengaku tak ingin ter­buru-buru sebelumnya untuk menentukan sikap soal pasa­ngan.”Nah, ini muntahan atas pertarungan elit dan saya me­nyam­butnya,”sebut mantan Ketua DPRD Sawahlunto itu.

Hanya saja, apa kendaraan yang akan ditunggangi para calon, belum satupun partai membuat ketetapan. Kabarnya, koalisi Sumbar Bangkit yang terdiri dari PDIP-PKB, Hanura dan PBB mulai condong ke pasangan MK-SP dan PAN-NasDem mem­berikan dukungan untuk FB-SR.

Hingga berita ini diturunkan, pentolan partai pengusung serta kandidat tengah berada di Jakarta karena harus mematangkan pro­ses legal dukungan dari DPP.

Sumber Haluan di salah satu partai menyebutkan, Ketua DPP-nya sampai harus menan­data­ngani 5 rim kertas dukungan dan rekomendasi karena malam tadi, berkas pencalonan harus segera dirampungkan. “Putusannya se­mua­nya ada di tangan Ketum dan saya pikir hal serupa juga berlaku di partai lainnya,”kata sumber Haluan itu.

Soal komposisi dua pasang atau tiga pasang calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung, semua berlangsung dinamis. Tokoh-tokoh di rantau agaknya memahami soal strategi menghadapi incumbent.

Calon Wakil Gubernur dari koalisi PKS-Gerindra, Nasrul Abit enggan mengomentari soal  langkah pesaingnya yang akan mengambil sikap menjadikan pasangan calon yang akan berta­rung menjadi dua pasang saja.

“Saya tak komentar soal itu,” katanya.

Hanya saja, Nasrul menginfor­masikan, rencananya ia bersama calon gubernur Irwan Prayitno akan mendaftar ke KPU pada Minggu (26/7) besok, hari taha­pan pendaftaran calon.

Dua Pasang

Berbeda dengan tingkat Sumbar, di Pasaman, Pilkada kali ini diprediksi hanya diikuti oleh dua orang pasangan calon bupati dan wakil bupati.

Dua petahana, Benny Utama berpasangan dengan Daniel, se­dangkan Yusuf Lubis berpasangan dengan Atos Pratama. Pasangan Benny Utama- Daniel diusung oleh Partai Golkar (7 kursi), PAN (4 kursi), Gerindra (3 kursi), PDI-P (2 kursi). Sementara pasangan calon Yusuf Lubis- Atos Pratama diusung oleh partai nasdem (4 kursi) dan demokrat (4 kursi).

Sekretaris Partai NasDem Kabupaten Pasaman Syarifuddin kepada Haluan menyebutkan, pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Yusuf Lubis-Atos Pratama telah melakukan dekla­rasi sekaligus silaturahmi pada Minggu, 19 Juli 2015 lalu di Hotel Arumnas Sari Rasa Lubuk Sikaping.

“Sampai saat ini, baru dua partai yang menyatakan dukungan kepada pasangan calon Yusuf Lubis- Atos Pratama, mungkin sebelum pendaftaran ke KPU nanti, ada partai-partai yang bergabung, kami selalu terbuka untuk koalisi tersebut,” ujar Syarifuddin.

Pernyataan ini diperkuat oleh anggota DPRD Pasaman Partai Demokrat Suharjono, bahwa partai NasDem mengusung Yu­suf Lubis sebagai balon bupati sedangkan Partai Demokrat me­ngusung Atos Pratama sebagai balon wakil bupati. “Selain dua partai ini, kemungkinan PKS memilih berkoalisi dengan kami. Kemudian ada partai PPP dan PKB yang juga belum menya­takan sikap,” jelas Jono.

Namun hal itu tidak dijawab tegas oleh Ketua DPD PKS Kabu­paten Pasaman Heri Supriadi. “PKS memang mengusulkan ke DPP bahwa Benny Utama dan Atos Pratama sebagai balon Bupati Pasaman. Hasilnya belum keluar dari DPP PKS. Kita tung­gu sajalah, dalam waktu dekat kemana mengalirnya dukungan PKS maka pilihan itulah yang kami dukung,” sahutnya.

Di sisi lain, pasangan Bakal Calon Bupati Benny Utama dan Balon Wabup Daniel merupakan incumbent pasangan lama, yaitu pasangan Pilkada tahun 2010 lalu yang memilih kembali berpa­sangan.

Ketua Deklarasi Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Benny Utama- Daniel, M. Oyong Mardinal menyebutkan, pasangan calon ini akan deklarasi pada hari selasa (28/7) menda­tang sekaligus menghantarkan bersama-sama untuk mendaftar ke KPU Kabupaten Pasaman pada hari yang sama.

Selain partai politik yang telah menyatakan sikap mendu­kung salah satu pasangan calon, ada tiga partai lagi yang masih belum menyatakan sikap. Yaitu, PKS (2 kursi), PPP (5 kursi) dan PKB (4 kursi) yang mencukupi untuk mengusung satu pasangan calon lagi. Karena, untuk mengu­sung pasangan calon, koalisi partai harus mencapai suara 7 kursi di perlemen setempat. Mungkinkah pasangan Parto­muan Tanjung- Muzli M. Nur atau Amri Rachman- Muzli M. Nur.

Tiga Pasang Calon

Sementara di Limapuluh Kota, komposisi calon bupati/wakil bupati setempat diper­kirakan mencapai tiga pasang saja. Satu dari Independen (Rifa­yendi-Zulhikmi), satu pasangan dari Koalisi Gerindra-PAN (As­yir­wan Yunus-Ilson Chong) dan satu pasangan lagi dari Koalisi Karya Bermartabat (Azwar Ces­putra -Yunirwan Khatib ).

Berdasarkan situasi politik di Limapuluh Kota yang sudah terbentuk 2 koalisi partai politik dalam pengusungan nama pasangan calon. Yakni Koalisi Gerindra-PAN  dan Koalisi Karya Bermartabat.

Koalisi dengan 6 partai politik baru saja terbentuk. Siapa yang diusung untuk didaftarkan ke KPU nanti juga sudah kita putuskan. Yakni Azwar Cesputra dengan Yunirwan Khatib,”ujar Safaruddin Koordinator dari Koalisi Karya Bermartabat, koalisi dari Golkar, PPP, PKS dan Demokrat serta Hanura dan PBB. (h/col/ddg/mat)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]