IP-NA, MK-FB Head to Head


Ahad, 26 Juli 2015 - 19:31:05 WIB

Info terbaru ini jelas membuat banyak pihak ter­sentak. Padahal, Sabtu (25/7) pagi pembicaraan SP-FB sudah terdengar di lapau-lapau, menjelang siang su­dah beredar lagi kabar MK bersama FB.

Pada Sabtu (25/7) Ketua DPW Nasdem Sumbar Wil­ly Aditya berkomentar, de­ngan berpasangannya SP-FB, peluang Pilgub Sumbar ha­nya dua pasang kian me­nguat. SP-FB akan berha­dapan dengan Irwan Prayit­no (IP)-Nasrul Abit (NA). Hal ini akan akan sangat menarik, hanya ada dua pasang calon.

“Kita mendukung head to head. Selain juga akan meminimalisir angka golput serta untuk melihat secara nyata perbedaan visi kandidat,” jelas Willy pada waktu itu.

Tak hanya surat dari DPP, pasangan ini juga sudah bertemu dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh sebelumnya di Ja­karta. Namun, arah angin berkata lain. Pilihan berubah, Nasdem memilih MK-FB.

Sekretaris DPW Nasdem Sum­­bar Marhadi Efendi  mem­be­narkan kabar pasangan MK-FB ini. Bahkan tim sedang sibuk mem­persiapkan persyaratan un­tuk pendaftaran pasangan calon ini.

“Ya, saya ulangi MK-FB. Ka­mi sedang rapat untuk persiapan pendaftaran,” kata Marhadi ke­tika dihubungi, Minggu (26/7).

Tak hanya sekedar diusung oleh Nasdem, yang kabarnya mendapat perintah dari JK, se­buah koalisi besar juga diper­siapkan untuk mendukung pasa­ngan ini. Tergabung di dalamnya, Demokrat, Nasdem, PAN, Ha­nura, PDIP, Golkar dan PPP. Koalisi besar untuk mengalahkan IP-NA yang hanya diusung oleh PKS (7) dan Gerindra (8) yang memiliki 15 kursi. Sayangnya ini belumlah final, lobi-lobi calon yang lain masih berlangsung hingga Minggu malam.

Ketua DPD Hanura Sumbar Marlis menyatakan Minggu (26/7) siang ia menerima SK pene­tapan pasangan calon gubernur MK-FB dari DPP. Dengan demi­kian, ini adalah SK kesekian kali­nya yang ia terima usai dite­tapkan Mulyadi-FB, SP-FB, FB-SR dan lainnya hingga MK-FB, agar Ha­nura mengusung koalisi ini.

“Setiap saat saya juga mela­porkan perkembangan terbaru untuk calon gubernur ini kepada Ketua Umum,” ucap Marlis yang akhirnya memilih menjadi ang­gota DPRD Sumbar, tidak sebagai calon Bupati Sijunjung.

Di sisi lain, Golkar juga me­nga­takan kini keduanya sepakat mendukung MK-FB. Ketua DPD Golkar Sumbar Yan Hiksas me­nya­takan Golkar dari kedua belah pihak bersepakat mendukung pasangan ini.

“Meskipun SK belum dike­luarkan, tapi sedang diproses, tinggal persiapan lagi,” ucap Yan Hiksas.

Dengan kepastian dari tiga partai yang sudah didapat ini, MK-FB, untuk sementara bisa lega hingga masa pendaftaran calon gubernur ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar. Nasdem yang meraih 6 kursi di DPRD Sumbar, Hanura yang memiliki 5 kursi dan Golkar yang memiliki 9 kursi, telah menghasilkan 20 kursi yang siap mengantarkan mereka.

Dengan 11 partai yang bisa mengikuti Pilgub di Sumbar, masih menyisakan 6 partai lagi yang memiliki peluang untuk mengusung satu calon lagi. Yaitu, Demokrat, PPP, PDIP, PKB, PBB dan PAN. Mulyadi yang sebe­lumnya melihat tanda-tanda suram, kini mulai bersemangat untuk maju kembali. Daerah Dapil Sumbar II seperti Bu­kittinggi, Limapuluh Kota, Pasa­man, Pasaman Barat, Tanah Datar , masih belum tersentuh. Masih ada Mulyadi,  Shadiq Pasadigoe dan Syamsu Rahim yang me­nguasai daerah ini. Kabar Mul­yadi dan SP pun tidak terbendung.

Ketua DPD Demokrat Sum­bar Josrizal Zain yang dihubungi Minggu (26/7) sore mengatakan masih terlibat diskusi dalam penentuan calon mana yang di­usung. Mulyadi-SP menjadi per­timbangan bagi partai peraih delapan kursi di DPRD Sumbar ini. Tak hanya Demokrat, PPP yang memiliki 8 kursi juga belum menjatuhkan pilihan. Ketua DPW PPP Sumbar Yulfadri Nurdin mengatakan, untuk kondisi yang satu ini PPP telah bersepakat hanya mengusung satu calon pasangan calon gubernur saja. Tapi, kepada siapa jatah kursi akan diberikan, PPP masih terlibat diskusi alot.

“Kami harap besok sudah tuntas. Malam ini bisa dipu­tuskan,” ucap Yulfadri Nurdin.

Ketua PKB Sumbar Febby Datuak Bangso Putiah yang ka­barnya mendapat mandat untuk mendukung IP-NA, masih ber­pikir keras kepada siapa duku­ngan akan diberikan.

“Dalam beberapa waktu ini begitu banyak yang terjadi. Kami belum putuskan,” katanya.

Lalu, bagaimana dengan para calon. Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadigoe sendiri belum mau berkomentar soal head to head di Pilgub yang diramalkan akan terjadi. Peluang Mulyadi-SP atau lainnya masih terbuka dan itu sedang proses. “Masih proses,” jawabnya singkat.

Bicara head to head, Guber­nur Sumbar Irwan Prayitno juga belum mau berkomentar. “No comment,” jawabnya singkat.

Sementara Muslim Kasim menyatakan bersyukur berpa­sangan dengan Fauzi Bahar. “Al­hamdulillah. Kita bersyukur kepada Allah SWT. Terima kasih kepada Pak Fauzi Bahar, kepada partai pendukung dan kepada semua pihak yang mendukung. Terima kasih kepada masyarakat Sumatera Barat yang mem­per­cayai kami.”

Tentang head to head : “Insya Allah, bersama kita bisa meraih kemenangan.”

Masih Sangat Dinamis

Menanggapi munculnya arah dua paket calon pada Pilgub Sumbar 2015 ini, pengamat politik UNP, Nora Eka Putri menilai akan muncul reaksi dari masyarakat, terutama mereka yang melek politik.

“Yang diinginkan masyarakat saat ini tidak perlu janji muluk-muluk tapi kejelasan dari visi misi paslon itu sendiri,” jelas Nora yang memprediksi peluang mun­culnya calon ketiga masih terbuka.

Terkait peluang, keduanya punya peluang namun kembali lagi pada calonnya sendiri apakah masyarakat sudah menganggap ada kemajuan yang dibawa oleh paslon saat menjadi pemimpin.

Sementara itu, Pengamat Po­litik dari Universitas Andalas (Unand) Asrinaldi menilai jika perbandingan antara kedua calon yang merapung saat ini peluang akan banyak dipegang oleh paslon IP-NA, karena dilihat dari segi kemasan (Impresinya) paslon ini sangat menarik apalagi bagi pemilih pemula.

“Kalau orang menilai kan pada kesan pertama, nah paslon IP-NA ini kemasannya menarik bagi orang. Selain itu dari bebe­rapa hasil survei juga masih pada pasangan ini,” ungkapnya.

Namun demikian, tidak ter­tutup kemungkinan untuk paslon MK-FB meloncati paslon IP-NA kalau memang bisa menciptakan suatu gebrakan atau menam­pilkan sesuatu yang wah yang bisa meyakinkan atau menarik masya­rakat untuk memilihnya.

Masih sangat dinamisnya peta politik saat ini, dan masih be­rubah-berubahnya paslon yang muncul menurut Asrinaldi karena masih tingginya kepentingan golongan dan elit politik pada paslon, “Sebenarnya pilkada ini kan aspirasi masyarakat, namun tidak ditangkap dengan baik oleh partai malah menopangkan keinginan pada calon atau lebih mementingkan aspirasi elit,” ujarnya.

SR Sebut Akan Ada Kejutan

Dari Solok, Bupati setempat, Syamsu Rahim (SR) tetap pede punya kans pada Pilgub ini. Setelah gagal menjalin kesepa­katan dengan Fauzi Bahar, SR menyebutkan tetap akan ada kejutan-kejutan yang bakal mem­buat publik Sumbar penasaran. Termasuk juga adanya peluang dirinya untuk maju dengan kan­didat lain.

Karena saat ini mantan Wali Kota Solok ini  mengaku masih menjalin komunikasi dengan para kandidat lain yang sebelumnya juga telah mengapung ke publik.

“Meskipun kecil, namun pe­luang untuk adanya kejutan-kejutan di injury time masih mungkin terjadi. Saat ini kita masih menunggu tercapainya kesepakatan dengan kandidat lain, “ kata Syamsu Rahim menja­wab Haluan di kediaman keluar­ganya di Laing Kota Solok Minggu ( 26/7).

Terkait dengan siapa dirinya nanti akan berpasangan, SR hanya menjawab diplomatis. ”Pokoknya kita lihat saja, karena dinamika politik di Sumbar hari ini cukup tinggi, setiap saat bisa berubah. Kalau kepastannya nanti hanya di KPU,” katanya tersenyum.

Urung Mendaftar

Rencana pasangan calon gu­bernur dan wakil Irwan Prayit­no(IP)-Nasrul Abit (NA) men­daftar di hari pertama Minggu (26/7) di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumbar urung dilaksanakan.

Ketua KPU Sumbar Amnas­men membenarkan hal tersebut bahwa memang rencananya pasa­ngan IP-NA akan mendaftar Ming­gu (26/7). Ia mengatakan bahwa sebelumnya sudah dihubungi oleh tim sukses pasangan IP-NA me­lalui nomor selulernya. “IP-NA dikabarkan tiba di KPU sekitar pukul 10.00 WIB,” ungkapnya.

Dari pantauan Haluan sejak pukul 10.00 WIB tidak tampak rombongan pasangan calon IP maupun NA di KPU, begitu juga dengan para pengurus partai yang mengusungnya. Yang terlihat hanya beberapa orang tim sukses partai tapi tidak lama sudah kembali pulang.

Gubernur Sumbar Irwan Pra­yit­no yang dikonfirmasi mem­benarkan, tidak jadi mendaftar pada hari pertama dan ditunda sehari. Rencananya, ia bersama pasangannya akan mendaftar ke KPU hari ini, Senin (27/7). “Kita akan mendaftar ke KPU hari ini, Senin (27/7) sekitar pukul 09.00 WIB,” katanya.

Sementara itu Komisioner KPU Sumbar, Mufti Syafie me­nam­bahkan, IP-NA atau pun tim suksesnya tidak ada memberikan kabar ke KPU secara resmi, apa alasan urungnya pasangan calon tersebut ke KPU pada Minggu pagi. Namun itu tidak disesalinya karena saat mengatakan akan datang IP-NA juga tidak menga­takan dengan resmi.

“Dia mengatakan akan datang cuma saat meluncur dari masjid selesai salat Jumat. Bagi kami juga tidak ada persoalan,” tambahnya. (h/eni/mg-rin/mg-isr/ndi)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]