Indra Catri -Irwan Fikri Saling Berhadapan


Ahad, 26 Juli 2015 - 19:19:28 WIB

“Kami sudah siap me­nerima kedatangan para bakal calon untuk men­daf­tarkan diri, tetapi hingga sore belum ada satupun yang datang. Pembukaan pen­daftaran bakal dilakukan hing­ga 28 Juli mendatang. Se­jauh ini KPU sudah ber­kerja sebagaimana me­s­ti­nya,” kata Al-Hadi.

Menurut Al Hadi, jika sampai batas yang diten­tukan belum juga ada bakal calon yang mendaftar, maka KPU bakal melakukan per­panjangan, dimana pem­bukaan pendaftran dila­kukan pada, 1 hingga 3 Agus­tus. “ Apabila tidak juga ada yang mendaftar pada 28 Juli, kita akan umumkan kem­bali, dan membuka pen­daf­tran perpanjangan selama tiga hari mulai satu Agus­tus,” ungkapnya.

Peta politik di Kabu­paten Agam akan terus ber­gerak hingga beberapa hari kedepan. Sempat diper­kira­kan Pilkada Agam akan ter­tunda, karena minimnya calon, sejumlah nama-nama berpengaruh seperti Irwan Fikri, maupun Marga Indra membuka suara. Mereka yakin terjadinya penundaan pilkada karena ketiadaan calon di Kabupaten Agam tidak akan terjadi.

Wakil Bupati Agam Ir­wan Fikri secara terang-terangan mengaku siap maju dan tengah memperispakan segala sesuatu untuk kearah itu. Menurutnya, Agam sa­ngat banyak memiliki sosok pemimpin, jadi terjadinya pe­nun­daan pelaksanaan pe­milu hanya kerana ke­tidak­adaan calon kemung­kinan­nya sangat tipis.

Irwan Fikri sendiri di­ga­dang-gadang ba­kal­ber­pa­sangan dengan kader De­mo­krat asal Tilatang Kamang, Chairunas. Hal tersebut turut dibenarkan oleh Ketua DPC Demokrat Kabupaten Agam, Marga Indra.

“Saat ini kami tengah mempersipakan segela se­suatu untuk maju pada pi­l­kada. Pendaftaran masih beberapa hari lagi,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut minimal sudah ada dua, bakal calon kepala daerah yang bakal bertarung habis ha­bisan, Indra Catri, yang diperkirakan bakal ber­pa­sangan dengan Trinda Far­han, menggunakan kendraan PKS, dan Gerindra, kem­u­dian Irwan Fikri dan Khai­runnas, menggunakan kapal Demokrat. Meski masih belum jelas, sejumlah partai besar lainnya, seperti Gol­kar, PAN, Nasdem, PPP bisa saja membuat kejutan baru.

Sementara itu politisi PKS, Suharman, ber­pen­dapat, paska keputusan MK memang sedikit banyak meru­bah situasi politik. Se­be­narnya  Putusan Mah­kamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan anggota legislatif (DPR, DPRD dan DPD) mengundurkan diri dari jabatan, di Pemilihan Kepala Daerah sebenarnya membuka ruang lebih ter­buka bagi kader partai, serta mem­buat mekanisme pilka­da menjadi lebih dinamis.

“ Dengan adanya pu­tusan tersebut tentunya pe­luang para kader partai men­jadi lebih besar. Kesem­patan jauh lebih terbuka. Melalui putusan bisa mencerminkan siapa bakal calon yang be­nar-benar ber­komitmen ma­­ju, untuk pem­bangunan daerah,” katanya.

Dikatakannya, jika pe­laksanaan Pilkada batal di­karenakan tidak adanya ca­lon yang mendaftar hal itu sangat disayangkan. Secara tidak langsung Agam, secara tidak langsung itu bisa be­rindikasi Agam belum siap untuk da­lam otonomi da­erah. Di­un­durnya pilkada lebih kurang dua tahun, se­ment­ara jabatan kepala dae­rah, di­ama­nahkan kepada PLT bakal membuat dina­mi­ka da­e­rah kurang di­namis. (h/yat)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]