Ramadan Usai, ‘Praktik Salon’ Padang Teater Dimulai


Jumat, 24 Juli 2015 - 19:46:01 WIB
Ramadan Usai, ‘Praktik Salon’ Padang Teater Dimulai

“Tiap kali lewat salon-salon itu, saya sering di­ganggu. Digoda, ditarik dan didorong-dorong agar mau masuk ke dalam. Saya pikir karena masih suasana Le­baran, me­reka belum buka, makanya saya lewat sana,” ucapnya.

Baca Juga : Di Padang, 42 Kawasan Ini Tak Boleh Menggelar Salat Ied di Masjid dan Lapangan

Pantauan Haluan di lo­kasi tersebut pada Jumat (24/7), memang sebagian besar salon Padang Teater sudah mulai beroperasi. Puluhan perempuan penye­dia jasa salon terus me­na­warkan jasanya kepada para pejalan kaki yang sedang melintas di lokasi tersebut. Meskipun beberapa pe­ngun­jung tidak berhasil digoda karena menolak keras ta­waran tersebut, namun tak sedikit pula pengunjung ya­ng berhasil diarak masuk ruangan salon.

“Sudah seperti itu setiap tahun. Jangankan sebelum dan sesudah Ramadan, da­lam masa Ramadan pun masih ada salon yang nekat beroperasi dan menawarkan jasanya. Razia dari pe­me­rintah tidak ada gunanya, entah pemilik salon yang tidak mendengar, entah pe­merintah memang sengaja membiarkan,” ucap salah seorang pedagang di Kom­pleks Permindo.

Baca Juga : Mantap! Rutan Anak Aia Padang Bagikan Baju Lebaran untuk WBP

Menanggapi kenyataan itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kota Padang, Firdaus Ilyas mengatakan, penga­wasan dan tindakan dari Satpol PP se­bagai penegak peraturan da­erah (Perda) di Kota Padang terus dilakukan setiap waktu, tidak hanya di bulan Ra­ma­dan. Hanya saja, jika memang jejeran salon di Padang Teater masih mem­praktekkan bisnis prostitusi, Satpol PP akan melakukan tindakan yang lebih tegas dari sebelumnya.

“Jika memang salon ter­sebut memberikan pe­laya­nan salon sebagaimana mes­ti­nya, hal itu diperbolehkan asal diurus izin usahanya. Namun jika pelayanannya masih menjurus kepada ma­k­siat, tentu menjadi tugas satuan kami untuk mem­berantasnya demi pe­nega­kan Perda,” ucap Firdaus.

Ia melanjutkan, dalam waktu dekat koordinasi de­ngan instansi terkait akan dilakukan untuk merazia kembali jejeran salon di lantai dua Padang Teater. Dan jika masih ditemukan indikasi terjadinya praktek prostitusi di tempat tersebut, tindakan yang akan dilakukan akan lebih tegas dari sebelumnya. “Nanti jika memang ditemukan lagi prostitusi, bisa saja tempat itu kita bongkar habis,” tegasnya. (h/mg-isq)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]