Waspada, Hujan Es Sulit Diprediksi


Senin, 27 Juli 2015 - 20:28:10 WIB

Pada saat itulah uap air yang didorong cepat naik dan men­capai titik beku mem­bentuk gumpalan es. Bila beratnya sudah tak ter­tahan oleh gerak udara, maka batu-batu es berjatuhan disertai dengan hujan deras dan angin.

Hujan es di Kota Solok sebe­narnya sudah sering terjadi, akan tetapi dalam skala kecil dan tidak pernah menimbulkan kerusakan. Berbeda dengan kejadian, Minggu kemarin, intensitasnya sangat besar dan disertai angin kencang. Akibatnya, banyak billboard  dan pohon yang tumbang.

“Hujan es secara ilmiah dise­but “hail stone”. Terjadinya dari proses updraft (gerakan udara ke atas) pembentukan awan cumu­lonimbus yang menjulang tinggi seperti jamur. Proses updraft disertai dengan udara basah dari bawah, ketika mencapai ketiggian dengan suhu di bawah nol derajat, uap air yang sangat dingin ber­temu dengan inti kondensasi pembentuk awan yang kemudian membentuk gumpalan es,”kata Ori Affilo.

Dikatakannya,butiran es itu kemudian jatuh bersamaan de­ngan hujan lebat yang kadang disertai dengan angin kencang atau puting beliung. Kejadian ini potensial terjadi pada masim pancaroba.

Fenomena hujan es ini meru­pakan fenomena lokal dan proses­nya sangat cepat dan sulit dike­tahui tanda tandanya. Sehari sebelum terjadinya hujan es itu biasanya ditandai dengan cuaca yang sangat panas. Beberapa saat sebelum turun hujan es,langit berubah menjadi gelap dan di­susul hujan deras disertai angin kencang.

“Kita minta masyarakat apa­bila melihat tanda-tanda akan terjadinya hujan es, agar segera mencari tempat berlindung seper­ti toko atau warung. Jangan ber­lin­dung di bawah pohon,di bawah tiang listrik atau di bawah bill­board,”tukas  Ori Affilo. (h/eri)

loading...
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]