Pilkada Bukittinggi Diprediksi Diikuti 5 Pasang Calon


Senin, 27 Juli 2015 - 20:05:56 WIB

Selain itu, mantan ang­gota DPR RI, Taslim, yang juga merupakan pengurus DPP PAN, juga disebut-sebut akan mendaftar ke KPU Bukittinggi pada Se­lasa ini. Kemungkinan besar Taslim akan menggandeng Marfendi, polisitisi dari PKS. Jika pasangan ini ber­duet, maka bisa dipastikan PAN akan berkoalisi dengan PKS. Saat ini, PAN dan PKS masing-masingnya me­mi­liki tiga kursi di DPRD.

Pernyataan Taslim akan duet dengan Marfendi juga diperkuat oleh salah seorang pengurus DPW PAN Sum­bar, M. Nur Idris.

“Berkemungkinan be­sar, PAN akan berkoalisi dengan PKS, dan akan me­ngu­sung pasangan Taslim dan Marfendi. Kepastiannya masih menunggu surat ke­pu­tusan dari DPP PAN, yang akan tiba hari ini juga (Se­nin, 27/7). Jika suratnya sudah ada maka akan men­daftar Selasa besok (hari ini),” ujar M. Nur Idris, Senin (27/7).

Tak hanya itu, ren­cana­nya Ketua DPW PKB Sum­bar, Febby Dt Bangso juga akan maju dan akan men­daftar pada Selasa ini. Ren­cananya, Febby akan me­nggan­deng pemerhati kota, Zul Ifkar Rahim, yang juga merupakan pensiunan PNS.

Namun koalisi partai yang mengusung partai ini masih menjadi tanya. Dari informasi yang beredar, pasangan ini akan diusung oleh koalisi PKB dengan PPP dan Nasdem. Saat ini, PKB hanya memiliki satu kursi di DPRD Bukittinggi, sementara PPP memiliki tiga kursi dan Nasdem satu kursi.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi Har­ma Zaldi masih belum ada kepastian, apakah akan maju atau mundur. Dari informasi yang beredar, Harma Zaldi akan menggandeng politisi PAN Rahmi Brisma.

Namun jika PAN akan mengusung Taslim dan Ma­r­fendi, maka koalisi partai yang akan mengusung pa­sangan ini masih jadi tanda tanya. Banyak yang me­nga­takan, pasangan ini akan diusung oleh Partai Golkar. Namun belum jelas partai koalisinya, apakah Hanura atau PDIP, atau keduanya.

Tapi kebenaran Partai Golkar akan mengusung Harma Zaldi masih di­per­tanya­kan, karena tidak ada pernyataan tegas dari pen­gu­rus Partai Golkar.

“Kalau Surat Keputusan (SK) dari DPP Golkar, itu menunjuk saya untuk maju sebagai walikota. Namun saya menolaknya, dan ke­pu­tusan itu saya kembalikan ke DPP Golkar. Saya tidak mencari dan menunjuk ora­ng yang akan diusung, ka­re­na keputusan itu telah saya kembalikan ke DPP Gol­kar,” ujar Ketua DPD Gol­kar Bukittinggi, Trismon.

Trismon tidak mau men­yebut nama pasangan calon yang diusung DPP Golkar, serta koalisi Partai Golkar. Menurutnya, siapa saja orang yang ditunjuk DPP Golkar, adalah hak dan wewenang DPP Golkar yang harus dipatuhi. (h/wan)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]