Dana Rp 80 Juta Terkumpul untuk Masjid Raya Al-Muttaqin


Ahad, 26 Juli 2015 - 18:41:15 WIB
Dana Rp 80 Juta Terkumpul untuk Masjid Raya Al-Muttaqin

“Mudah-mudahan ini menjadi ibadah bagi kaum kami,” ujar Erwin Sabata pada Haluan.

Baca Juga : Sumarak Alek Nagari, Koarsa Laksanakan Sunatan Massal di Sungai Batang

Menurut Erwin, sebe­narnya tanah untuk mesjid ini jauh sebelumnya telah dihibahkan oleh mamak kaum dari Erwin Sabata, tapi belum ada legalitasnya. “Kini tanah tersebut telah diserahkan secara resmi dan telah bisa sertifikatnya diter­bitkan,” kata Erwin.

Sementara itu pengurus Masjid Raya Al-Mutaqin, Martius menyampaikan, mas­­jid yang teletak di tengah-tengah pasar Nagari Sungai Sariak ini sangat perlu direnovasi total, kare­na bangunannya saat ini tidak layak lagi. Apalagi setelah pasca gempa 2019 lalu bangunan masjid juga mengalami kerusakan.

Baca Juga : BMKG Maritim Teluk Bayur: Waspadai Angin Kencang dan Gelombang Hingga 4 Meter

“Karena tidak rusak be­rat saat gempa lalu, maka tidak dilakukan renovasi total, tapi diperbaiki apa adanya,” jelas Martius.

Kini akunya, bangunan bagian atas masjid telah banyak yang keropos, se­hinga perlu direnovasi. “Ma­ka masyarakat Sungai Sariak sepakat untuk dilakukan renovasi total,” akunya.

Dijelaskan, masjid ini dibangun pada tahun 1974 lalu dan hingga kini belum pernah direnovasi. “Sejak dibangun dulu bentuk mes­jid ini masih seperti tahun 1974 lalu,” jelasnya.

Masjid yang teletak di daerah pasar ini dulunya merupakan sebuah musala/surau. Karena banyak pe­dagang yang salat di surau tersebut, maka surau itu dinamakan surau dagang.

“Karena jamaah yang semakin lama semakin ba­nyak, maka Camat VII Koto waktu itu dijabat oleh M Nazir menginisiatifkan su­rau dagang dijadikan masjid dan bangunannya diper­be­sar jadi 27 x 18 meter,” terang Martius.

Kini masjid yang diba­ngun sejak 1974 itu, telah berumur cukup tua dan per­lu direnovasi total.

Dijelaskan Martius, un­tuk biaya renovasi ini keper­kirakan akan menelan dana sekitar Rp 3 miliar, se­dangkan dana yang tersedia baru sekitar Rp 300juta. “Dalam kas ada dana Rp150 juta, dan Rp 150 juta lagi ada di tangan perantau,” je­lasnya.

Sekda Jonpriadi atas na­ma bu­pati usai peletakan batu pertama itu menyam­paikan, terujudnya pemba­ngunan kem­­bali masjid ini berkat ke­bersamaan masya­rakat Su­ngai Sariak. “Kalau kita telah “Sa­ciok bak Ayam Sadan­ciang bak Basi,” maka pemba­ngu­nan ini akan cepat kita ram­pung­kan,” ujar Sek­da. (h/ded).

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]