Fly Over Kelok IX Akan Bersih Bangunan Liar


Senin, 27 Juli 2015 - 20:03:59 WIB
Fly Over Kelok IX Akan Bersih  Bangunan Liar

“Kami sudah disurati oleh Satker Peningkatan Jalan Nasional (PJN) dan kami bersedia membongkar bangunan masing masing. Selambatnya 1 Agustus 2015 mendatang, seluruh bangunan yang ada di Fly Over Kelok IX diharapkan sudah terbongkar selu­ruh­nya, sehingga kebersihan kawasan itu tetap ter­ja­ga, ”ujar Fatmi.

Baca Juga : Sumbar Siapkan 50 Persen Jalur Zonasi pada PPDB 2021

Hah senada juga diung­kapkan Pen, dan sudah pas­rah tidak berjualan lagi di kawasan jalan layang. “Para PKL yang berjualan di kawa­san itu pada umumnya tu­kang sinso kayu di hutan. Setelah dapat job baru ber­jualan beraneka jenis mi­numan dan makanan, me­re­ka berhenti menyinso kayu.

Menurut dia, berjualan di pinggir jembatan layang sangat menguntungkan, rata rata mereka mendapatkan duit Rp500 ribu per hari. Bila hari libur pemasukan biasanya bertambah, sebab banyak mobil pribadi, sepe­da motor yang melewati kawasan itu berhenti sejenak untuk berbelanja, menik­mati pemandangan dan foto foto.

Baca Juga : Wako Pariaman Ajak Masyarakat Rawat Ekologi Pulau Angso Duo

“Jika kami sudah me­ninggalkan kawasan ini, sebaiknya Pemkab Lima­puluh Kota ikut memikirkan nasib kami kedepannya. Kalau memungkinkan kami ingin berjualan di sekitar daerah ini juga, terserah lokasinya dimana, yang pen­ting strategis dan ramai pengunjung. Tapi bila tak ada solusinya tak tertutup kemungkinan sebagian war­ga yang umumnya dari Ulu Air ini, akan kembali kepe­kerjaan semula sebagai tu­kang sinso kayu,” ungkapnya.

Walau sebelumnya Bu­pati Alis Marajo yang di­hubungi sebelumnya me­nyatakan tak punya ke­we­nangan untuk menertipkan PKL di kawasan itu atau memberikan izin berjualan di ping­giran jembatan la­yang ter­sebut. Namun para PKL tampaknya menya­dari betul, bahwa berjualan di sembarang tempat di Kelok IX berbahaya, di­kawatirkan terjadi ke­ce­lakaan lalu­lintas.

Satker Peningkatan Ja­lan Nasional (PJN) Wilayah I Sumbar, Ir. Dahler, sudah yang melakukan pe­man­tauan ke jembatan layang Kelok 9, bulan Mai lalu bersama PPK 07, Noor Aris Samsu,ST, MSi dan H. Is­man, prihatin melihat kon­disi jembatan yang kein­dahannya dirusak dengan keberadaan ratusan peda­gang kaki lima atau kuliner yang berjualan disepanjang  badan jembatan layang Kelok 9.

Ia telah meminta kepada para pedagang liar tersebut agar segera pindah berjualan di kawasan jembatan layang Kelok 9 dan membuka kem­bali kios-kios mereka. Ter­kait menjamurnya pedagang kaki lima atau kuliner di kawasan jembatan Kelok 9 tersebut, secara tidak lang­sung sudah merusak struktur jembatan.

Selain merusak kein­dahan, keberadaan kios-kios liar di sepanjang jembatan Kelok 9 itu juga mengancam kese­lamatan para pe­ngen­dara kendaraan yang me­lintas diatas jembatan Kelok 9 tersebut, karena kebe­radaan bangunan kios-kios liar milik para pe­dagang itu sudah memakan bagian pinggir jalan.

Pemuka masyarakat se­tempat, Iskarmon Basir, sebelumnya mengatakan, masyarakat Nagari Ulu Aia, sangat mengharapkan agar Pemprov Sumbar atau Pem­kab Limapuluh Kota, mem­bangun kios-kios untuk ber­jualan di kawasan Kelok 9. Karena penghidupan para PKL sekarang ini sangat tergantung dengan berjualan.

Keberadaan jembatan Kelok 9 ini, secara tidak langsung sudah menjadi ikon pariwisata Sumbar, utamanya Kabu­paten Li­mapuluh Kota. Jembatan layang Kelok Sembilan me­nyimpan pesona ter­se­ndiri, membuat tem­pat ini sangat menarik untuk dinikmati. Lagipula saat ini rute Sum­bar-Riau yang melewati ruas jalan Kelok Sembilan itu menjadi satu-satunya pilihan bagi setiap ken­da­raan yang menempuh rute tersebut. (h/zkf)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]