Sutan Bhatoegana Dituntut 11 Tahun


Senin, 27 Juli 2015 - 20:19:57 WIB

Sutan dinilai Jaksa KPK terbukti bersalah dan meya­kinkan menerima hadiah berupa suap terkait pem­bahasan PABN-P tahun 2014 dengan Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR senilai USD 140 ribu dari Waryoni Karno saat menjabat sebagai Sekjen KESDM.

Uang senilai USD 140 ribu yang disimpan dalam paper bag diyakini sampai ke tangan Sutan melalui tenaga ahlinya bernama Muhammad Iqbal pada 28 Mei 2013. Iqbal sebe­lum­nya mendapat titipan paket duit dari staf ahli Sutan Iryanto Muchyi yang me­ngambilnya dari Kabiro Keuangan ESDM saat itu Didi Dwi Sutrisno Hadi.

“Penerimaan uang ter­sebut tidak secara langsung kepada terdakwa akan tetapi jelas fakta fakta hukum telah membuktikan telah terjadi peralihan uang dari pihak pemberi yakni Waryono Karno yang sumber uangnya berasal dari Rudi Rubian­dini kepada pihak penerima yakni Iryanto Muchyi dan M Iqbal dengan tujuan untuk diberikan kepada terdak­wa,” kata Jaksa pada KPK Yadyn.

Uang tersebut kemudian di­ba­gi-bagikan pada sejum­lah anggota DPR Komisi VII periode 2009-20014 dengan rincian, empat Pim­pinan Komisi VII masing masing USD 7.500, 43 Ang­gota Komisi VII masing-ma­sing USD 2.500 dan Sekre­tariat Komisi VII sejumlah USD 2.500.

Selain itu, Sutan juga di­ya­kini menerima duit USD 200 ribu dari Kepala SKK Migas saat dijabat Rudi Rubiandini. Duit ini me­nurut Jaksa pada KPK ditu­jukan sebagai THR anggota Komisi VII periode 2009-2014.

Pemberian kepada Su­tan menurut Jaksa dilaku­kan melalui politikus De­mo­­krat bernama Tri Yulian­to­ pada 26 Juli 2013. Duit USD 200 ribu yang diserah­kan Rudi, berasal dari pem­be­rian dari Kernel Oil Pte Ltd.

Sedangkan penerimaan ketiga yang diterima Sutan adalah duit Rp 50 juta dari Menteri ESDM saat dijabat Jero Wacik. Menurut Jaksa pada KPK, duit ini dibe­rikan sebagai bentuk per­hatian kepada Sutan yang menjadi Ketua Komisi VII, mitra kerja kementerian.

Duit Rp 50 juta diberikan melalui Sekjen ESDM saat itu Waryono Karno yang meminta uang disiapkan oleh Didi Dwi Sutrisno Ha­di. Didi Dwi lantas meng­hubungi Kepala Bidang Pe­min­dah­tanganan, Peng­ha­pu­san dan Pemanfaatan Ba­rang Milik Negara Ke­men­terian ESDM Sri Utami untuk menyiapkan duit yang diminta Waryono untuk di­se­rahkan ke Sutan.

Selain itu, Jaksa pada KPK juga meyakini Sutan menerima Toyota Alphard 2.4 AT Tipe G dari Direktur PT Dara Trasindo Eltra (DTE) Yan Achmad Suep serta menerima satu unit tanah dan bangunan seluas 1.194,38 m2 yang terletak di Jalan Kenanga Raya Nomor 87 Tanjungsari Kota Medan dari Komisaris PT SAM Mitra Mandiri, Saleh Abdul Malik.

“Pemberian tersebut ti­dak dapat dipisahkan atau terlepas dari kedudukan terdakwa selaku anggota DPR,” ujar Jaksa Yadyn.

Atas perbuatannya Sutan sijerat dengan Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 Undang Un­dang Nomor 31 Tahun 1999 se­bagaimana telah diubah de­ngan UU Nomor 20/2001 tentang Pem­beran­tasan Tin­dak Pidana Ko­rupsi. (h/inl)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 12 April 2015 - 19:24:41 WIB

    Pengacara Sutan Bhatoegana Optimis Menang

    HARI INI PUTUSAN PRAPERADILAN

    JAKARTA, HALUAN — Pena­sihat Hukum Sutan Bhatoegana, Rahmat Harahap optimistis tim­nya bisa memenangkan gugatan kliennya. Rahmat dan timnya siap.

  • Kamis, 15 Januari 2015 - 19:00:17 WIB

    KPK Percepat Kasus Sutan Bhatoegana

    SUAP SKK MIGAS

    JAKARTA, HALUAN — Sela­ma delapan bulan ditetapkan menjadi tersangka, KPK be­lum juga menahan Sutan Bha­to­egana. Sutan adalah terduga korupsi terkait perubah.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]