Harga TBS Sawit Terus Memburuk


Selasa, 28 Juli 2015 - 19:35:30 WIB
Harga TBS Sawit Terus Memburuk

Jefri (20) petani sawit di Kambang Harapan me­nye­butkan telah terjadi bebe­rapa kali penurunan harga beberapa kali se­menjak se­minggu men­je­lang bulan puasa hingga pasca lebaran. Sebelum jatuh, harga sawit sempat d­i­beli tauke Rp1000 per­kilogram, namun awal pua­sa turun jadi Rp700. Dalam tempo beberapa hari saja seteoah itu lang­sung turun keharga Rp600 dan harga itu berlaku hingga lebaran.

Baca Juga : Korban Luka Berjatuhan Saat Ribuan Orang Palestina Demo Israel di Kota Nablus

“Padahal dengan men­jual seharga Rp1000 petani juga kesulitan menutu­pi­biaya produksi dan biaya kebutuhanlainnya. Kini saya menjual sawit seharga Rp­500 perkilogram kepada tauke, harga itu telah terjadi sejak seminggu terakhir,” ujarnya.

Sementara Anwar (55), petani sawit Amping Parak menyebutkan, pihak tauke sawit tidak pernah men­jelaskan alasan turunnya harga sawit tersebut. Namun akibat terpaksa sawitnya tersebut dijual dengan harga rendah.

Baca Juga : Penduduk India Obati Covid-19 dengan Steroid, Malah Kena Penyakit Langka

Sementara ada warga yang tidak mau menjual sawitnya. Mereka mem­biar­kan sawitnya membusuk. Misalnya Idal (51) warga Kambang. Ia menyebutkan, sawitnya harus terjual de­ngan harga Rp700 perki­logram. “Kalu tauke tidak mau membeli dengan harga seperti itu saya tidak jual. Biarlah buah sawit itu jatuh sendiri dari batang­nya,” katanya.

Ia mengaku mengaku, dengan menjual sawit se­harga Rp700, ia tetap tidak memperoleh keuntungan. Hasil sawitnya hanya cukup untuk biaya pemeliharaan dan biaya opera­sional se­lama panen.

Sementara, Yudi (35) salah seorang tauke pe­ngum­pul menyebutkan, har­­ga buah sawit di pe­rusahaan memang sedang anjlok, ma­ka terpaksa di­tingkat petani harga sawit juga diturunkan.

“Dengan membeli Rp­500, yang diperoleh hanya cukup untuk biaya ope­ra­sional. Sawit yang dibeli dari petani, nanti saya jual pula ke tauke induk semang. jadi keuntungan sangat tipis,” katanya.

Disebutkannya, kini TBS sedang menumpuk di­pab­rik, al hasil harga sawit turun. Ia juga tidak bisa memprediksi kapan harga kembali nor­mal. ”Kita tung­gu saja,” ka­tanya.

Selanjutnya Koperasi petani sawit yang ada di Kambang dan kawasan se­kitarnya hingga kini belum mampu memecahkan per­soalan anjloknya harga sa­wit.Warga Pesisir Selatan berharap, di daerah itu diba­ngun pabrik pengolah CPO baru, dengan dem­i­kian bila produksi be­r­limpah tidak terjadi pe­numpukan pro­duksi dan turunnya harga sawit. (h/har)

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]