Hadapi MEA, Pemerintah Harus Dorong Lahirnya Tenaga Kerja


Ahad, 26 Juli 2015 - 19:06:39 WIB
Hadapi MEA, Pemerintah Harus Dorong Lahirnya Tenaga Kerja

“Sejatinya pemerintah harus mendorong lahirnya tenaga kerja berkwalitas dari dalam negeri, bukan justru mengimpor tenaga kerja,” kata Nofi Candra kepada Haluan Minggu (26/7).

Baca Juga : Hendri Septa Serahkan Paket Sembako untuk Warga Sekitar TPA Air Dingin

Lantaran itu, melalui poros senator Indonesia  yang di gagasnya bersama para senator muda Senayan, pihaknya mendorong ada­nya berbagai perbaiakan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, termasuk memberikan pandangan-pandangan kritis yang mem­bangun dalam berbagai per­soalan menyangkut Ke­bang­sa­an. “Tanpa perhatian Pe­me­rintah, masyarakat Indo­nesia hanya akan menjadi partisipatoris pasif alias penonton dalam meng­ha­dapi MEA,” tegasnya.

Pihaknya menyebutkan, mendatangkan tenaga buruh dari luar negeri dinilai be­lum sepatutnya dilakukan. Karena di satu sisi, sejak bergulirnya reformasi, hi­ng­ga saat ini pemerintah belum mampu menekan angka pe­ngang­guran yang tiap tahun bertambah menyusul ban­yak­nya PHK karena  pe­ru­sahaan yang menaunginya bangkrut dan gulung tikar. Sementara di sisi lain, tenaga kerja yang di impor dari negara lain kualitasnya juga belum tentu lebih baik dari tenaga kerja lokal.

Baca Juga : Pemenuhan Standar Pelayanan Publik Kewajiban Seluruh OPD

Pemerintah Indonesia khu­susnya Kementerian Ke­­­te­naga­kerjaan (Ke­men­na­ker) RI agar selektif dan lebih memperketat masuknya tenaga kerja asing ke Indo­nesia. Sebab, dilihat dari kapasitas dan kapabilitasnya, tidak semua pekerja asing memiliki keahlian baik.

“Silahkan merekrut te­naga kerja asing asal sesuai dengan kemampuannya. Ta­pi, pihak Kemennaker juga harus memberikan sanksi tegas atau bahkan menutup Perusahaan yang mem­per­keja­kan tenaga kerja asing, jika terbukti tidak me­me­nuhi standar sesuai regulasi yang ada,” terang Nofi.

Baca Juga : Hendri Septa Apresiasi UPI-YPTK Salurkan Zakat Rp 1 Miliar

Lebih dari itu, Nofi tak lupa mengingatkan, agar Pemerintah RI menolak  segala bentuk intervensi asing yang terselubung. Baik be­rupa investasi modal dan kerjasama dalam masalah ketenagakerjaan. Sebab, hal ini dinilai sebagai bentuk kegagalan Pemerintah dan dampak dari ke­tidak­serius­an Pemerintah dalam men­ye­­lesaikan persoalan Bangsa.

“Kalau eksodus tenaga kerja ini dibiarkan saja tanpa ada perhatian serius dari Pe­me­rintah, tenaga kerja Indo­nesia akan terabaikan, oto­matis tingkat pe­ngang­guran akan semakin tinggi,” tuturnya.

Baca Juga : Petugas Kebersihan DLH Padang Kembali Terima Bantuan Paket Ramadan

Sebab, tingginya tingkat pengangguran di Indonesia dipengaruhi faktor ke­tidak­seriusan dan Pemerintah dalam mengurus warga Ne­gara.”Pemerintah harus le­bih memperhatikan dan me­la­kukan optimalisasi ke­te­ram­pilan tenaga kerja Indo­nesia agar bisa bersaing, apalagi dalam menghadapi MEA. Kalau seperti ini, menyelesaikan masalah tapi menimbulkan masalah ba­ru,” imbuhnya. (h/ndi).

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]