Head to Head, IP-NA atau MK-FB


Ahad, 26 Juli 2015 - 19:16:17 WIB
Head to Head, IP-NA atau MK-FB

IP saat ini menjabat sebagai Gubernur Sumbar. Dia juga pernah  menjadi anggota DPR RI dua periode (2004-2009 dan 2009-2010). Sedangkan NA sekarang menjabat Bupati Pesisir Selatan (Pessel). Dia dua periode menjabat Bupati Pessel (2005-2010 dan 2010-2015). NA juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Pessel (2000-2005). IP lahir Yogyakarta, 20 Desember 1963 (51 tahun). Istrinya Hj Nevi Zuairina dan memiliki 10 orang anak. NA lahir di Pessel, 24 Desember 1954 (60 tahun).  Istrinya Hj Wartawati SPd dan anak tiga orang.

MK sekarang menjabat sebagai Wakil Gubernur Sumbar. Dia pernah dua kali menjabat sebagai Bupati Padang Pariaman (2000-2005 dan 2005-2010). MK juga pernah diamanahkan sebagai Kepala Dolog Bali dan Kepala Dolog Sumbar. MK juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan DPD Partai Golkar Sumbar. Dia lahir di Padang Pariaman tahun 1942 (73 tahun) . Istrinya Hj Nasrida Muslim, Akper, SM Kes dan memiliki lima orang anak. Sedangkan FB adalah mantan Walikota Padang dua periode (2004-2009 dan 2009-2014). Sekarang dia menjabat sebagai Ketua DPD PAN  Kota Padang. Lahir di Padang, 16 Juli 1962 (53 tahun). Istrinya Hj Mutia Fauzi dan memiliki tiga orang anak.

Baca Juga : Banpres Produktif Tahap II Segera Dibuka, Sasar 3 Juta UMKM

Sebelumnya sempat muncul sejumlah nama calon dan pasangan calon. Peta politik PIlgub Sumbar menjelang pendaftaran sangat dinamis. Nama calon yang semnpat muncul di antaranya Shadiq Pasadigoe (Bupati Tanah Datar), Mulyadi (anggota DPR RI dari Partai Demokrat), Syamsu Rahim (Bupati Solok) dan Epyardi Asda. Shadiq Pasadigoe (SP) sempat dikabarkan berpasangan dengan MK. Nama SP juga sempat disandingkan dengan Mulyadi dan Fauzi Bahar. Begitu pula Syamsu Rahim dan Epyardi Asda.

Satu-dua hari belakangan beberapa nama hilang dari konstelasi politik. Nama mereka melemah di pasaran Pilgub. Mereka adalah SP, Mulyadi, Epyardi Asda dan Syamsu Rahim. Kendati demikian, sebelum KPU Sumbar menutup waktu pendaftaran, kembali mun­culnya calon-calon itu masih mungkin. Akan tetapi,  banyak pihak sudah memiliki keyakinan kemungkinan besar Pilgub Sumbar diikuti hanya dua pasangan calon, yakni IP-NA dan MK-FB.

Kompetisi head to head kedua pasangan akan berlangsung menarik dan seru. Masing-masing memiliki kelebihan dan keunggulan tersendiri dan opini yang demikian sudah mulai menyebar di masyarakat. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang? IP-NA atau MK-FB? Jawaban dari pertanyaan ini tergantung dari kerja keras mereka menanamkan keyakinan di hati masyarakat, bahwa mereka memiliki  program yang jelas dan realistis.

Ketika nantinya Pilgub Sumbar 2015 memang diikuti dua pasangan calon, maka tuntutan kepada para calon bukan lagi persoalan mana yang banyak dan besar ukuran balihonya. Tapi lebih kepada bagaimana memberikan keyakinan kepada masyarakat dengan program-program yang akan dijalankan ketika berhasil kembali. Program tersebut mesti menyentuh ke­pentingan masyarakat banyak. Artinya yang mesti dieksplorasi bukan lagi baliho, tetapi bagaimana menjelaskan program kepada masyarakat.

Head to head Pilgub Sumbar berpeluang sangat seru dan rawan terjadinya gesekan secara langsung dan tidak langsung. Kendati seru dan hangat bahkan panas, namun jangan sampai merusak tatanan kehidupan demokrasi di Ranah Minangkabau. Mari jadikan Pilgub dan Pilkada di 13 kota/kabupaten sebagai pesta demokrasi badunsanak. **

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]