Berikan Kredit Rp16 Miliar, Aset Rp20,5 Miliar


Ahad, 26 Juli 2015 - 18:46:42 WIB

Seperti dijelaskan kepa­da Tim Penilai Koperasi Berprestasi Prov. Sumbar, pengurus  KPRI RSUD Dr. Achmad Mochtar yang kini diketuai oleh Dr.­Naz­di,Sp.­A, menjelaskan bahwa hing­ga akhir Desember 2014, anggotanya mencapai 722 orang, menjalankan usaha simpan pinjam, merupakan unit usaha primadona, ke­mudian unit konsumsi (Wa­serda) plus KSO Fotocopy, KSO Kafetaria Gizi, Kafe­taria Cidua Mato,  Penge­lolaan Parkir,  dan KSO Tredmill Test, kemudian pengadaan barang dan jasa.

Menyadari pengurus ra­ta-rata sangat sibuk, maka disepakati untuk meng­ang­kat seorang manager, lalu dibantu 16 orang  karyawan untuk mengelola kegiatan koperasi. Sehingga tugas pokok pengurus dan badan pengawas sebagai karyawan rumah sakit tidak terganggu.

Begitu pula untuk meng­hadiri rapat anggota tahunan (RAT), disepakti dengan menerapkan sistem per­wakilan. Pengurus hanya mengundang wakil ke­lom­pok anggota  yang disesu­aikan dengan tempat tugas anggota, yaitu Poliklinik, Bangsal, Istalasi, Komite Medik, Bagian, Sub Bagian, Bidang dan Seksi. Setiap 5-6 orang anggota dari satu tempat tugas, diwaliki oleh satu orang.   Sehingga , tugas pokok sebagai karyawan rumah sakit tidak terganggu, kegiatan RAT Koperasi ber­jalan lancar dan demokratis.

Unit usaha simpan pin­jam merupakan unit usaha utama, dikelola tiga orang karyawan, dipimpin oleh Hj. Irma Fitriani,A.Md., dan Indah Safitri,A.Md, sebagai Penanggungjawab  Akt Keu­angan, serta Afrina Idayan­ti,S.E., sebagai staf.

Sepanjang tahun 2014, koperasi ini telah mengu­curkan pinjaman kepada 287 anggotanya dengan total dana sebesar Rp16,1 miliar lebih, dengan bunga pinja­man sebesar 0,9 persen per bulan.

Kemudian, unit kon­sumsi, menyediakan berma­cam barang kebutuhan se­hari-hari yang pangsa pasar­nya anggota koperasi dan  masyarakat umum. Penju­alan dilakukan secara tunai dan kredit.Barang-barang yang dikreditkan berupa kebutuhan harian maupun bermacam barang lainnya yang didapatkan melalui kerjasama dengan pihak kedua, antara lain berupa peralatan rumah tangga, barang-barang elektronik, papan dan lainnya.

Selama tahun buku 20­14, nilai penjualan unit usa­ha ini mencapai Rp6,29 miliar terdiri dari penjualan tunai Rp2 miliar lebih, kre­dit anggota Rp821,4 juta lebih, penjualan kredit ke unit usaha sebesar Rp18,3 juta, penjualan kredit ang­suran senilai Rp371,9 juta dan penjualan ke RS Ach­mad Mochtar sebesar Rp2­,99 miliar.

Nilai penjualan unit pe­rtokoan tahun 2014 me­ningkat tajam dari yang di­rencanakan hanya Rp3,9 miliar. Dari total penjualan sebesar itu, diperoleh laba kotor sebesar Rp766,7 juta. Ini merupakan lompatan yang jauh dari perkiraan semula.

Hanya saja, beberapa unit usaha yang dilaksanakan secara bekerjasama, seperti KSO Parkir, Kafe Gizi, KS­O Celular, Kafe Cindua Mato dan fotocopy meng­alami pasang surut. Seperti pendapatan KSO Parkir tahun 2014 mendatangkan penghasilan sebesar Rp63,8 juta, Kafe Gizi sebesar Rp30,­1 juta lebih, KSO Celular (Pulsa) sebesar Rp2.750.000. atau menurun dari yang direncanakan sebe­sar Rp3.250.000. Begitu pula halnya dengan Kafe Cindua Mato  hanya mem­peroleh pendapatan sebesar Rp3,2 juta lebih atau mero­sot tajam bila dibandingkan dengan pendapatan yang direncanakan sebesar Rp24,5 juta.

Sementara kegiatan unit usaha Cleaning Service pada RSAM Bukittinggi hanya berjalan selama tiga bulan (Januari s.d. Maret 2014). Kegiatan usaha ini dihen­tikan karena adanya lara­ngan dari Kementrian Tena­ga Kerja yang disampaikan melalui Dinas Tenaga Kerja Bukittinggi. Bahkan petugas Disnaker Bukittinggi selalu mendatangi pengurus KPRI RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi untuk mengi­ngatkan pengurus dan diiku­ti dengan surat teguran.  Namun begitu, unit usaha ini masih memberikan kon­tribusi SHU sebesar Rp2.­622.666. meski beroperasi hanya tiga bulan.

Adapun unit usaha fo­tocopy tetap eksis dan mem­berikan kontribusi cukup signifikan. Selama tahun buku 2014, pendapatan ber­sih fotocopy mencapai Rp35,­5 juta lebih dan penda­patan dari penjualan perse­diaan dan perlengkapan asebesar Rp15,67 juta. Total pendapatan bersih unit usaha ini mencapai Rp51,2 juta lebih.

Akan tetapi, realisasi pengembangan usaha penge­lolaan tanah dan rumah anggota, belum terlaksana. Begitu pula halnya dengan usaha pemberian pinjaman pembelian tanah dan peru­mahan siap huni juga belum jalan. Sekedar diketahui, Unit usaha kredit tanah mulai dijalankan pada tahun 2006. Kioperasi ini telah membeli sebidang tanah seluas 3.704 m2 terletak di kelurahan Bukit Apit Puhun kota Bukittinggi.

Untuk menjalankan ber­bagai unit usaha, selain mengandalkan modal sen­diri juga diperoleh dari pin­jaman perbankan dan PKP-RI Sumbar dan menjaring potensi dari anggota dengan membuka simpanan ber­jang­ka koperasi dengan mem­berikan bunga simpa­nan menarik. Ternyata men­dapat respons positif, dima­na tahun 2014 Sijakop telah menggelembung hingga Rp2 miliar lebih. Sedangkan modal sendiri tercatat se­besar Rp7,6 miliar lebih terdiri dari simpanan pokok Rp20.366.000. dan se­le­bihnya berupa simpanan wajib anggota.

Dari sejumlah usaha yang dijalankan itu, koperasi ini selama 2014 membukukan sisa hasil usaha sebesar Rp355.498.542. atau me­ning­kat dari tahun sebelum­nya hanya Rp293.480.362. peningkatan SHU juga dii­kuti dengan kenaikan nilai aset koperasi dari Rp16,6 miliar pada tahun 2013 menjadi Rp20,5 miliar di akhir 2014.

Setelah dikeluarkan za­kat,  dana sosial 2,5 persen dari SHU dimanfaatkan untuk kemasyarakatan  an­tara lain dalam bentuk infak, sedekah bagi masjid dan panti asuhan. Kemudian memberikan uang suka-duka, beasiswa untuk anak-anak anggota berprestasi, mulai SD hingga perguruan tinggi.

Kemajuan koperasi, se­lain keseriusan pengurus dan anggota dalam berkoperasi, juga tidak terlepas dari du­kungan manajemen RSUD Dr. Achmad Mochtar terha­dap koperasi. Dukungan itu terlihat, adanya kemudahan atau ruang gerak koperasi yang lebih leluasa di rumah sakit tersebut, seperti kese­diaan manajemen rumah sakit menyediakan fasilitas tempat dan pelayanan kepa­da koperasi. “Kebijakan seperti itulah yang kita ha­rapkan demi kemajuan ko­perasi yang pada gilirannya dapat meringankan beban ekonomi karyawan yang juga anggota koperasi,” kata Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar Ir. Zir­ma Yusri.

Adapun pengurus KPRI RSUD Dr. Achmad Much­tar adalah sbb, ketua Dr. Naz­di,Sp.A, Sekretaris Weni Ro­zalini,SKM.,MM. Dan Ben­dahara diperca­yakan kepada Hermon J,SE. Pe­ngawas di­per­cayakan ke­pa­da Taslim tarus,B.Sc de­ngan dua anggota masing-masing NS Yon An­war,S.­Kep. dan Erna­wa­ti,SKM. Dan Rosita M sebagai ma­nager.(h/rusdi bais)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]